SQUEL ARCELIO
FOLLOW SEBELUM MEMBACA!!!
HARGAI KARYA ORANG, MAKA DARI ITU VOTE DAN KOMEN!
NO PLAGIAT, AKU YAKIN PASTI CERITA MU LEBIH MENARIK⚠️
****
Menikah? Di usia muda? Tak pernah menjadi bagian hidup Zaid. Karena jebakan musuhnya membuat semua o...
Mwehehe balik lagi nih aku. Halah! Gak usah basa basi monggo di baca!
Happy Reading! 🤗
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
****
Zaid terduduk lemas tak berdaya di kursi panjang, menopang dagunya pada tangannya di meja warung. Cowok itu sedang gundah gulana, mengingat istrinya yang ngidamnya ingin jauh-jauh darinya. Bahkan untuk mendekat saja istrinya sudah mual-mual. Malam ini Zaid sungguh tidak bisa tidur memeluk istrinya sebab Hafidzah menginginkan tidur bersama Zahira.
Disinilah Zaid berada. Di warkop mang Saepul bersama dengan teman lainnya. Zaid menyesap kopinya bersamaan memainkan ponsel. Sedari tadi cowok itu menatap ponsel terus menerus padahal satu notifikasi dari istrinya saja tidak masuk sama sekali.
"Ya penasaran aja gue." Emir menggaruk dahinya. "Anu bos. Sebenarnya gue mau nanya sih, tapi nggak jadi lah. Takut di timpuk sama lo, gue," ujarnya melanjutkan.
"Kalau tanya jangan setengah-setengah blok!" sahut Fajar menimpuk majalah ke wajah Emir.
"Tidak baik membuat orang penasaran!" sahut Fijar mengikuti.
"Zaid jawabnya gak sesuai harapan. Apa yang di harapkan dari dia?" Emir melirik Zaid sekilas. Hanya sekilas karena takut tatapan tajam Zaid.
Emir menoleh. "Kali ini gue serius bos. Lo gituan terakhir kali kapan? Wah gila ah. Jangan jawab pertanyaan gue!" Emir menggeleng mengacak rambut.
Zaid mengerutkan kening. Sekilas mereka semua menatap Emir membuat sang empu menunduk.