Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tuan Jeno memasuki sebuah toko kebutuhan hewan peliharaan, membeli makanan nya dan vitamin nya.
Setelah selesai ia keluar dari toko itu hendak segera pulang, Tuan Jeno datang hanya memakai vespa tua yang dahulu ini sangat keren di zaman nya.
Kalau dilihat seperti ini, tidak ada yang menduga bahwa dia adalah orang kaya. Jauh dari kesan mewah...
Saat ia di depan vespa kesayangan nya, ia tak sengaja membawa tatap ke arah yang sangat familiar.
Ini adalah area lari pagi nya ketika muda, lalu Tuan Jeno mencari spot tempat sangat mengesankan di dalam kehidupan nya... Yaitu tempat nya pertama kali bertemu Huang Renjun.
Di mulai dari penyelaman anak kucing kecil kala itu, lalu mereka berkenalan dan menghabiskan pagi bersama...
Tanpa sadar Tuan Jeno tersenyum sambil menunduk melihat cincin pernikahan nya.
"Tukang obeng kesayangan ku" ucap nya sambil mengelus lembutnya bahan cincin
Setelah itu Tuan Jeno menyadari sesuatu juga, bahwa tempat ini sekarang juga menjadi tempat yang memiliki banyak pengunjung asing dengan pasangan mereka.
Jeno melihat banyak pasangan yang saling jatuh cinta di depan nya saat ini... Korea Selatan menjadi tujuan banyak pasangan untuk berbulan madu atau sekedar menghabiskan hari libur mereka hanya berdua saja.
Secara spontan Tuan Jeno teringat akan Nyonya Renjun, sudah lama mereka tidak jalan jalan berdua.
Jeno merogoh ponsel di saku celana nya, lalu menghubungi istri nya yang saat ini mungkin sedang berjemur.
Telfon tersambung dan di angkat oleh Nyonya Renjun.
'Huang Renjun yang cantik di sini, Ada apa?'
Renjun lebih dulu berucap dengan nada bercanda
Tuan Jeno tertawa kecil, "umm kalau kau tidak keberatan, apa kau memiliki waktu luang?" tanya Jeno seperti pria muda yang sedang menghubungi kekasih nya di rumah.
"Bisakah kita bertemu? Bukan apa-apa, aku hanya ingin melihat mu" tambah nya
Diseberang sana terdengar gelak tawa yang sangat jernih dari Nyonya Renjun, Nenek tua itu tahu bahwa suami nya sedang menggoda dirinya sekarang.
Jeno sebenarnya ikut tertawa tapi ia tidak tertawa sekeras Nyonya Renjun.
"Bisakah berhenti tertawa? dan beri aku jawaban... Hati ku berdebar tanpa alasan..." ucap Tuan Jeno lagi
Namun bukan nya menjawab, Nyonya Renjun terdengar semakin keras tertawa... kalian pasti tahu bagaimana cara nya tertawa, nyaring yang membuat orang lain dengan mudah mengenali bahwa itu adalah gelak tawa nya.
'Jeno-yaaaaaaaaaa' jawab Nyonya Renjun kini merasa di bawa kembali jauh ke masa muda.
'Kau mengajak ku berkencan?' tanya Nyonya Renjun lagi