Aku bermimpi bertemu ustadz Adi Hidayat dan saat itu dia menegurku bahwa shalatku terlalu cepat. Lalu, aku memberikan alasan bahwa aku sudah melaksanakan shalatku dengan sempurna sebab dibantu oleh smartphone. Namun, ustadz Adi Hidayat masih menganggap hal itu masih belum sempurna.
Aku bermimpi ingin melaksanakan sholat dan aku tiba di sebuah sekolah. Saat itu, banyak orang-orang selain aku yang juga melaksanakan sholat.
Maka, entah mengapa pakaianku hilang dan kembali dalam waktu yang cepat seperti kedipan mata. Untungnya aku ada di meja dan dalam kondisi membungkuk. Meja itu yang melindungiku agar aku tak tampil memalukan.
Maka, saat itu pikiranku sedang linglung. Saat percobaan pertama, aku tidak tenang saat sholat. Maka, pada percobaan kedua, aku berhasil sholat dengan tenang. Hanya saja, ada yang menegurku bahwa aku terlalu bermain-main saat melaksanakan sholat.
Aku pun memperhatikan cara sholatnya. Ternyata, cara sholat mereka tidak bagus karena mereka tak memenuhi shaf pertama dan langsung membentuk shaf kedua agar membentuk pola kotak.
Aku tak ingat apakah aku melanjutkan sholatku. Hanya saja, aku mengerti akan sikap semua orang tanpa harus bertanya pada mereka.
