Fifth Day 09:00

6 1 0
                                    

Haechan dibawa keluar dari tempat itu dan akan ditelantarkan. Mark hanya melihat sebuah truk dengan beberapa orang disana. Haechan yang masih dalam keadaam sekarat dilempar ke dalam truk dan pergi dari sana.

Mark menahan tangisnya. Theo masih tertidur didalam kamar. Mark ingin mengikuti truk itu, tapi tidak mungkin. Mark harus berusaha rela mulai saat ini, tapi itu sulit baginya.

10:30

Haechan diterlantarkan di Manchester, Shaw Road, Oldham, kawasan terpencil di Inggris. Salju mulai berjatuhan, dengan kondisi badannya yang masih melepuh, tubuhnya langsung bersentuhan dengan dinginnya salju.

Baju Haechan yang tak beraturan itu tidak ada gunanya. Haechan terbangun, merasakan ngilu dan perih dibadannya. Pria itu meninggalkan Haechan disana dan pergi dari sana dengan korban yang lainnya.

Haechan berusaha membuka matanya. Salju turun mengenai tangan kanannya. /salju...?/ batinnya. Haechan menatap sekeliling, ia tak berada ditempat itu lagi. Ia senang, namun ia merasa takut.

Haechan tidak tahu ia berada dimana sekarang. Haechan mencoba berdiri, namun ternyata kakinya patah, entah sejak kapan. Haechan hanya terpojok disana, digang kecil dan dibalik tong sampah hijau yang berukuran besar.

Haechan menatap kosong ke depan, melihat orang berlalu lalang. Dilihat lihat, pakaian mereka hanya sederhana dan tidak seperti dikota. Ia mengira kalau dia berada didaerah terpencil disini. Sial, batinnya.

Haechan ingin ditolong, tapi ia ingin juga segera mati. Rasa sakit ditubuhnya semakin bertambah, bahkan Haechan hanya sekali makan dan minum selama lima hari ini. Perut Haechan terasa seperti diremas, ia kelaparan setengah mati.

Day By DayTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang