2||Keluarga Gista

2.1K 142 11
                                        

Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Kini para siswa siswi keluar berbondong-bondong untuk pulang ke rumah nya masing-masing.

Begitu pun juga dengan Gista, ia berniat untuk menebeng bersama Adara, karena hari ini ia tidak membawa motor nya. Biasanya Gista sekolah menggunakan motor sport nya, tetapi hari ini motor nya sedang berada di bengkel akibat ia terjatuh waktu itu karena tergelincir saat hujan.

Gista dan Adara melewati parkiran motor anak black sapphire dan Rakha yang berada di sana.

"Ra" Gista menoel lengan Adara

"Apaan sta, cepetan deh jalan nya ga enak gw di liatin sama Anggota nya Rakha begitu" ujar Adara semakin mempercepat langkah nya

Gista pun ikut mempercepat langkah nya, menyusul Adara yang sudah terlebih dahulu sampai di depan pintu mobil nya.

"Ra, ih tunggu" Gista mencekal pergelangan tangan Adara supaya tidak memasuki mobil nya

"Kenapa sih sta?" Adara membalikkan badannya ke arah Gista

"Gw mau nanya, maksudnya tadi anggota Rakha apaan?" Ujar Gista, memang tadi di kantin Adara dan Vio tidak memberi tahu kalau Rakha itu ketua Genk motor, mereka hanya memberi tahu kalau Rakha adalah anak pemilik sekolah ini

"Rakha itu ketua dari Genk motor yang bernama black sapphire, dan yang tadi anggota nya semua, sebenarnya banyak lagi cuman sisanya pada ga sekolah di sini, cuma sebagian aja" Jawab Adara menjelaskan

"Afan, Eby juga?" Tanya Gista

"Iya, yaudah yuk pulang kalau Lo masih nanya terus nanti gw tinggal di sini"

"Iya bawel"

___

"Gamau mampir dulu Ra?" Tanya Gista yang sudah berada di depan gerbang rumahnya

"Gausah sta gapapa, lain kali aja ya, gw juga lagi capek banget" jawab Adara

"Hmm, yaudah hati-hati ya"

"Okee Gistaa"

Gista pun memasuki rumah nya, ia langsung menuju kamar nya dan merebahkan tubuhnya di kasur.

Ting

Suara ponsel Gista mengagetkan nya, Gista pun meraih ponsel nya yang terletak di atas nakas.

"Sayang mamah sama papah hari ini pergi keluar kota, karena papah ada kerjaan di sana, jadi kemungkinan kita nginep semalam, kamu gapapa kan?"

Gista membaca pesan tersebut yang berasal dari mamah nya.

"Iya gapapa mah"

Setelah membalas pesan tersebut, ia langsung meletakkan kembali ponsel nya di atas nakas. Gista membuang nafas nya gusar.

"Hufft, lagi-lagi gw harus sendiri, gapapa sta Lo kuat kok, ini mah ga seberapa" lirih Gista, ia berusaha tersenyum

Flashback on

“mamah sama papah mau kemana?” tanya anak kecil berusia 5 tahun

“Sayang kamu tinggal sama nenek dulu ya, mamah sama papah ada kerjaan di luar kota, ga lama kok cuma seminggu aja, gapapa kan sayang”

Anak itu hanya mengangguk patuh.

Flashback of

Gista mengingat kembali kejadian dulu, masih sama orang tua nya yang selalu sibuk dengan pekerjaan nya, tanpa memikirkan perasaan Gista.

"Sampe kapan sih gw harus kaya gini? Kenapa orang tua gw lebih pentingin kerjaan dari pada anak nya sendiri? Kenapa tuhan!" Gista terisak saat itu juga, ia tak kuat lagi membendung air mata nya

Linda dan Gerald mereka adalah orang tua Gista. Gista memang dari kecil jarang mendapat waktu bersama kedua orang tua nya, Gista juga menjadi anak yang kurang kasih sayang orang tua nya, ia menjadi anak introvet semenjak dirinya duduk di bangku SMP.

Tapi saat ia sudah menduduki bangku SMA, pertemanan nya malah yang kurang beruntung, entah karena Gista yang kurang berbaur dan lainnya, Gista juga menjadi murid pindahan saat ke SMA nya saat ini karena harus ikut bersama orang tua nya yang kerja nya pun berpindah pindah ke luar kota.

Tetapi Linda dan Gerald sudah memutuskan akan menetap di kota Jakarta, walau mereka masih sering ada kerjaan luar kota, jadi mereka sering meninggalkan Gista dirumah yang hanya di temani oleh art nya.

Sungguh miris bukan hidup Gista, walau ia memang dari keluarga yang berkecukupan, tetapi keluarga nya tidak seperti orang lain, orang tua nya hanya mementingkan kerjaan nya saja. Kalau Gista bertanya pada mereka, pasti jawaban nya, ini juga demi kebaikan kamu sayang, liat kan sekarang kita bisa hidup enak. Gista sampai sudah hafal dengan jawaban orang tua nya, karena setiap ia bertanya jawaban juga selalu sama.

Tidak ada satu orang pun yang tahu tentang keluarga Gista. Gista memang orang yang sangat tertutup sekali, bahkan Adara dan Vio pun yang sudah menjadi sahabat dekat Gista, dan sudah Gista anggap sebagai saudara pun tidak ada yang tahu. Biarlah ia yang tahu sendiri, Gista tidak suka di kasihani oleh orang lain, menurut nya juga buat apa, mereka juga pasti punya masalah sendiri bukan? Jadi Gista tak mau menambah beban orang lain.

***

Gista kini tengah berada di minimarket, ia sibuk memilih camilan untuk menemani nya nonton drakor malam ini bersama Adara dan Vio. Gista tadi meminta mereka untuk menginap di rumah nya supaya ia tidak kesepian.

Saat Gista berjalan menuju ke rumah nya tiba-tiba ada seseorang yang menghadang jalan nya. Suasana jalanan saat ini memang sepi tak ada kendaraan yang berlalu lalang, karena memang Gista tinggal di perumahan, apalagi kini waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh.

"Siapa kalian?" Gista melangkahkan kaki nya kebelakang menjauh dari ketiga orang yang menghadang nya

"HAHAHAHA" suara tawa yang menggema di jalanan yang sepi itu, membuat bulu kuduk Gista berdiri

Salah satu laki-laki itu membuka helm nya, Gista tercengang melihat orang di balik helm itu adalah...

--Happy Reading--

Siapa ya kira-kira orang di balik helm itu??

Ramein dong, masih sepi nihh

Lanjuutt?

Jgn lupa vote, follow dan komen

Fall In Love (Rakha)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang