Mimpi #2

39 2 0
                                        

Aku bermimpi ada guru yang melakukan kecurangan hingga dia harus mendapatkan somasi.

Aku pun bertemu Muhammad Salah yang merupakan pemain bola di pasar. Dia mengambil Al Qur'an kecil yang ada di toko milikku yang merupakan penyimpanan tas terbesar milik ayahku.

Aku bermimpi berbicara dengan perempuan hitam berambut ikal dan panjang. Maka, dia mulai berbicara tak jelas. Maka, aku berkata kamu hanya membuang waktuku. Maka, perempuan itu mulai menceritakan aibnya sendiri dan mengatakan tentang kenakalan tempat dia sekolah. Aku berkata kamu tak perlu berbicara sejauh itu.

Maka, aku berada di rumah. Tiba-tiba ada cahaya yang begitu banyak dan seseorang tampak berbicara kepadaku. Namun, aku curiga dengan keadaan meskipun itu pertama kali bagiku melihat mimpi begitu ajaib seperti hari ini. Maka, aku berusaha mendengarkan dan ternyata dia sering membuat kesalahan saat berbicara seolah mengenal diriku.

Lalu, aku sudah berada di pinggir sebuah lubang dan dipenuhi air berwarna hijau. Sepertinya mereka hendak melemparku ke sana. Maka, aku meloloskan diri dan mendorong salah satu dari mereka masuk ke lubang itu. Aku pun hendak menipu temannya dan aku bermaksud mengambil earphone miliknya. Ternyata, tipuanku berhasil.

Maka, aku ke sekolah dan ternyata tempat itu sudah sering melakukan tipu daya melalui mimpi. Lalu, mereka menganggap itu lelucon. Aku berkeliling dan mencari kakus dan ternyata biara itu satu tempat dengan kakus. Seseorang berkata, sampai kapan kamu melakukan hal ini dan itu diucapkan kepada salah seorang temannya.

Aku pun berada di kelas dan ternyata ada materi football dan seorang siswa mencoba menjelaskan. Di papan tulis terdapat tulisan tanpa huruf vokal. Maka, tiba-tiba ada dua perempuan yang mencoba menjadikan pria itu pacarnya di depan guru dan teman-teman kelas meskipun itu waktu belajar.

MimpiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang