#Enjoy The story #
Di dunia yang kejam ini, seorang Bian berhasil bertahan hanya karena nama seseorang yang tak lagi bisa dilihat si pemiliknya.
Berjalan dengan malas dan lesu, wajah tegas nan manis itu nampak kusut tak berbentuk,iya..Bian yang sedang meratapi nasibnya sambil menyusuri panjangnya koridor sekolah,kenapa sih hidupnya begini? Tidak ada yang harus dikhawatirkan,Tapi kenapa selalu saja ada satu hal yang bikin otak Bian eror,mikir kotor,maksudnya bukan ke hal jorok, tapi tipe overthingking sesuatu yang seharusnya tidak perlu.
Dia iri,Kenapa ya hidupnya tidak bisa senormal siswa SMA pada umumnya? Harusnya diusia sekarang, Bian hanya perlu menghawatirkan uang saku, peringkat dan bersenang-senang,Bukan memikirkan tentang potongan mimpi mimpinya yang tidak jelas itu.
"lo bolos lagi?"
Gedung Kelas IPA,sesuatu yang masuk ke list daftar hitam bagi Bian, disini ada Tara, manusia ngeselin!!,selalu mencibir kegiatannya di sekolah yang monoton ini,
"Bi lo masih nggak ada jera-jeranya ya? "
Tara masih tidak menyerah, oh ayolah dia muak dengan kembarannya ini, tidak jera sama sekali meskipun kerap kali sang Ayah menghukumnya akibat melanggar aturan.
"lo dengerin gue nggak sih? Mata-mata papa banyak bego! Lo bisa kena lagi!"
"huhf......... "
Bian berhenti berjalan, merasa muak, jika dia abai, kembarannya ini pasti tidak berhenti berbicara.
"lo ngapain sih? Caper? "
Tara yang dilempari perkataan seperti itu tentu saja mengernyit tidak mengerti.
"nggak usah sok suci,lo sendiri kan mata-mata Ayah Arjun. "
"hhaha.. Sumpah ya Bi? Lo masih mikir kalo gue yang selama ini nyepuin kelakuan jelek lo ke Ayah? "
Tara berucap menggebu-gebu merasa tidak terima saat dirinya dituduh yang bukan-bukan,Tara memang sering menegur Bian jika anak itu macam-macam,tapi dia tidak seburuk itu untuk melaporkan kelakuan kembarannya itu pada sang Ayah.
"nyadarin aja sih"
Walaupun dia santai, tapi rada jengkel juga pas kembarannya itu bilang "kelakuan jelek".
"wah, sinting, gila lo. Gue udah coba baik ya sama elo. Masih mending gue ingetin. "
"nggak ada yang nyuruh kan? "
Oh ayolah!?Bian tidak paham dengan dirinya sendiri, Pasti seperti ini kala Tara sudah mencoba berdamai dengannya, ada saja masalah yang lagi-lagi membuat mereka jauh, sebenarnya Bian suka diperhatikan Tara, tapi.... Kenapa rasanya berbeda.. Tara seperti tidak ikhlas? Selalu mengeluarkan kata-kata tidak enak saat menegurnya dan berakhir seperti sekarang ini,Bian merasa Tara hanya terpaksa perduli pada Bian.
"ini yang bikin gue muak sama elo Bi"
Tara melengos pergi meninggalkan Bian begitu saja yang saat ini diam tak bergeming,Tara sedang tidak ingin berkelahi,
"Sorry...."
Bian menatap kepergian Tara dengan sendu,kenapa ya mulutnya tidak pernah bisa dikontrol saat menghadapi keluarganya? Ini semua emang salahnya Bian! Dari awal Bian emang pembawa sial!.
"woy bro! Dari mana aja lo? "
Heru datang dari arah berlawanan, sepertinya baru saja keluar kelas, bisa Heru lihat si Bian yang sedang berdiri kaku di depan kelas Ipa 1,kelas milik Biantara yang lainnya.
"loyo amat yang abis bolos, kantin kuy! Gue traktir! "
Bian berdecak malas lalu menghempaskan lengan Heru yang ada di pundaknya,dia harus belajar, karena hari ini ada latihan ujian, entah kenapa nilainya sering turun akhir-akhir ini, meskipun tidak menyentuh angka 9 setidaknya nilai Bian tidak di bawah kkm, dan minggu ini semua angka nilainya tidak jauh dari angka 6,padahal dia sudah banyak belajar tapi pas kertas ulangan itu sampai di depannya,Bian lupa,lupa segalanya, ingatannya akhir-akhir ini agak memburuk, sepertinya dia harus menggoreng kepala teri lebih banyak untuk meng-nya, saling berbagi antara majikan dan babu sepertinya agak menguntungkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
BIANTARA
Novela JuvenilSebuah insiden besar membuat keluarga yang untuh itu menjadi terpecah belah, kehilangan seorang perempuan cantik yang sering mereka panggil bunda membuat badai besar menyelimuti kehangatan rumah besar tersebut, menutupnya hingga dilanda kedinginan y...
