#enjoy the story#
Semenjak pertengkarannya dengan Tara waktu itu mereka kembali menjauh, jangankan saling sapa, melirik saja tak mereka lakukan, biasanya jika sedang bertengkar Bianlah yang akan memulai berbicara terlebih dahulu, tapi kali ini tidak! Bian tidak akan mengalah lagi agar Tara tidak semena-mena padanya,Bian ga selemah itu sampai harus selalu di backing oleh Tara, Bian bisa menghadapi Papa Arjun sendiri tanpa bantuan Tara sekalipun dia harus bonyok, itu jauh lebih melegakan hatinya daripada dia harus melihat Tara sesak nafas setiap harinya karena terlalu memaksakan diri melakukan hal yang sama sekali tak ia inginkan.
Ngomong-ngomong saat ini Bian sedang berada di sebuah lapangan kosong tempatnya sering bermain basket, sedari tadi dia hanya mendrible bola dengan tidak niat, moodnya sedang tidak bagus akhir-akhir ini apalagi dia kemaren habis dimarah oleh kak Rian coach basketnya di sekolah, tidak lama lagi akan ada pertandingan tapi Bian malah sering terlambat latihan karena dia melupakan jam pertemuan.
"Cupu..? "
Bian menatap lekat seseorang yang berjalan santai sambil menenteng totebag berwarna putih sembari bersenandung lirih.
"Ketemu mulu, takut jodoh beneran gue wkwk.... "
Yang namanya Bian ga akan melewatkan kesempatan untuk menganggu cupu yang ia anggap lucu tersebut.
"Oyy!! cupu!! "
Si cupu menoleh, lalu memutar bola matanya malas,salah satu hal yang paling dia hindari di dunia ini adalah Bian, si manusia paling menyebalkan, iya si cupu Morea ini sudah tau kebenarannya, kebenaran bahwa selama ini dia salah memasukkan lembaran sketsa lukisan wajah ke loker Bian, BianTara yang ternyata anak kembar tapi sangat berbeda baik dari segi kepribadian ataupun wajah, memang mirip tapi Bian di depannya ini crushnya yang versi jelek.
"Kenapa sih kamu ada di sini? Ganggu penglihatan aja"
"Dih penglihatan lo kan emang eror, makanya pake kacamata"
Jika nggak ingat kalau Bian itu menyimpan rahasianya, mungkin Morea sudah mencaci-maki Bian layaknya penganggu menyebalkan, tapi sekali lagi dia tidak bisa melakukan banyak hal, oke mari kita flashback waktu Bian mengetahui kalau Morea ternyata suka sama Tara.
"Heh cupu!! "
"Apa!!! "
Karena kesal Morea akhirnya menghentikan langkahnya dan berbalik badan menatap Bian sengit.
"Kok lo malah kabur sih? Kan ketemu crush, bukannya harusnya lo seneng ya? "
Tanya Bian dengan nada usilnya, ternyata sangat menyenangkan mengganggu gadis cupu di depannya ini.
"Gausah ngarep deh! Lo bukan crush gue! Apaan gila ya lo! "
Bian melotot terkejut melihat gadis di depannya yang nampak meledak-ledak, ternyata ganas juga ya, dia kira gadis ini bakalan kalem elegan pendiam gitu.
"Santai anjir,kalo bukan gue siapa dong? Biantara kan gue, oh.. Hah? Jangan bilang.... Tara?... Lo suka Tara ya!?! "
Melihat rekasi Morea yang langsung memerah di tempat membuat Bian tersadar akan kebodohan gadis di depanya ini, ternyata dia sangat buruk mengatur ekspresinya, gotcha si cupu tertangkap basah olehnya!! Ternyata selama ini gadis ini salah memasukkan surat cinta ke lokernya, seketika tawa Bian meledak.
"Ahahaha hahahaah bodoh banget ahahahah"
Morea semakin memerah dibuatnya, sungguh dia malu sekali!!
"Diem kamu!! "
Namun Bian malah tertawa lebih kencang melihat Morea yang nampak malu sekali tersebut.
"Gue harus mengabadikan momen bersejarah ini ahahahaha kocak banget hidupmu ahahaha"
"Iihh kamuuu udah dongg!! "
"Ahaha aduh bentar, tapi kayaknya gue bisa bantu lo deh, sini gue bantuin lo confess!! "
Semangat Bian ingin membantu gadis ini, dia nampaknya orang yang baik, jadi apa salahnya dia bantu gadis ini mendekati kembarannya? Siapa tau dia bisa jadi sesuatu yang berharga di hidup Tara suatu saat nanti.
KAMU SEDANG MEMBACA
BIANTARA
Teen FictionSebuah insiden besar membuat keluarga yang untuh itu menjadi terpecah belah, kehilangan seorang perempuan cantik yang sering mereka panggil bunda membuat badai besar menyelimuti kehangatan rumah besar tersebut, menutupnya hingga dilanda kedinginan y...
