"Jangan kelamaan ya."
"Iya sabar."
"Gak usah dandan, lo gak pake make up aja cantik kok." Lily menahan senyumannya saat mendengar kalimat tersebut.
"Apaan sih lo, siapa juga yang dandan." Lily terkekeh sambil menenggelamkan brush-nya ke dalam bedak.
"kemaren bedak lo nempel di seragam gue." Lily terdiam dan buru-buru menaruh kembali bedak yang tadi hendak ia pakai.
"Gue nunggu di jalan ya kayak biasa."
"Dua menit lagi gue nyampe."
"Oke." Lily mematikan telfonnya secara sepihak sambil menyampirkan tasnya dan keluar dari rumah, ia berjalan dengan tergesa dan setelah sampai di jalanan yang lebih besar, ia melihat Belva sudah berada di seberang dengan ponsel di tangannya. "GOOD MORNING MAKHLUK BUMI." Lily memekik pada Belva sambil menyebrang dan itu membuat Belva melayangkan tatapan mautnya.
"Kalau nyebrang tuh nengok kanan-kiri, lo manusia bukan kucing yang nyawanya 9."
"Iya-iya galak banget sih. Pagi-pagi udah sensi aja, belum sarapan ya?"
"Iya, makannya nanti temenin gue dulu sarapan di kantin. Lo juga belum sarapankan?" Lily menggeleng. "Ayo naik." Belva mengulurkan tangannya untuk membantu Lily naik.
Sesampainya di depan gerbang, mereka tidak langsung pergi ke kelas akan tetapi mampir terlebih dahulu ke kantin yang belum terlalu ramai. Hanya ada beberapa ruko yang baru buka dan mempersiapkan barang dagangannya, akhirnya Lily memilih nasi goreng, begitupun dengan Belva.
"Nanti balik sekolah mau kemana?" Tanya Belva sambil menatap Lily yang sibuk memainkan ponselnya.
"Gak tau." Jawabanya singkat.
"Nonton yuk."
"Males ah gak ada film yang bagus."
"Yaudah, mau kemana?" Lily menyimpan ponselnya sambil berpikir keras, dan hanya diakhiri dengan sebuah gelengan kepala tanda tak tahu. "Kita jalan-jalan ke taman kota aja mau gak?"
"Ngapain?"
"Gak tau juga sih, soalnya gue juga gak tau mau kemana." Logika Lily mengatakan, jika memang mereka bingung mau kemana, kenapa harus kemana-mana?.
"Pulang aja deh, dari pada pergi-pergi gak ada tujuan gitu."
"Ih bosen banget masa pulang sekolah langsung balik."
"Ya abisnya gue juga gak tau mau kemana." Belva terdiam dan akhirnya dengan sedikit rasa kecewa mengiyakan kalimat Lily. Padahal ia berharap bisa pergi bersama gadis itu lagi. Harus ia akui kemarin sangatlah menyenangkan.
"Bentar lagi masuk, ke kelas yuk." Belva dan Lily bangkit dan pergi dari kantin setelah menghabiskan sarapan mereka, dan seperti biasanya Belva mengantar Lily sampai ke depan kelas. Setelah mengacak surai gadis itu Belva langsung pergi dengan pikiran yang masih terus berputar mencari destinasi, supaya sore ini mereka bisa kembali pergi bersama.
"Pagi sayang." Lily memeluk Melia dengan wajah cerah ceria.
"Ihhh apaan sih." Melia meregangkan pelukan sahabatnya dengan tatapan risih. "Nama lo tuh muncul terus di list siswa yang belum mengerjakan tugas."
"Ah nyesel gue meluk lo." Lily kembali membuka ponsel dan memainkannya seolah ia tak memiliki hal untuk dikerjakan.
"Lo kenapa sih jadi kayak gini? Setau gue dulu lo termasuk salah satu anak pinter."
"Emang sekarang gue bego?" Tanya Lily tanpa mengalihkan pandangannya dari Ponsel.
"Iya. Liat aja nilai fisika lo 7/100. Gak nyampe angka 1."
