#Enjoy The Story#
Sorry for typo!!
Jangan lupa vote and komen ya😁
Berdiri terdiam ditempatnya,bak terpaku ditempat,Bian sama sekali tidak dapat menggerakkan tubuhnya,hatinya terasa begitu sakit,seakan mati..Bian benar-benar terdiam membisu,suara lirihpun tak diizinkan keluar dari mulutnya.. menolak untuk meredakan rasa sakit dihatinya,
Sekeras apapun dia mencoba,tetapi tetap sia-sia,,Bian tetap tidak bisa menghentikan sesuatu yang sedang terjadi di hadapannya,dia lihat 3 sosok tersayangnya terkapar tak berdaya di dalam sebuah ruang tua dan berdebu tersebut,pisau tajam itu terus melayang ke tubuh mereka bertiga,jangankan berteriak,menutup matapun rasanya tak bisa Bian lakukan,memaksanya menyaksikan hal keji yang terus terjadi berulang kali,mematahkan hatinya menjadi serpihan air mata yang terus mengalir seiring bertambahnya rasa sesak dalam dadanya.....
"potongan kejadian"
"sialaaaaannn!!!"
Bian terbangun dengan keadaan kacau,nafasnya tidak beraturan, keringat bercucuran di dahinya,suhu dingin ac nampaknya tidak berpengaruh bagi tubuhnya.
Hal seperti ini sudah sering Ia alami,bermimpi buruk sampai berhasil membangunkannya,lalu ia akan terjaga sepanjang malam,semua itu sangat mengganggu pastinya ,lantas mau bagaimana?mimpi kan bunga tidur Bian tak mungkin bisa menghilangkannya,harusnya Bian lupakan begitu saja,tapi entah kenapa malah menjadi beban pikiran yang membuatnya terjaga sepanjang pagi buta,jika sudah terbangun begini Bian hanya akan melamun sambil menatap kosong langit-langit kamarnya sampai sang fajar menampakkan dirinya.
Tentu saja mimpi itu tak akan terekam jelas dalam ingatan,hanya sekelabat kejadian saja yang mampu Bian ingat,memecahkan mimpinya sendiri merupakan tantangan terbesar bagi Bian,sekeras apapun ia mengingat pasti hasilnya akan semu,tapi kenapa mimpi ini sangat menganggu kehidupannya?merusak moodnya,bahkan disaat dia belum memulai aktivitas kehidupan,
Tapi seorang Bian tidak akan terpuruk hanya dengan bunga tidur yang menghampirinya,Ia hanya akan menghela nafas lalu membersihkan diri karena matahari perlahan sudah menunjukkan sinarnya,Bian itu bukan tipe berandal beringas yang setiap harinya akan terlambat datang kesekolah,alih-alih dihukum berjongkok mengelilingi lapangan bukankan lebih baik bermain basket?maniak bola sepertinya tidak akan menyia-nyiakan waktu yang berharga,jika ada kesempatan pastilah Bian akan bermain basket.
Setelah sekiranya rapi,Bian menuruni tangga,hendak sarapan pagi,dia yakin semua orang sudah berkumpul,dan yap tebakannya tidak pernah meleset,keluarga Segara memang disiplin tidak ada yang namanya kata terlambat bagi mereka,karena waktu itu berharga.
"hah bahkan mereka terlihat bahagia,nggak sadar apa tiap malem ganggu tidur orang?"
Bian menggerutu ketika melihat Ayah, Abang dan kembarannya nampak santai menyatap sarapan paginya,padahal hampir setiap malam mereka mati,walaupun cuma dalam mimpi Bian sih.
Bian sekarang sudah sampai di ruang makan lalu duduk disamping Tara sang kembaran,tidak ada yang menyapanya,sudah terlalu biasa,namun lagi-lagi Bian dibuat menghela nafas karena menu yang ada di meja makan sekarang,tanpa menyentuh makanannya Bian beranjak dari tempat duduk,
"nggak sopan"
"ck,apasih yah...."
"nggak usah banyak tingkah,tinggal makan.saya benci orang yang pemilih makanan"
"nyenyenyenye bukannya seneng ya kalo gue minggat?sok sokan nyuruh makan"
"yah,Bian bukannya pemilih,tapi Bian emang ngga bisa makan Seafood,kalo tiba-tiba Bi mati emang-
"prang!!!"
Lemparan gelas itu berhasil membungkam Bian,entah mengapa Ayahnya Bian ini mudah sekali tersalut emosi hanya dengan mendengar suaranya saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
BIANTARA
Roman pour AdolescentsSebuah insiden besar membuat keluarga yang untuh itu menjadi terpecah belah, kehilangan seorang perempuan cantik yang sering mereka panggil bunda membuat badai besar menyelimuti kehangatan rumah besar tersebut, menutupnya hingga dilanda kedinginan y...
