Sudah satu bulan semenjak jennie sakit, joohyun menjadi lebih over protektif terhadap anak_anak nya, bahkan joohyun melarang anaknya agar tidak terkena hujan walau hanya gerimis, tidak hanya jennie, jiso pun dilarang keras.
Hari ini jadwal pertandingan basket tim jennie, yah sekolah mereka terpilih menjadi tuan rumah dalam ajang antar sekolah.
Jadi hari ini sekolah mereka sedang free pembelajaran karena sedang ada ajang pertandingan basket antar sekolah.
"Jis, ros?" Panggil nayeon, kepada sahabat sekelasnya.
Rose dan jiso langsung berbalik seketika saat nayeon memanggilnya. "Ya kenapa nay?" Tanya rose balik.
"Eh kalian mau kemana?" Nayeon bertanya.
"Mau keperpus abisnya bosen dikelas mulu, kan kita lagi free." Jawab jiso.
"Mendingan kita liat tim basket sekolah kita aja yukk, dari pada diperpus bosen, aku denger dari perwakilan sekolah kita lagi tanding."
"Ihh males dehh, rame desak_desakan berisik lagi." Jiso membayangkannya saja sudah malas.
"Ihhh seru tau jis." Timpal nayeon.
"Eh tunggu deh, bukanya tim basket kita udah kalah ya, kan kemaren jaehyun cerita." Ujar rose.
"Iyaaa, itu kan tim cowok, sekarang yang tanding tim cewek, udah masuk semi final, juga, ayoo, keburu selesai." Nayeon memaksa.
"Eh tapi~," Ucap jiso terpotong, saat Nayeon menarik tanganya, dan reflek ia juga menarik tangan rose.
Mereka bertiga berjalan kelapangan basket dengan saling tarik menarik.
Jiso , nayeon dan rose berdiri dipinggir lapangan, menonton basket.
"Loh chu, itu bukanya jennie." Kaget rose setelah melihat jennie yang kembali masuk lapangan setelah minum.
"Loh kok jejen ikut bertanding. " Bingung jiso.
"Lah kalian gk tau apa, kalo si jennie jennie itu, kapten tim basket sekolah kita. " Ujar nayeon memberi tahu jiso dan rose.
"Apa!" Kaget rose dan jiso bersamaan.
"Sejak kapan?" Tanya jiso penasaran.
"Sejak tim basket putri maju lagi kayaknya, emang kenapa sih kok kalian kayak kaget gtu." Tanya nayeon heran.
Tanpa pikir panjang jiso langsung berlari ke tengah lapangan.
"Jichu." Panggil rose keras, saat jiso tiba_tiba berlari ke tengah lapangan.
dan langsung menarik tangan jennie untuk ikut denganya ke pinggir lapangan yang sedikit sepi.
Untung pertandingan sudah selesai, namun jennie belum salam_salam Dengan lawanya, tapi langsung ditarik oleh kembaranya.
"Lo Apa_Apaan Sih Chu!." Marah jennie.
"Lo Yang Apa_Apaan Jen." Ucap jiso tak kalah emosi. "Kamu udah berani bohongin orang tua kita, kamu ikut tim basket tanpa sepengetahuan dady dan momy."
"Terus kenapa kalo aku ikut tim basket hah? Gk ada urusanya sama kamu."
"Itu jadi urusanku karena kamu gak ada izin sama orang tua kita."
"TERUS KENAPA, LO MAU ADUIN GUE KE DADY MOMY, BIAR APA? BIAR GUE HOME SCHOLING IYA." Ucap jennie begitu emosi, karena badanya juga lelah habis bertanding dan sekarang kembaranya ini ngajak berdebat.
"Jennie," Tegur rose saat mendengar jennie berteriak pada jiso.
"Kenapa, lo juga mau aduin gue, aduin aja, kalian berdua itu sama aja, sama_sama tukang ngadu, anak manja, ini alasan aku gak mau satu sekolah sama kalian, karena kalian itu tukang ngadu." Ucap jennie meluap_luap.
