Semua berawal dari sebuah perjodohan antara hanna dan taehyung. Sebuah pertemanan pun di pertaruhkan dalam mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka.
Hanna dan jimin di larikan ke rumah sakit terdekat. Kondisi jimin cukup memprihatinkan karena wajahnya yang terus memucat.
Eomma kim terus berada di sisi hanna, dunianya seketika hancur saat melihat tubuh hanna berlumuran darah.
Sesampainya di rumah sakit, jimin dan hanna di larikan ke ruang operasi. Sementara eomma kim menunggu penuh kecemasan.
Taehyung memilih pulang daripada pergi ke rumah sakit untuk menemai eomma kim. Rasa bersalah nya pada hanna dan jimin membuat dirinya malu untuk menghadapi eomma kim.
"Eomma appa." Taehyung tersungkur saat memasuki rumahnya. Appa dan eomma taehyung yang terkejut melihat taehyung tersungkur segera berlari menghampiri taehyung. "Apa yang terjadi nak ?." Tanya eomma taehyung yang terlihat sangat khawatir saat melihat pakaian taehyung di penuhi darah. "Ini semua salahku eomma, semua tidak akan terjadi jika hanna tidak bertemu denganku." Lirih taehyung yang menangis sesegukan. "Lalu di mana hanna taehyung-a ? Apa yang terjadi pada hanna, katakan." Cecar appa taehyung. "Yeobeo, kita bawa taehyung ke kamar dulu, setelah tenang kita bisa bertanya apapun padanya." Pinta eomma taehyung seraya menopang tubuh taehyung menuju kamarnya. . . . Sudah hampir 5 jam lamanya operasi hanna dan jimin berjalan. Eomma kim masih setia menunggu hanna dengan kecemasan yang luar biasa. . .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aaaarrrggghhhh." Taehyung meluapkan seluruh amarahnya. Bayangan saat hanna menerima tembakan dari hyejin masih terputar jelas dalam ingat taehyung. "Hanna maapkan aku, maapkan aku." Lirih taehyung penuh penyesalan. . . Taehyung keluar dari kamarnya dengan tergesa-gesa lalu pergi begitu saja tanpa berpamitan pada orang tuanya. . . Tujuan taehyung saat ini melihat kondisi hanna.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hatinya seketika hancur melihat kondisi hanna yang masih belum sadarkan diri. Taehyung tidak berhenti menyalahkan dirinya sendiri atas kemalangan yang menimpa hanna saat ini. . . Keadaan jimin pun tidak jauh berbeda dari hanna.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Eomma kim menyuruh orang untuk menjaga ruangan hanna dan jimin dan tidak mengizinkan siapapun untuk berkunjung. . . Setidaknya taehyung dapat melihat keadaan hanna walaupun dari jauh. Ingin rasanya taehyung berada di samping hanna saat ini, menggenggam tangannya dan berbisik sebuah permintaan maap namun semuanya tidak akan pernah terjadi, eomma kim pasti semakin membencinya setelah apa yang di alami hanna. . . Satu bulan berlalu keadaan jimin dan hanna sudah jauh lebih baik. . . Jimin dan hanna pun berjalan-jalan ke atap rumah sakit sekedar mencari udara segar. "Jimin-a, mianhae kau terluka karena aku." "Hanya permintaan maap ?." "Apa yang kau inginkan ? Aku akan mengabulkannya apapun itu." "Menikah." Celetuk jimin. "Mwo ?." Jimin tersenyum melihat raut wajah hanna yang terkejut. "Ah udara di sini sangat segar, aku tidak sabar untuk keluar dari rumah sakit ini, rasanya sudah sangat suntuk." Ujar jimin seraya merebahkan tubuhnya. "Hanna, lihatlah, bukankah langit itu sangat indah." "Mmm." . . Taehyung tengah menyibukkan diri dengan pekerjaan di kantor. Seketika ia teringat pada hanna, pernikahannya dengan hanna memang sudah berakhir namun taehyung tidak bisa begitu saja melupakan hanna. . . "Kalian dari mana ?." Tanya eomma kim saat melihat hanna dan jimin memasuki ruang rawat. "Mencari udara segar eomma." "Kalian sudah bisa pulang hari ini." "Benarkah eomma ?." "Nee, sayang." "Jimin-a, bisa kita bicara berdua." Pinta eomma kim. "Tentu eomma-ni." "Ada apa eomma ?." Hanna tampak penasaran dengan apa yang ingin eomma kim bicarakan dengan jimin. . . "Maap dan terimakasih untuk semuanya jimin-a, aku berhutang budi padamu selamanya." Ucap eomma kim. "Aku melakukannya karena aku ingin eomma-ni." "Kau begitu menyukai putriku ?." "Nee." "Aku akan berusaha meyakinkan hanna untuk menerimamu." "Mwo ?." "Aku setuju jika kau dan hanna akhirnya bersama, setelah apa yang kau korbankan untuk hanna, ku rasa kau adalah laki-laki yang tepat untuk melindungi hanna." "Gumawo eomma-ni, tapi aku tidak ingin memaksakan perasaanku pada hanna, aku akan menunggu berapa lama pun itu." "Baiklah." . . Hanna tengah memegang ponselnya berniat untuk menghubungi taehyung, namun berulang kali ia tampak ragu. Hanna tidak pernah melihat taehyung menjenguknya selama di rumah sakit, ia begitu penasaran dengan alasan taehyung tidak pernah menemuinya di rumah sakit.
"Nak apa yang sedang kau lakukan ?." "Tidak ada eomma." "Bereskan pakaianmu sekarang." "Baik eomma tapi di mana jimin ?." "Sebentar lagi dia datang." "Ah nee... Apa yang eomma bicarakan dengan jimin ?." "Hanya sedikit membahas masa depan." "Masa depan ? Untuk ?." "Sudahlah nanti kau juga tahu." . . Sesampainya di rumah pun hanna masih memikirkan taehyung, lamunannya buyar saat eomma kim mengetuk pintu kamarnya. Tok..tok.. "Eomma, masuklah." "Kau baik-baik saja sayang ? Apa lukanya masih terasa sakit ?." "Tidak terlalu eomma, aku baik-baik saja." "Tapi wajahmu mengatakan yang sebaliknya, ada apa ?." "Eomma, apa menurut eomma taehyung baik-baik saja ?." "Kau masih saja mengkhawatirkan dia ?." "Aku hanya penasaran kenapa selama aku di rumah sakit dia tidak pernah menjenguk." "Itu tandanya dia tidak pernah mengkhawatirkan mu hanna, bisakah kau lupakan saja dia lagi pula kalian sudah resmi bercerai tidak ada lagi yang bisa di perbaiki." "Tapi eomma-," "Sudahlah, sekarang fokus saja untuk kesehatanmu, kau tahu jimin laki-laki baik menurut eomma, dia sangat menyukaimu hanna, eomma rasa dia laki-laki yang cocok untukmu." Hanna hanya diam mendengar perkataan eomma kim. Bagaimana bisa ia memulai lembaran baru dengan orang lain sedangkan hatinya masih milik taehyung.
Tanpa di duga jimin datang bertamu ke rumah taehyung, rumah yang pernah di tinggali dulu oleh hanna.
Jimin langsung masuk ke dalam rumah saat taehyung membukakan pintu. "Ku pikir kau sudah mati tuan kim." "Apa yang kau lakukan di sini ?." "Hanya berkunjung, aku ingin memastikan apa kau masih hidup atau sudah mati." "Aku sedang tidak ingin bertengkar, pergilah." Taehyung menghiraukan kehadiran jimin. "Apa kau juga tidak penasaran dengan kondisi hanna ? Sungguh kau laki-laki pengecut, setelah apa yang terjadi kau bahkan tidak datang untuk menjenguknya." Taehyung terdiam tidak menjawab ucapan jimin. "Kau sudah tidak peduli lagi pada hanna ?." "Dia akan baik-baik saja tanpa aku jenguk." "Aiiiassshh, baiklah jika kau sudah benar-benar melepaskan hanna, jangan salahkan aku jika suatu saat hanna menerima perasaanku." Jimin pun pergi dari rumah taehyung. Sedangkan taehyung terduduk mengingat kembali kenangannya bersama hanna. Tidak mudah untuk taehyung melupakan perasaannya pada hanna, bahkan setelah perpisahannya dengan hanna perasaaan taehyung tidak pernah berubah sedikit pun. . .