21. BGIP

3.6K 246 138
                                    


*
*
*
*
*
*
*
*
*
*

*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*

mereka sekarang masih berada di pendopo dekat aula

mala sedang asik memakan marshmellow yang tadi dia beli di koprasi pesantren

"oh ya rakh perjodohan kamu 2 hari lagi ya kamu akan bertemu calon istri kamu 2 hari lagi" celetuk leon

deg!

bagai di sambar petir di siang bolong di tancap ribuan belati sakit dan perih  begitulah kondisi hati mala

mala tentu shock sampai sampai marshmellow yang berada di tangan nya jatuh ke dalam es teh yang berada di depan nya "jodohin" batin mala menatap rakha sendu

rakha benar benar merasakan sesak harus merelakan gadis yang duduk di sebelah bunda nya

rakha mendongakkan kepala nya guna mencegah buliran bening yang ingin jatuh dari pelupuk mata nya

rakha menatap ke arah mala yang juga menatap nya dengan sorot sendu "jangan natap aku kaya gitu ala! sakit!" batin nya lirih juga menatap mala dengan sendu "tapi kenapa mala menatap aku seperti itu?"lanjut nya

"iy-ya bunda ayah nanti rakha izin pulang 1 hari lagi" jawab rakha dengan mulut yang sedikit bergetar

bagaimana mungkin dia selma 1 bulan lebih melabuhkan cinta kepada seorang gadis tapi dia malah menikahi gadis lain sungguh rasa nya sakit! selalu meminta nya di sepertiga malam tapi di buat terdiam dan mengalah oleh takdir
  

mala menundukkan kepala nya dengan air mata yang sudah menetes deras membasahi pipi chubby nan mulus milik nya, dia tidak bisa mencegah karena kedua tangan nya yang dia gunakan untuk mencengkam kuat dada nya karena merasakan sakit yang begitu dalam.

cantika dan adara yang sebenar nya juga tahu penyebab pembuka pintu hijrah mala adalah rakha dan bagaimana perjuangan mala meminta rakha di sepertiga malam dan Dhuha nya, juga mersa kasian terhadap mala.

"la" panggil cantika lirih yang berada di samping nya

"sakit" gumam nya yang cuma bisa di dengar oleh cantika di karenakan leoni masih asik makan

cantika menoleh ke arah adara yang juga memperhatikan dirinya dan mala "dar" panggil cantika adara yang mengerti pun cepat cepat merangkul cantika dan mala ke dalam pelukan nya

semua interaksi itu tak luput dari pandangan ke tiga laki laki yang berada di sebrang nya

"mala kenapa dar kok nangis?" celetuk zaki karena tidak sengaja melihat buliran bening jatuh di pipi mala

mala semakin menyembunyikan wajah nya di dalam pelukan kedua sepupu juga sahabat nya

"mala ga papa kan can?" sekarang gibran angkat bicara yang mendapat gelengan dari cantika

leoni dan leon langsung menatap ke arah mala mereka berdua terkejut melihat mala yang sudah menangis dengan sesenggukan

"sayang kamu kenapa?" tanya leoni lembut coba menyentuh mala tapi mala cuma menggeleng dalam pelukan cantika dan adara

tess

bukan bukan air mata mala yang luruh tapi itu air mata rakha

entah kenapa melihat mala menangis seperti itu membuat hati nya yang tadi nya sesak dan perih juga sakit kini bertambah berkali kali lipat

BAD GIRL IN PESANTRENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang