06.

2 0 0
                                        

Beberapa Minggu berlalu kedekatan antara elara dan Raska pun menjadi semakin dekat, mereka juga sering pulang bersama, Raska juga sering membantu elara mengerjakan tugas sekolahnya, seperti saat ini sepulanv sekolah mereka tidak langsung pulang kerumah melainkan, mereka mampir ke sebuah cafe untuk mengerjakan tugas sekolah bersama, sebelumnya elara juga sudah meminta izin pada indira untuk pulang agak telat, dan indira mengijinkannya.

"Kak, yang ini kok susah banget ya" gumam elara, gadis itu sudah mencoba untuk mengerjakan soal matematika berkali-kali namun dia tidak menemukan jawabannya.

"Coba sini gue liat" elara memberikan bukunya pada Raska.

"Susah kan" elara memilih untuk meminum matchalatte yang ada di depannya, yang sedari tadi dia biarkan karena sibuk mengerjakan tugas nya

Raska terkekeh setelah melihat buku milik elara "Ini awalnya aja udah salah, ya pantesan aja ga ketemu jawabannya cil" Raska meraih pulpen milik gadis itu lalu membantu mengerjakannya, sedangkan elara memperhatikan Raska yang sedang mengerjakan tugas miliknya sambil mengangguk-angguk mengerti "oh gitu ya"

Setelah selesai Raska menyerahkan buku milik gadis itu "nih, soal selanjutnya kayak gini juga cara nyelesainya, cara ngerjain nya kek gini juga, lu tinggal niru aja" elara mengangguk paham lalu mencoba untuk mengerjakan soal selanjutnya, setelah di rasa benar dia menunjukkan jawaban yang dia tulis pada Raska.

"Nah iya betul, pinter banget sih cill" Raska merasa bangga pada gadis tersebut karena paham dengan apa yang sudah dia jelaskan, lalu Raska mengacak puncak kepala elara gemas.

"Siapa dulu, elara gitu loh" gadis tersebut tidak marah ketika Raska mengacak puncak kepalanya, bahkan jika rambut nya berantakan, gadis itu hanya merapikannya kembali dan tidak marah sedikitpun, dia merasa senang ketika mendapatkan perlakuan seperti itu, bahkan elara sangat menyukai setiap Raska melakukan nya.

Setelah tugas matematika nya selesai elara memasukkan kembali alat tulis dan buku miliknya ke dalam tas, lalu meminum kembali matchalatte yang sisa setengah gelas hingga tandas.

"Pulang yuk" ajak Raska setelah dirasa hari sudah mulai gelap.

"Yuk"

Mereka berdua kembali melewati taman yang beberapa hari lalu pernah mereka lewati, di malam hari taman tersebut terlihat sedikit lebih indah karena ada lampu warna warni yang menghiasi di sekitar taman, elara memperhatikan taman tersebut yang terlihat ramai, netra gadis itu tak sengaja melihat pada seorang penjual balon kelap kelip yang berada di pinggir taman.

"Ih lucu banget" gumam elara tanpa sadar.

"Apanya yang lucu" tanya raska yang mendengar perkataan gadis tersebut.

"Itu loh kak, balonnya kelap-kelip lucu" elara menunjuk pada seorang penjual balon kelap kelip tersebut.

"Mau?" Tanya cowo tersebut tanpa berfikir panjang.

"Aku bukan bocil kak, masa beli begituan"

"Kan lu emang bocil, yaudah yuk beli" Raska melajukan motornya mendekati penjual balon kelap kelip yang elara maksud.

Raska turun dari motornya begitupun juga dengan elara "bentar tunggu sini" ujar cowo tersebut.

"Males ih, kak Raska ngejek mulu" gerutu elara, gadis itu terlihat sedikit cemberut karena di ejek bocil oleh raska.

"Udah gausah ngambek nih balon lucunya buat elara yang lucu" Raska memberikan balon kelap kelip tersebut pada elara, raut wajah elara yang tadinya cemberut berubah menjadi senang karena balon kelap kelip yang diberikan oleh cowo itu.

"Makasih kak"

"Jadi pengen kembang gula deh" ujar Raska sembari melihat ke sekeliling untuk mencari penjual kembang gula, dan ya cowo tersebut menemukan nya tak jauh dari tempat nya saat ini.

"Mau ikut ga" ajak Raska, elara mengangguk mereka berdua berjalanan beriringan menuju penjual kembang gula.

Setelah raska mendapatkan kembang gula yang dia inginkan keduanya memutuskan untuk duduk sejenak di sebuah kursi yang di sediakan di taman.

"Makan kok kembang gula, kek bocil aja" ejek elara, gadis itu merasa puas karna bisa membalas Raska.

"Emang bocil doang yang makan kembang gula, lagian gue pengen soalnya udah lama juga ga makan ini"

"Hilih, alesan"

"Mau ga, enak loh" Raska menawari elara kembang gula miliknya.

"Gamau"

"Udah nih gausah malu malu gitu cil" Raska mengambil sedikit kembang gula lalu menyuapi gadis itu.

"Manis kan, tapi lebih manis elara" gumam cowo tersebut, yang membuat elara sedikit salah tingkah, ingat ya cuma sedikit.

"Apaansih kak, gombal" elara sedikit mencubit lengan Raska karena merasa malu.

"Aduh duh sakit cil, lu kecil kecil cabe rawit ya ternyata" Raska mengelus lengannya yang terasa sedikit sakit.

🪐🪐🪐

"Akhirnya pulang juga" ucap Indira setelah beberapa menit yang lalu menunggu sang putri sambil menonton tv, matanya sesekali melirik pintu rumahnya berharap sang putri segera pulang.

"Kan elara udah bilang bun, kalo elara pulangnya agak telat tadi" elara menyalami tangan sang bunda yang sedang asik menonton tv.

"Tapi tetap aja bunda khawatir sama kamu"

"Iya iya tau kok bun, lagian elara bareng kak Raska kok tenang aja, kak Raska selalu jagain elara"

"Raska yang waktu itu? jangan terlalu percaya sama orang yang baru kenal nak" ucap Indira menasehati sang putri.

"Iya kak Raska yang waktu itu, tapi kak Raska baik kok Bun"

"Intinya jangan terlalu percaya, bunda cuma percayain kamu bareng sama bian soalnya dia udah temenan sama kamu dari kecil, dan bunda percaya dia bisa jagain kamu" Indira terus mewanti-wanti sang putri agar mengerti.

"Iya bun" jawab elara

"Balonnya lucu banget, buat Mora ya kak" ujar Mora yang keluar dari kamarnya, gadis kecil tersebut berlari ke arah elara dan mencoba meraih balon kelap kelip di tangan elara.

"Ih ini punya kakak di beliin kak Raska tadi"

"Mora pikir kakak beliin buat mora" raut wajah Mora yang tadinya terlihat senang berubah menjadi sedih.

"Kasih aja kak, lagian kamu kayak anak kecil aja beli begituan" ucap Indira, jika begini elara sudah tidak bisa melawan lagi selain menuruti ucapan Indira, gadis tersebut menyerahkan balon kelap kelipnya pada Mora.

"Yeyy makasih kakak" Mora meloncat kegirangan karena merasa senang.

"El kekamar dulu bun mau mandi" pamit elara lalu beranjak pergi dari sana lalu menuju ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.

🪐🪐🪐

Pada pagi ini mata pelajaran pertama di kelas XI MIPA 1 adalah matematika, mata pelajaran yang tidak banyak di sukai oleh seorang siswa dan siswi begitupun juga dengan elara, tetapi dia sedikit menyukai matematika ketika Raska menjelaskan padanya sampai gadis itu paham dan mengerti.

"Udah belum MTK lu fir?" Tanya kayra, gadis tersebut belum mengerjakan tugas tersebut di karenakan lupa, alasan yang sangat clasic.

"Emang ada tugas?" Bukannya menjawab firzla malah balik bertanya pada kayra.

"Ada lah, nih tugas ini" kayra menunjukkan tugasnya pada firzla.

"Anjir iya gue lupa woi, kira kira El udah belum ya"

"Kita tunggu aja"

7 Januari 2024

Akhir Tak Bahagia Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang