Episode 2

32 1 1
                                        

Akhirnya hari pernikahan pun tiba. Hanna tengah bersiap di ruangannya sedangkan taehyung dan orang tuanya sedang menerima tamu.

Hyejin berulang kali menghubungi hanna namun hanna hanya menoleh ponselnya tanpa menerima panggilan tersebut.
"Mianhae hyejin-a." Ujar hanna seraya pergi meninggalkan ruangannya menuju altar pernikahan.
.
.

Taehyung terlihat tampan dengan setelan jas putih, ia tersenyum ke arah hanna yang tengah berjalan mendekatinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Taehyung terlihat tampan dengan setelan jas putih, ia tersenyum ke arah hanna yang tengah berjalan mendekatinya.

Hanna tidak bisa memungkiri bahwa taehyung hari itu terlihat sangat tampan, namun hanna kembali tersadar bahwa pernikahan ini hanyalah kedok untuk taehyung.

Hanna pun terlihat sangat cantik hari itu, berbalut gaun putih yang mewah. Tidak bisa taehyung pungkiri bahwa ia sangat terpukau saat melihat hanna berjalan mendekatinya.

 Tidak bisa taehyung pungkiri bahwa ia sangat terpukau saat melihat hanna berjalan mendekatinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Taehyung menjulurkan tangannya pada hanna, hanna pun menerima uluran tangan taehyung.

Mereka pun mengucap sumpah pernikahan dan sah menjadi sepasang suami istri.

Pesta pernikahan mereka pun sangat meriah, hanna banyak diam malam itu, ia bahkan terlihat tidak bersemangat untuk berpesta.
"Kajja, kita pulang." Ajak taehyung lalu menarik tangan hanna.
"Ta-tapi bagaimana dengan pestanya ? Lalu orang tua kita ?."
"Aku sudah meminta izin pada mereka untuk pulang terlebih dahulu."
"Baiklah."
Sepanjang perjalanan hanna hanya diam, taehyung mencoba bertanya pada hanna.
"Ada apa ? Sesuatu terjadi padamu ? Kau terlihat tidak bersemangat hari ini."
"Aku hanya lelah."
"Apa karena hyejin ?."
Hanna hanya diam, ia tidak lagi menimpali pembicaraan taehyung.
"Dia menghubungiku dan aku mengabaikannya, aku merasa sangat bersalah padanya." Jelas hanna dengan wajah terlihat muram.
"Jangan terlalu di pikirkan, semua akan baik-baik saja."
"Mudah-mudahan saja."
Mereka pun sampai di rumah yang di sediakan orang tua taehyung untuk mereka tinggali setelah menikah.
"Masuklah." Pinta taehyung.
"Rumahnya terlalu besar untuk di tinggali dua orang." Gumam hanna.
"Kamarmu di sana, pakaian dan keperluanmu sudah di siapkan oleh eomma, itu kamarku." Ujar taehyung.
"Eoh."

Taehyung sengaja meminta rumah yang memiliki dua kamar, ia berdalih bahwa satu kamarnya untuk tidur bila salah satu orang tua mereka menginap.
.
.
"Aku harus pergi."
"Sekarang ? Ke mana ?."
"Aku akan menemui hyejin."
"Ah nee, pergilah."
Taehyung pun pergi meninggalkan hanna seorang diri di rumah. Hanna pun memilih istirahat malam itu.
.
.
.
Saat sampai di apartemen hyejin taehyung pun di sambut dengan wajah cemberut hyejin.
"Untuk apa kau datang ?." Tanya hyejin memasang wajah cemberutnya.
"Maapkan aku sayang, aku menemani appa bertemu kliennya."
"Setidaknya kau mengabari ku, aku sangat khawatir."
"Aku tahu aku salah, maapkan aku."
"Kau janji tidak akan mengulanginya ?."
"Nee."
Taehyung pun memeluk hyejin lalu hyejin membalas pelukan taehyung. Hyejin pun mencium pipi taehyung meluapkan rasa rindunya pada taehyung.
.
.
Setelah hyejin cukup tenang, taehyung merasa gelisah meninggalkan hanna seorang diri.
.
.
Pagi pun tiba hanna terbangun dari tidur panjangnya, merenggangkan tubuhnya dan menghirup udara segar pagi itu. Hanna pun keluar dari kamarnya untuk membuat sarapan lalu melihat pintu kamar taehyung yang masih tertutup rapat.
"Apa dia tidak pulang semalam." Gumam hanna seraya menuruni tangga.
.
.
Saat hanna tengah menyiapkan sarapan taehyung pun datang dari arah belakang dengan santai menaruh dagunya di bahu hanna membuat hanna sangat terkejut.

My Secret HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang