Mimpi #33

18 0 0
                                        

Aku bermimpi ada sebuah kota di Palestina yang hampir hancur karena perang. Lalu, untungnya perang terhenti.

Waktu pun berlalu. Maka, kini aku sudah menikah dengan putri mahkota Aiko dan pernikahan kami telah mendapat restu dari ayahnya, Kaisar Naruhito. Hanya saja, saat kami tidur dalam satu kamar suasana berubah menjadi canggung. Aku merasa rendah diri karena perempuan yang menjadi istriku adalah seorang calon ratu di Jepang.

Beberapa hal tampak terasa mengganggu di hari itu. Ternyata, pada pagi harinya ada gangguan dan mereka bersembunyi di atas awan. Aku pun melempar tombak dan mengenai sasaran.

Hal tergila yang terjadi saat itu adalah aku melempar tombak tanpa alat bantu dan butuh waktu yang lama bagi tombak itu sampai tepat menuju sasaran. Sebuah target yang tampak kecil dan sangat jauh. Maka, tampak seseorang datang kepadaku dan menyerahkan diri. Dia adalah temanku, Sultan.

Sultan adalah anak punk yang membuat tato di kulitnya dan menindik telinganya. Maka, saat dia datang aku memberikan kuncian di kaki dan membuat dia terjatuh. Namun, aku tak memberikan serangan tambahan karena dia temanku. Terlebih, dia sudah menyerahkan diri.

Kejadian ini membuat aku yakin diriku pantas dengan Aiko dan dia memang jodohku. Aku tak perlu mereka rendah diri karena aku mampu menjaga istriku.

MimpiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang