Something Has Begun

5 0 0
                                        

Lily mematut dirinya di depan cermin, mungkin ini adalah kali pertama sejak entah kapan terakhir kali ia memantaskan diri sesaat sebelum ia pergi ke Sekolah, tapi satu hal yang ia tau pasti saat ini, ada sesuatu yang akan ia mulai dalam hidupnya, sebuah langkah yang ia harap menjadi awal baru bagi kehidupannya.

Setelah selesai menyapu wajahnya dengan bedak tabur dan memoles sedikit pewarna bibir, Lily memastikan sekali lagi penam pola , kemudian meraih tasnya dan bergegas untuk berangkat.

Saat ia sedang menunggu angkutan umum seperti biasanya, tiba-tiba sebuah mobil Honda Jazz berwarna putih berhenti di depannya, tak lama jendela mobil tersebut turun dan menampilkan Belva dengan wajahnya yang tampan sedang tersenyum manis. Mungkin jika yang berdiri bukan Lily, gadis lain akan langsung menjerit dan memekik kegirangan, namun sayangnya ini adalah Lily, seorang gadis yang tidak mudah jatuh dan tidak tertarik untuk jatuh.

"Pagi."

"Lo bikin macet jalanan." Ujar Lily dengan nada malas.

"Ayo naik." Belva mengajaknya untuk naik saat melihat beberapa kendaraan berhenti dan terhambat di belakang karena ia menghentikan mobilnya tepat di pinggir jalan.

"Kenapa gue harus nurut sama lo?"

"Itu bukan perintah, tapi tawaran."

"Dan kenapa gue harus nerima tawaran lo."

"Gue gak bilang harus kok." Lily menahan rasa malunya, dan suara klakson dari arah belakang mobil membuatnya panik dan akhirnya masuk ke dalam mobil.

"Lo gak mau nanya kenapa kemarin lo gak ketemu gue sama sekali?" Tanya Belva sambil menatap Lily yang sudah duduk dengan wajah masam.

"Sebelumnya juga gue gak pernah ketemu lo, makannya gue gak kenal lo siapa." Ujar Lily.

"Oh ya?" Ada nada terkejut dalam kalimat Belva. "Gue agak kaget ada orang yang gak kenal gue."

"Lo boleh kaget kalau ada yang gak kenal sama lo kalau lo itu Obama atau Joe Biden."

"Lo suka banget ya ngesarkasin orang." Lily mengedikkan bahunya tidak peduli.

"Gue gak sarkas, gue cuma berkata benar."

"Ya ya ya terserah." Belva kembali memfokuskan pandangannya pada jalanan, tapi Lily sepertinya memang tidak tertarik membangun sebuah percakapan, sehingga hening menjajah seisi ruangan dan Belva tidak terbiasa dengan gadis seperti itu. Padahal Instagram Belva penuh dengan pesan dari perempuan-perempuan yang ingin mencari perhatiannya dengan membangun banyak topik menarik.

"Lo suka nonton film gak?" Belva mencoba membuka topik.

"Suka." Lily mencoba untuk terdengar biasa saja, padahal ia paling tidak bisa menahan rasa antusias ketika ada yang bertanya tentang apa yang ia suka.

"Biasanya lo nonton film apa?"

"Tergantung mood sih."

"Apa yang akhir-akhir ini lagi lo tonton?."

"Biasanya kalau emang lagi pengen nonton gue nyari film yang seru, kayak action, horror, atau disney. Tapi kalau buat nemenin makan, atau cuma ngilangin bosen biasanya gue nonton series keluarga, yang anti klimaks, atau drama ringan yang konfliknya gak terlalu berat."

"Lo ada rekomendasi film yang bisa gue tonton?"

"Lo maunya film apa?" Belva bisa melihat kilatan antusias dari mata Lily yang tidak berhasil gadis itu sembunyikan.

"Yang biasa lo tonton kalau lagi bosen atau sambil makan."

"Ada beberapa, tapi yang paling gue suka itu judulnya Modern Family."

HER LIFETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang