With You

1 0 0
                                        

[ Aku hanya ingin terus bersamamu, menghabiskan tiap detik denganmu dan mengukir kenangan indah bersama]

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

[ Aku hanya ingin terus bersamamu, menghabiskan tiap detik denganmu dan mengukir kenangan indah bersama]

Hari ini merupakan hari bahagia bagi Fawnie, karena hari ini ia akan bertemu langsung dengan sang tuan Hujan. Setelah sekian lamanya ia menunggu akhirnya mereka bisa bertemu untuk kali pertama.

Revan berkata bahwa ia sedang libur kuliah makanya ia memilih untuk menghabiskan waktu liburnya dengan Fawnie, ia bilang bahwa ia akan disana selama 1 bulan penuh.

Fawnie bingung harus berpakaian seperti apa. Cukup lama Fawnie memilih pakaian yang akan ia kenakan, akhirnya ia memilih memakai dress floral selutut berwarna putih dan pink dengan lengan pendek lalu rambutnya sengaja terurai tidak ia kuncir seperti biasanya.

"Fawnie!"

"Iya bun, ada apa?" Fawnie masih sibuk memakai make up sehingga ia tidak berinisiatif membukakan pintu untuk ibundanya. Tak sopan sekali manusia satu ini.

"Ada yang nyariin kamu tuh, cepet turun kebawah, kasian kalo suruh dia nungguin." ujar ibunda Fawnie.

"Iya bun, tunggu sebentar ya, sebentar lagi selesai kok." Setelah selesai Fawnie langsung turun kebawah dan diruang tamu ada Revan yang sedang menunggu. Ia melihat kesana kemari seperti orang yang sedang mencari sesuatu. Sesaat kemudian, ia terpaku melihat Fawnie yang berada tak jauh darinya.

"Cantik sekali...lebih cantik ketika melihat secara langsung daripada lewat ponsel."

Cukup lama mereka berdua saling bertukar pandang, saling terpaku satu sama lain. Sampai akhirnya mereka disadarkan oleh ibunda Fawnie.

"Jadi, kalian itu pacaran?" tanya bunda Fawnie pada mereka, Fawnie kebingungan harus menjawab apa.

"Iya tante, kami memang berpacaran. Sepertinya Fawnie belum memberi tahu tante tentang hubungan kami berdua, ya?" Fawnie mengerjapkan matanya, ia masih mencerna apa yang dikatakan oleh Revan barusan. Begitupun juga dengan bunda Fawnie yang tidak percaya bahwa putrinya telah memiliki seorang kekasih, apalagi kekasih anaknya cakep pula. Ibundanya pun mencubit pipi Fawnie membuat gadis itu meringis kesakitan.

"Kenapa kamu gak bilang ke bunda kalo kamu udah punya pacar?"

"Aww! Sakit bun! Y-yakan Fawnie nunggu waktu yang tepat buat ngasih tau ini ke bunda." Revan terkekeh melihat tingkah Fawnie dengan Bundanya.

"Yaudah tante kalo gitu Saya izin pinjam Fawnienya sebentar, boleh?"

"Bolehh bangett, yang penting Fawnienya dijaga dan jangan sampai terluka, ya?"

"Siapp tante! Kalo gitu, kita pamit dulu ya tante."

"Fawnie pamit dulu ya, bun." Timpal Fawnie lalu dibalas anggukan oleh bunda Fawie. "Iya, hati-hati dijalan ya sayang!"

"Kak, kok Kakak bilangnya kita pacaran sih!? Sejak kapan kita pacaran coba?" mendengar Fawnie mengomel seperti itu membuat Revan gemas.

"Sejak hari ini kita pacaran."

"Lohh gimana ceritanya? Kan kakak belum ungkapin apa-apa ke aku, kok tiba-tiba kita udah pacaran aja sih?" Revan malah diam saja tidak merespons Fawnie.

"Kak, jawab dong." Revan tetap diam, membuat Fawnie kesal dengannya.

Kalian tahu Revan mengajak Fawnie pergi kemana? Ia mengajak Fawnie ke sebuah tempat yang biasa digunakan untuk berpiknik. Revan tahu Fawnie suka tempat seperti ini, tempatnya lumayan sepi tidak banyak pengunjung yang datang, pemandangannya indah terutama danau yang ada disana.

Fawnie yang tadinya cemberut menjadi tersenyum sumringah membuat Revan bahagia. Tak lupa Fawnie mengambil gambar dengan ponselnya. Fawnie sibuk dengan dunianya sendiri namun itu bukanlah masalah bagi Revan, ia bahagia melihat Fawnie bahagia. Diam-diam Fawnie memotret Revan yang sedang memandang kearah Danau sambil menikmati angin sepoi-sepoi.

"Dia tampan sekali..." Fawnie merasa puas dengan foto hasil potretnya.

"Fawnie, sini!" Ujar Revan dengan menepuk tempat yang berada disebelahnya, ia memberikan kode kepada Fawnie untuk duduk bersebelahan dengannya.

"Kamu suka tempat ini?" Fawnie mengangguk antusias membuat Revan merasa gemas sehingga ia pun mengacak pelan rambut Fawnie.

"Kak ihh, jawab dulu dong pertanyaan aku yang tadi." Revan berpura-pura berpikir "Pertanyaan yang mana ya?"

"Yang ituloh kak, masa kakak udah lupa sih?" Revan menggeleng sambil menahan tawanya. Fawnie cemberut lagi, sehingga ia pergi menjauh dari Revan. Baru pertama kali bertemu tapi sudah membuat kesal.

Revan menghampirinya dengan membawa sebuket bunga Peony, bunga Favoritnya Fawnie. Fawnie terkejut lantaran Revan tiba-tiba saja berlutut dihadapannya sambil memberikan sebuket bunga Peony.

"Fawnie, mulai hari ini kita bukan lagi sebatas Teman. Aku bukan laki-laki yang pandai berkata-kata manis, aku bingung harus mengungkapkannya bagaimana. Tapi intinya, aku menyukai mu dari dulu, aku benar-benar menyukai mu, Fawnie. Jadi-" Revan menghela nafasnya sebentar sebelum melanjutkan apa yang akan ia katakan selanjutnya.

"Izinkan aku untuk menjadi kekasihmu..." sudut bibir Fawnie terangkat mengukir sebuah senyuman, ia mengambil buket bunga peony itu lalu ia pun mengangguk. "Ya, aku izinkan, karena aku juga punya perasaan yang sama kayak perasaan kakak ke aku." sebenarnya Fawnie ingin tertawa karena Revan mengungkapkannya dengan kalimat yang menurutnya itu kuno tetapi ia berusaha menahannya.

Cup

Revan sangat senang mendengar jawaban dari Fawnie, bahkan ia sampai mengecup pipi Fawnie membuat gadis itu terkejut tetapi pipinya malah menjadi merah merona.

"Kak malu ih, lihat tuh diliatin sama orang-orang." Revan malah terkekeh, lalu memeluk gadis itu dengan sangat erat. "Terimakasih banyak karena sudah mengizinkanku..." Fawnie hanya mengangguk lalu membalas pelukan dari laki-laki itu.

🍒

Maaf kalo kurang kerasa feel romancenya 😥🙏

DesideriumTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang