4

225 22 2
                                    


VOTEMU SEMANGATKUUU

//HAPPY READING//













Malam sudah menunjukkan pukul sebelas namun pria berumur tiga puluh lima tahun tersebut masih belumm ada tanda tanda mengantuk, membawa gelas berisi kopi yang ia buat, pria itu berjalan ke arah balkon resort yang ia tempati dua hari ini,

Pria itu menghembuskan nafas dalam, membiarkan kulitnya merasakan sensasi dingin yang menerpa melalui angin malam

"Kangen yg lain,,gimana ya sekarang " Gumam juan

Ia mendongakkan kepalanya melihat ke arah langit yang di penuhi bintang bintang serta bulan yang terbentuk sempurna.

Hanyut dalam rasa kagumnya pada ciptaaan tuhan, juan tidak menyadari jika ada seseorang yang sedari tadi melihatnya di balik pintu hingga pria itu memutuskan untuk menghampirinya

"Ga tidur? "Tnya eric seketika membuat juan hampir menjatuhkan gelasnya lantaran terkejut

" Belum mengantuk"seraya menetralkan ekspresinya

"Juan"

"Hmm"

Eric menoleh ke arah juan, memandangi setiap bentuk wajah juan 'sempurna'

"Bulannya indah" Celetuk juan

"Iya indah" Jawab eric tetap pada posisinya

Juan menatap eric, kini pandangan mereka berdua saling bertemu, tidak ada yang membuka suara, hanya ada suara angin yang menyelimuti keheningan saat itu

Tangan eric terulur menyapa wajah juan, menempelkan telapak tangan besarnya pada pipi tirus tersebut

Juan sendiri ia masih belum bisa mencerna situasi saat ini hingga ia mendengar suara barang jatuh membuat atensi mereka berdua teralihkan

"Keandra" Gumam juan namun bisa di dengan eric, mereka berdua berlari menuju kamar keandra, disana anak berumur enam tahun tersebut terbangun menangis dengan keringat yang membasahi keningnya

Juan menghampiri keandra bisa ia lihat jika gelas di sampingnya pecah

"Ada apa? " Tnya juan sembari mengelap kening keandra

"Mama hiks, tadi kean di kejar hantu besar "

"Saya akan ambil air" Ucap eric, belum sempat ia memegang gagang pintu namanya di sebut oleh sang putra hingga ia berbalik ke arahnya

"Daddy jangan pergi, kean takut" Rengeknya sembari memegang lengan baju sang ayah

Eric menatap juan yang terbaring di sebelah keandra sebelum akhirnya ia memutuskan untuk ikut berbaring di sisi kanan keandra , mengelus surai hitam sang putra untuk menenangkannya

Malam itu tidak ada yang sadar jika mereka terlihat seperti layaknya sebuah keluarga yang sedang membantu putra mereka melewati mimpi buruknya.








_



_




Paginya,mereka pulang karna izin cuti juan yang sudah habis lalu eric yang kembali pada pekerjaanya dan keandra yang mulai masuk di sekolah sekolah dasar

Setelah mengantarkan juan pulang, eric melajukan mobilnya kembali ke mansion

"Daddy besok kean sekolah? "

"Iyaa, tapi maaf ya besok daddy tidak bisa mengantar"

Wajah keandra langsung tertekuk kebawah,

"Maaf sayang" Ucap eric sekali lagi namun tidak ada respon sama sekali hingga mereka tiba di mansion, keandra masih diam. ia berlelenggang begitu saja setelah turun dari mobil meninggalkan ayahnya yang kini merasa bersalah.

Destiny  |   BLTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang