Sebuah insiden besar membuat keluarga yang untuh itu menjadi terpecah belah, kehilangan seorang perempuan cantik yang sering mereka panggil bunda membuat badai besar menyelimuti kehangatan rumah besar tersebut, menutupnya hingga dilanda kedinginan y...
Tara sedari tadi hanya fokus memandangi Bian yang asik dengan Baksonya, Bian sekarang sudah tumbuh menjadi laki laki yang tampan, meskipun tidak setampan dirinya, dia bisa melihat tidak begitu banyak perubahan dalam diri Bian, dari mulai tinggi badannya mukanya dan rambutnya,semuanya masih terlihat sama,Bian sekarang hanya sedikit lebih tinggi darinya,tidak banyak hanya beberapa centi saja, efek samping dari bermain basket mungkin, dulu Bian benar-benar sangat kecil, mungkin Tara bisa mengangkatnya dengan satu tangan di bagian kerahnya, sekarang pun masih bisa sepertinya, karena meskipun lebih tinggi 2 cm Bian sangat tidak atletis.
"Tar gue kasian banget kah kalo lagi makan? Lo ngelihatin gue seakan gue ini adalah anak Piatu yang ga pernah dapet kasih sayang." Tara mendengus geli mendengarnya.
"Bukanya emang iya ya"
"Sialan lo! Eh tapi serius deh kenapa ya lo bisa tiba-tiba asik gini, mana segala traktir gue makan lagi, kan aneh banget! "
"Siapa bilang gue nraktir lo deh? Bayar sendiri lah" Bian tidak menjawab, tapi tangannya memukul dengan tidak santainya kepala Tara, tapi Tara sama sekali tidak terlihat kesakitan.
"Sak karepmu lah Tar, btw mau nggak gue ajak ke rumah kaca? Gue kenalin sama temen-temen gue! " Melihat binar dimata Bian, Tara mengurangkan niatnya untuk menolak Bian, dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk memperbaiki keadaan.
"Yash! Lo siap siap aja ketemu 4 manusia aneh yang super duper cerewet! " Tara hanya mengangguk dan memberi kode pada Bian untuk segera menghabiskan baksonya.
.........
Benar saja kini keduanya sudah berada di depan rumah kaca tempat dimana Bian merasa nyaman selama ini, hari sudah menjelang malam, mungkin di dalam mereka sedang bersantai atau mengerjakan tugas.
"Eeyoowwww BIAN KAMBEEKKK, DAN LIAT BIAN BAWA SIAPA HAHAHAHA" Ke 4 orang yang ada di dalam rumah kaca tersebut menengok ke pintu masuk, memastikan kira-kira apa lagi kerusuhan yang Bian buat.
"Tar sini kenalan, bang, teteh, emba, and jojoo kenalin ini kembaran guee! " Ucap Bian dengan riang, tapi sepertinya Tara kurang disambut baik disini, mereka ber 4 masih terdiam mencerna keadaan,mendadak sekali Bian membawa Kembarannya yang selama ini belum pernah mereka temui tapi seringkali mereka caci maki.
"Ngapain deh bawa dia kesini? Dia kan jahat ke kamu Bi" Sewot Jojo saat melihat cowok di samping Bian itu hanya memandangnya dengan tatapan datar.
"Dia temen lo Bi? Pantesan. "
"Loh kamu sama Jojo udah pernah ketemu kah? "
"Nggak penting, sekarang apalagi? Gue udah masuk dan tau dimana selama ini elo berpulang, so boleh gue pergi? Lo pasti udah aman kan disini. "
"Eeeii? Kamu disinilah main, kan tujuan aku bawa kamu buat itu, nggak usah dengerin Jojo! "
"Haha iya Tara, halo salam kenal, aku Eri, panggil aja mbak Eri"
"Kalo aku panggil aja Teteh Oci, salam kenal. "
"Bara." Ingatkan bahwa faktanya Bara pernah bertemu dengan Tara, waktu dia menemukan Tara di pantai dengan keadaan yang cukup berantakan, namun Tara mungkin tidak mengenalinya, lagipula setiap ia datang ke rumah mereka Tara selalu tidak ada.
"Tara, Biantara. "
"Tau.lo kan cowok songong najis jahat sama kembaran sendiri. "
"Jojo jangan ngomong gitu! " Tegur teh Oci saat adek adekannya itu berbicara sembarangan sekali.
"Fakta kok"
"Udah udahh mending kita ngapain gitu yang asik, mumpung ada Tara nihh, dia lagi mode baik soalnya! "
"Hm.. Ngapain ya enaknya. "
"Game? "
"Setuju!! "
Seperti yang diusulkan bang Bara, kelima orang tersebut akhirnya bermain game bersama, mereka nampak sangat bersenang-senang.
"Hahaha udah gue bilang gaakan ada yang bisa ngalahin gue!! " Bian tertawa sangat kencang saat ia berhasil mengalahkan jojo yang dimana jiwa nggak mau kalahnya kuat banget,, auranya senggol bacok banget deh pokoknya.
"Mana ada! Lu curang ah bocah kencur!! " Protesnya tidak Terima.
"Yee! Jojo mah suka gitu, gamau kalah banget! Kalah ma kalah ajaa yakan teh! " Sahut bian meminta pembelaan pada teh oci yang sop spoken itu.
"Heh lu berdua bocah curut kagak usah ribut deh, muak sekali aku ini"
"Bang bara kok gituuuu,, marahin lah jojonya,, nggak asikkk!! "
"Gelut sana gelut mbak mah males udah" Udah gitu jojo sama bian mulai berdiri dan adu pelototan sampai bikin suasana jadi rame karena bang Bara malah jadi suport sistem mereka tengkar,, kurang ajar memang.
Suasana hangat namun menegangkan ini tentu saja tidak luput dari pandangan Tara, senyum teh oci melihat tingkah kekanak-kanakan Bian dan jojo,, muka muak mbak Eri dan seruan seru dari bang Bara membuatnya yakin selama ini bian memang benar benar mereka jaga dengan baik, Arti rumah bagi seorang Bian bukan lagi Ayah arjun, bang Daniel ataupun dirinya....
"Tar"
"TARAA!!! WOYY! " Asik melamun tara sampai tidak sadar kalau bian telah memanggilnya berkali-kali.
"Apa sih. "
"Ipisih,, kamu tu! Dipanggil dari tadi kagak nyaut nyaut kenapa dah! " Tara menghela nafas berat lalu bertanya lewat ekspresi wajahnya.
"Aku sama yang lainnya mau lakuin hal seruu, kamu ikut yuk!! " Yang Bian maksud adalah pergi menemui anak anak panti seperti biasanya, tapi belum sempat Tara menjawab handphone nya malah berbunyi, dan nama bang Daniel tertera di layarnya.
"Gue angkat telfon bentar. "
"Kenapa."
"Ayah masuk rumah sakit, lo kesini. " Tanpa mengatakan apapun Tara langsung berlari pergi meninggalkan rumah kaca sampai membuat semuanya kebingungan.
"Woyy TARAAA MAU KEMANAAA!!?? " Teriak bian kebingungan, aneh sekali kembarannya ini.
"Udah biarin aja tu orang, lagian gue mau meluruskan sesuatu. "
"Apasih jo? "
"Kenapa tiba tiba tu anak nongol disini? Bukannya lo bilang dia sama aja kek yang lainnya? " Bian terdiam sejenak, sejujurnya dia sendiri juga bingung sih.
"Gatau jo"
"Gatau gimana deh, gimana kalo dia merencanakan sesuatu? Semisal hancurin rumah kaca ini? Ngebom sampai ini rumah hancur?! " Bang Bara meraup wajah jojo dengan jengan, ni anak emang agak agak deh.
"Kejauhan jo mikirnya, udah tau otaknya dangkal"
"Kurang ajar lo bang!! "
"Hehh udah udah, ini teh jadi apa enggak kita ke panti? Kalo masih mau lanjut mah teteh mau pulang ajah"
"Hayoloo teteh ngambek tahhh,mbak ga mau ikut ikutan deh"
"Atuhhh maapin teehhhhh iya ini ayo gas nguengg sampek kenalpot ngeborrrsssss" Seru bian dan jojo bersamaan sambil berlari memeluk teh oci tercingtah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bian :Jojo lucu banget ya TARR Tata :g.
Spesial tag buat kalian @Ch01ella dan @xazgyu Makasih yaa udah nungguin🤗🤗🤗jadi aku putuskan buat lanjut 😭😭👋pelan pelan gapapa ya, aku habis baca ulang ini konfliknya cukup berat,, jangan lupa vote and komennya 🥵🥵👹