#enjoy the story#
!sorry for typo!
Disana......bundanya menangis sangat keras sampai Bian bingung dibuatnya,ada apa??......
Kejadian tadi pagi seakan terlupakan begitu saja oleh Bian,alih-alih pusing memikirkan kejadian memalukan tadi Bian lebih memilih menelungkupkan wajahnya ke meja dan berakhir tertidur pulas,walaupun hanya 10 menit,tidur sukses membuat Bian linglung,ditambah mimpi singkatnya tadi,,
Aaahhh sudahlah dia hanya harus fokus pada pelajaran sebelum kena tegur dan disuruh keluar kelas meskipun dia ikut mencatat,dia bukanlah Tara si anak kebanggaan guru,si ambis berotak encer itu kalaupun tertidur dikelas tidak akan kena tegur,paling-paling malah dikasih bantal atau kasur sama guru piket,mengingat prestasinya yang hampir mengisi seluruh lemari piagam sekolah.
"pestt pestt,cuci muka sana,kena tegur mampus lo"
Bisik seseorang di sebelah Bian yang diketahui bernama Heru,temen satu satunya Bian yang sedekat nadi,tapi kelakuannya tidak mencerminkan akhlak baik,bisa-bisanya dia bisik-bisik tapi kedengeran sampek kelas tetangga.
"Heru goblok!"
"Bian,Heru,kalian bikin keributan di kelas saya,dan ini baru jam pertama?!"
Kan kan!,,Heru emang temen Bian,tapi kalo saat saat begini rasanya ingin Bian mampusin saja,mana lagi pelajarannya Bu Puji lagi,tu Guru emang sensitif orangnya,ibarat mah senggol bacok kalo kata budak jaman jigeum.
"maaf bu bukan saya,tapi Heru"
"kalian sama saja!keluar dari kelas saya"
Tuhkan apa kata Bian,dia udah mati-matian fokus ke pelajaran eh malah ada setan yang bisikin dia,kelar udah hari ini,moodnya benar-benar merosot ke inti bumi.
"iya bu"
Mereka berjalan menuju luar kelas,nurut saja mereka dari pada lebih parah,biasanya guru bakal diem kalo omongan mereka di dengerin,ada untungnya juga,Bian jadi bisa bermain basket yang tadi pagi ia tunda karena mengantuk.
"Bi..
"....."
"Bi sayang jangan ngambek elah!"
"mulut lo her!"
"iya ini cingir gue emang lancang banget iya! "
"dasar bibir dower!"
Kesal sih dikatain begitu, tapi Heru bisa apa selain pasrah?
"Bi bettle kuy"
Heru ada ide,nampaknya memang hanya basket yang bisa menggembalikan moodnya seorang Biantara Marva,jika tidak pasti umpatan demi umpatan bakalan Heru terima dan itu pasti membuatnya kesal,iyalah!siapa coba yang nggak kesal kalo dikatain yang enggak-enggak?ujung-ujungnya berantem deh sampe tiga hari baru baikan,kata orang tua kan nggak baik marahan lebih dari tiga hari,jadi baikannya nunggu tiga hari dulu,ya begitulah sircle pertemanan seorang Biantara Marva Segara dan Heru Setya Wijaya.
"kuy,,10 poin!yang kalah traktir sunbucks!"
Kan-kan apa yang Heru bilang bener.
.............
Berdiri di tengah-tengah lapangan basket,saling berhadapan satu sama lain,2 cowok berambut mulet tersebut saling menyeringai tengil,
"Wooyyy Bian sama Heru mau mau duell!!!
Senyum keduanya semakin merekah saat mereka berhasil merebut perhatian murid-murid SMU JAYA BIRANA.
"mampus, nyesel nggak tuh Bu Puji nyuruh kita keluar-,
" GO! "
Belum selesai berbicara tetapi sudah dipotong sama si Bian, dan dengan segala skill plus kelihaian, Bian berhasil menembak satu poin, sorak-sorak kagum mulai terdengar dari setiap penjuru kelas, Bian pun tersenyum puas,beda lagi sama Heru yang malah mangap kesal, dia bisa saja menyalip Bian, tapi itu tidak akan pernah terjadi karena-
KAMU SEDANG MEMBACA
BIANTARA
Teen FictionSebuah insiden besar membuat keluarga yang untuh itu menjadi terpecah belah, kehilangan seorang perempuan cantik yang sering mereka panggil bunda membuat badai besar menyelimuti kehangatan rumah besar tersebut, menutupnya hingga dilanda kedinginan y...
