Persamaan

11 0 0
                                        

[ Ketika satu kesamaan bertemu dengan kesamaan yang lain sehingga membentuk sebuah persamaan yang muncul dalam suatu hubungan ]

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

[ Ketika satu kesamaan bertemu dengan kesamaan yang lain sehingga membentuk sebuah persamaan yang muncul dalam suatu hubungan ]

Flashback off

Ketika pukul sudah menunjukkan pukul 4 sore dan murid yang berada dalam sekolah kian berkurang, namun gadis bersurai panjang sebahu itu terlihat enggan untuk kembali kerumah dan memilih untuk duduk termenung dikantin sekolah sembari mengaduk-aduk minumannya yang sudah ia beli tapi belum setetes pun ia minum.

"Faw"

"Eh? Halo Mei, sini duduk." Gadis yang barusan menyapanya, duduk berhadapan dengan Fawnie. Melinda, itulah namanya namun Fawnie kerap memanggilnya dengan sebutan "Mei".

Mei termasuk salah satu sahabat Fawnie, mereka berdua seringkali saling curhat mencurhat, dan mendengarkan cerita satu sama lain. Mei hanya berteman dekat dengan Fawnie, dia tidak dekat dengan siapa-siapa lagi selain Fawnie.

"Lo kenapa? Lagi mikirin sesuatu, ya? Apa ada masalah?"

"Iya, gue lagi ada masalah, daritadi gue dibuat overthinking makannya gue dateng kesini buat nenangin pikiran gue."

"Lo masih kepikiran sama mantan crush lo kah?"

Fawnie menghelakan nafasnya.
"Sebenarnya iya tapi masalah utamanya bukan itu, ada hal yang belum gue ceritain ke lo."

Fawnie menceritakan kejadian kemarin sampai sedetail-detailnya pada Melinda, sang lawan bicara pun mendengarkannya dengan seksama.

"Kenapa gue harus menuruti keinginan dari Reva kalau guenya sendiri gak mau melakukan itu. Tapi cowok itu terlihat good boy, apa karena ini baru awalannya aja?"

"Mungkin itu baru awalannya aja, karena cowok itu ketika diawal akan bersikap manis dan baik. Sifat aslinya akan terungkap ketika lo udah mengenalnya lebih lama. Sebenernya lo gak harus menuruti keinginan dari Reva, lo mau ngelakuin atau tidak itu terserah lo nya aja. Jangan melakukan suatu hal secara terpaksa karena itu bukanlah hal yang baik. Gue harap cowok itu adalah cowok yang baik-baik, gue yakin Reva juga punya alasan tersendiri kenapa dia mau lo dekat sama cowok pilihannya. Dan gue harap lo cepet move on sama mantan crush lo itu."

Sebenarnya perasaan Fawnie pada laki-laki itu sudah lama pudar namun kenangannya belum sepenuhnya hilang. Fawnie harap ia bisa berdamai dengan dirinya sendiri secepatnya.

"Gue pasti move on kok sama dia, tenang aja. Thanks ya udah dengerin curhatan gue."

"No problem, diminum dulu gih minumannya. Kasian dia daritadi dianggurin sama lo." Fawnie terkekeh mendengar ucapan dari Melinda barusan.

Dan mereka tetap melanjutkan obrolan mereka, sembari menikmati makanan dan juga minuman yang mereka beli dikantin.

Setelah selesai mengobrol dikantin, mereka memutuskan untuk pulang karena jam telah menunjukkan pukul 5. Mereka mengobrol selama 1 jam, cewek memang gitu ya...

Langit terlihat gelap, sepertinya sebentar lagi akan turun hujan atau cuman gerimis. Fawnie sedang menunggu jemputannya. Disekolah ini masih terlihat ramai karena ada anak-anak yang sedang mengikuti ekskul. Namun tiba-tiba sesosok laki-laki dengan pakaian olahraga pun datang dan berdiri disebelah Fawnie. Dia adalah ka Arli, Fawnie lupa jika hari ini ada ekskul voli.

Arli sibuk dengan ponselnya sama seperti dengan Fawnie. Fawnie berusaha mengalihkan pandangannya agar matanya tidak tertuju pada Arli. Entah kenapa takdir seperti mempermainkan mereka.

"Fawnie" mendengar namanya dipanggil membuat Fawnie menoleh kearah sumber suara.

"Y-ya? Kenapa?"

"Kabar kamu baik?"

"Ya, seperti yang kakak lihat. Aku baik-baik aja."

"Ohh oke..." Lalu keheningan pun menyelimuti mereka. Fawnie tidak suka dalam situasi seperti ini, ia ingin sekali cepat-cepat pulang. Kapan jemputannya akan tiba.

TIN

Syukurlah jemputannya pun telah tiba membuat Fawnie merasa tenang. Fawnie langsung pergi gitu saja tanpa pamit pada
Arli yang berada disebelahnya.

~°~

Fawnie memandang kearah luar jendela kamarnya, malam ini rintikkan air hujan kembali muncul untuk membasahi kota. Untung saja hujannya bukan hujan yang disertai angin atau hujan es, ini hanya hujan gerimis.

Namun pandangannya teralihkan karena notifikasi ponsel yang muncul secara tiba-tiba, ada pesan masuk dari Revan. Dia menanyakan sesuatu pada gadis itu.

Revan

Ditempat lo lagi hujan gak?

Fawnie membalas pesannya lalu menutup kembali ponselnya, ia lebih suka memandangi rintikkan di langit daripada melihat isi pesan yang masuk. Namun laki-laki itu membalas pesannya kembali.

Fawnie

Lo suka hujan gak, kak?

Revan

Iya, gue suka hujan.

Revan cukup tertarik dengan hujan, karena baginya hujan bisa membuat pikiran menjadi tenang.

Fawnie

Wow gue gak nyangka kalo cowok kayak lo itu suka hujan juga

Revan

Semua orang yang tau tentang ini pasti beranggapan begitu

Gue suka hujan karena hujan bisa membuat diri gue jadi tenang

Fawnie

I agree! Gue juga suka bau hujan, baunya itu bikin candu

Revan

Iya, bau hujan emang bikin candu

Percakapan mereka lewat pesan pun terus berlanjut, mereka menemukan topik pembicaraan yang membuat mereka jadi lebih dekat dan mengenal satu sama lain. Mereka menemukan kesamaan dalam diri mereka masing-masing, bukankah ini awal dari kisah percintaan pada umumnya? Dua insan itu akan saling menemukan satu kesamaan dan kesamaan yang lain sehingga hubungan mereka terjalin dan mereka akan jadi lebih dekat dan sama-sama saling mengenal lebih dalam. Pada saat itulah rasa cinta akan tumbuh dalam diri mereka, apakah hubungan Fawnie dengan Revan akan seperti itu?

🍒

DesideriumTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang