"Mana sih ayang gue kok ga keliatan ya, apa dia ga ke kantin, padahal tadi dia chat gue mau kekantin loh" Ucap kayra yang masih mengantri untuk membeli siomay bersama dengan firzla, matanya sudah berkali kali mengarah ke sekeliling kantin namun tetap saja tak melihat keberadaan kekasih nya itu.
"Ya mana gue tau" firzla mengidikkan bahunya tak tahu.
"Nyebelin emang si Renzi, awas aja ya nanti" Ujar kayra yang terlihat sangat kesal, bisa-bisanya kekasihnya itu membohongi nya.
"Mungkin dia ada urusan yang bikin dia gabisa ke kantin Kay"
"Halah sok sibuk tuh bocah, awas aja nanti pulang sekolah"
Setelah keduanya selesai membeli siomay, kayra dan firzla berniat untuk bergabung dengan elara dan juga Raska yang sedang menikmati mie ayam.
"Ciee berduaan aja nih, boleh gabung ga" tanya firzla sedikit menggoda mereka berdua.
"Temanmu el?" Tanya raska, elara mengangguk.
"Kamu nanyeaa" Jawab elara, membuat Raska sedikit merasa gemas.
"Duduk aja gapapa" lanjut elara mempersilahkan kedua sahabat nya untuk bergabung, kayra dan firzla pun mengangguk lalu duduk berhadapan dengan mereka berdua, lalu menikmati siomay yang sudah mereka beli tadi.
"Jangan kebanyakan ngomong kamu nanyea, nanti tambah pendek loh, katanya sih kalo kebanyakan ngomong kamu nanyea pas orang lagi nanya itu bikin tambah pendek" ucap Raska, lelaki itu berusaha menakut-nakuti elara, namun tidak semudah itu karena elara bukanlah anak kecil yang gampang di bohongi.
"Boong boong" celetuk elara.
"Dih ga percayaa nih bocil, kalo jawab kan nambah pahala nambah tinggi badan juga" Jawab Raska, mencoba untuk membuat elara percaya dengan perkataannya.
"Dulu dulu temenku nanya ku jawab kok ga nambah tinggiku ya"
"Salah berarti jawabannya"
"Mang eakk, kak Raska sok tau"
Sedangkan kayra dan firzla hanya geleng-geleng kepala menyaksikan keduanya yang berdebat, sesekali mereka tertawa.
Setelah mereka selesai menghabiskan makanannya di kantin, mereka pun kembali kekelasnya masing-masing sebelum bel masuk berbunyi.
Sesampai nya mereka di kelas tak lama kemudian ternyata bel pulang sekolah berbunyi, ternyata hari ini guru mengadakan rapat dan seluruh siswa akhirnya di pulangkan lebih cepat dari biasanya, elara cepat cepat merapikan buku-bukunya dan memasukkannya kedalam tas untuk pulang.
Bian menghampiri gadis itu kedalam kelasnya, terlihat elaran yang sedang merapikan buku-bukunya.
"El, aku ada tugas kelompok hari ini, kelompok aku bilang mau ngerjakan pulang sekolah ini, mumpung lagi pulang cepet kata mereka, kamu mau ikut apa pulang sendiri?" sebenarnya bian tidak tega membiarkan gadis itu pulang sendiri, tapi mau bagaimana lagi hari ini dia ada kerja kelompok bersama dengan teman sekelasnya.
Ketika elara hendak menjawab handphone bergetar, ada notifikasi muncul dari salah satu chat, elara membuka dan membacanya.
Kak Raska
El
Pulang bareng yuk
boleh kak
Oke, gue tunggu di depan gerbang.
"Aku pulang bareng kak raska aja, dia ngajak pulang bareng" Ujar elara.
"Oh yaudah, hati-hati ya El" jawab bian,cowo itu merasa lega karena untung saja Raska berbaik hati mengajak elara pulang dan tidak membiarkan gadis itu pulang sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Akhir Tak Bahagia
RomanceMenceritakan tentang gadis bernama Elara Maurenza yang jatuh cinta pada kakak kelasnya yang bernama Farezi Raska Indiro, namun gadis tersebut hanya jatuh cinta sendirian karena raska tidak membalas cintanya, di sisi lain ada seorang sahabat elara ya...
