Happy reading🚬🍓
•
•
•
•
•
Mereka kini sedang menyantap sarapan mereka dengan tenang, tentunya dengan taehyung yang memangku buah hatinya dan jungkook yang sering kali mencuri pandang pada keduanya. Taehyung menyadari hal itu, namun dia memilih untuk diam.
Tidak ada percakapan di antara mereka sampai makanan yang mereka santap sudah habis, rupanya mereka berdua sama-sama takut dan bingung untuk memulai percakapan. Rasa canggung itu menyelimuti keduanya, beruntungnya ada rae hoon yang mampu menghidupkan suasana.
Setelah selesai menghabiskan sarapannya, taehyung membawa rae hoon untuk duduk di sofa dan menonton tv, hal ini jelas atas suruhan jungkook yang kini sedang mencuci piring di dapur.
Taehyung memperhatikan anaknya yang sangat fokus menonton kartun didepannya, lalu ia termenung dengan banyaknya pikiran di kepalanya. Ia sadar, banyak yang harus dibicarakan antara dirinya dan jungkook. Setidaknya mereka berdua perlu saling meminta maaf dan menyelesaikan masalah yang lalu, apalagi mereka sempat berpisah dengan cara yang tidak baik. Namun, ia dibingungkan dengan bagaimana caranya untuk membicarakan itu semua, di balik diamnya sedari tadi, ia sedang merangkai kata-kata yang sekiranya pantas untuk dia ucapkan.
Saking fokusnya, ia sampai tidak sadar akan kehadiran jungkook yang kini sudah duduk di samping rae hoon. Ia baru tersadar setelah mendengar deheman jungkook, ia langsung membenarkan posisi duduknya dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Eum taehyung ... Aku Boleh ajak rae hoon main ga, ya?" Lirih jungkook, mungkin ia sedikit ragu untuk mengatakan itu.
Taehyung mengangguk mengizinkan, tidak ada yang salah kan dari permintaan tersebut.
"Boleh, silakan. Gimana pun juga kamu kan papinya"
Mendengar hal tersebut, jungkook tersenyum senang. Ia semakin mendekatkan dirinya pada rae hoon dan mulai mengajaknya bicara dan bermain. Bahkan tak butuh waktu lama, mereka sudah menjadi dekat. Taehyung terus memperhatikan keduanya, menyaksikan bagaimana senangnya rae hoon bermain bersama papinya untuk pertama kalinya. Ia memilih diam dan hanya menyaksikan, memberi waktu untuk keduanya mendekatkan diri dan bersenang-senang.
Hingga tak terasa, pagi pun sudah berganti siang. Rae hoon sudah kelelahan setelah bermain dengan papinya dan kini memilih untuk tidur di kamar jungkook.
Kini hanya ada mereka berdua, duduk di sofa dengan tv yang menyala. Keduanya diam, memikirkan apa yang harus mereka bicarakan terlebih dahulu. Hingga akhirnya taehyung memberanikan diri untuk memulai percakapan.
"Jungkook"
"Iya?" Balas jungkook dengan cepat sembari menoleh ke arah taehyung.
"Banyak yang harus kita bicarakan, iyakan? Tapi agak bingung juga harus dimulai dari mana hahaha"
Taehyung terkekeh pelan sedangkan jungkook hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.
"Maaf taehyung, aku salah, aku nyesel. Tiap hari aku dihantui rasa bersalah, aku akui, aku bodoh waktu itu. Maaf taehyung" ucap jungkook dengan mata yang berkaca-kaca.
"Iya it's okay, aku paham perasaan kamu gimana waktu itu. Kita berdua salah, tapi rae hoon jelas ga salah. Aku juga minta maaf ya jungkook, aku ada ditengah-tengah pernikahanmu dengan jaehyun. Aku terlalu mencintaimu, jadi aku menghalalkan segala cara untuk mendapatkanmu"
Perbincangan keduanya berlanjut hingga tanpa sadar topiknya sudah berganti, mereka membicarakan masa-masa kecil mereka, dan lain-lain. Rasa canggung yang awalnya ada di antara mereka kini sudah sirna, bahkan saat ini mereka sedang tertawa lepas karena candaan yang saling mereka lontarkan.
Hingga kala mereka lelah karena terlalu banyak tertawa, jungkook menyenderkan kepalanya di bahu taehyung. Hal yang jelas sering mereka lakukan, dulu. Taehyung membiarkannya, ia pun ikut serta menyenderkan kepalanya ke kepala jungkook.
"Taehyung"
"Hm?"
"I love you, aku mau jadi pacar kamu, aku juga mau nikah sama kamu. Aku mau bareng sama kamu sampe kita tua"
Taehyung terdiam, ia hanya bisa diam dan tidak membalas ucapan jungkook. Bukan karena ia sudah tidak lagi mencintai jungkook, namun perkataan jungkook dulu masih terngiang-ngiang di kepalanya. Ia bisa memaafkan, namun ia masih berusaha untuk melupakan hal itu.
Jelas ia masih mencintai papi dari anaknya itu, bahkan saat ini pun jantungnya masih berdetak kencang ketika berdekatan dengan jungkook. Namun, untuk kembali memulai hubungan dengan jungkook, ia jujur belum bisa. Setidaknya untuk saat ini.
Jungkook yang tidak mendekatkan jawaban dari taehyung pun tidak lagi menyenderkan kepalanya di bahu taehyung, ia duduk tegak dan menatap ke arah taehyung.
"Taehyung?" Lirih jungkook.
Taehyung sedikit tersentak, ia segera menatap jungkook.
"Eh iya?"
"Kamu ... Ga mau ya?"
"Bukan ga mau, tapi jujur aku masih belum bisa jungkook. Perdebatan kita 2 tahun lalu masih terngiang-ngiang di kepala aku, itu yang buat aku masih belum bisa kembali memulai hubungan sama kamu, sebagai pacar atau suami. Tapi kita masih bisa berhubungan sebagai daddy dan papinya rae hoon, kita berusaha bareng-bareng untuk bahagiain anak kita ya jungkook. Untuk sekarang seperti ini dulu, kita ikutin alur kehidupan, semoga kita tetap ditakdirkan bersama sampai maut memisahkan"
Taehyung tersenyum, tangannya ia arahkan ke kepala jungkook, ia mengelus dan menepuk-nepuk kepala itu pelan. Tak mendapatkan balasan dari jungkook, taehyung inisiatif untuk pergi dan melihat rae hoon yang sedang tidur.
"Aku mau lihat rae hoon dulu ya" ujar taehyung sembari beranjak dari duduknya dan mulai berjalan pergi.
Namun, bahkan ketika ia baru saja berjalan satu langkah, tangannya digenggam oleh jungkook. Ia menoleh, melihat jungkook yang kini menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Taehyung jelas tidak tega melihat itu, ia membiarkan jungkook membenamkan wajahnya di perutnya dan menangis. Tangannya bergerak mengelus lembut kepala jungkook, dan hal itu tidak berhenti sampai tangisan jungkook mereda dan ia berhenti mengatakan kata maaf.
Setelah dirasa tangisan jungkook sudah reda, taehyung sedikit menjauhkan tubuhnya dan menangkup wajah jungkook. Niat hati ingin menyeka air mata jungkook, ia malah dibuat terkejut karena adanya darah yang mengalir keluar dari hidung orang yang ia cintai itu. Panik? Jelas. Khawatir? Tentu.
"Jungkook– kamu mimisan"
Jungkook refleks memegang hidungnya, sedangkan taehyung dengan cepat meraih tisu.
"Nunduk jungkook"
Jungkook dapat melihat kekhawatiran yang besar pada mata taehyung.
"Ini gapapa kok, udah biasa" ucap jungkook dengan santai.
"Hah? Gapapa apanya? Ini jelas ga gapapa jungkook, apalagi kamu bilang ini udah biasa? Kita ke dokter sekarang"
Mendengar itu, jungkook dengan cepat menolak. Bahkan setelah taehyung paksa pun ia tetap tidak mau, ia mengatakan bahwa ia sudah pernah ke dokter dan dokter mengatakan ini hanya karena kelelahan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan disini, mungkin.
Taehyung pun akhirnya menyerah, meskipun kini masih ada rasa khawatir pada jungkook. Ia memilih untuk diam sembari membersihkan darah yang mengalir keluar dari hidung jungkook itu.
Setelah memastikan darahnya berhenti, taehyung mengantar jungkook ke kamarnya untuk beristirahat. Jungkook berbaring di sebelah rae hoon, sedangkan taehyung memilih untuk berganti baju terlebih dahulu karena baju sebelumnya terkena darah jungkook.
Taehyung menghampiri jungkook dan rae hoon setelah selesai berganti baju. Ia menatap keduanya secara bergantian lalu tersenyum, diciumnya kening rae hoon dan jungkook dengan penuh kasih sayang sebelum akhirnya ia ikut berbaring di ranjang.
TBC
Semoga suka yaaa, besok dilanjut lagi 💟💟💟
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby [kth + jjk]
FanfictionJeon Jungkook yg telah mengganti marganya yg semula Jeon menjadi Jung karena telah sah menikah dengan Jung Jaehyun 2 tahun silam namun apa jadinya jika ia malah mengandung anak sahabatnya sendiri, Kim Taehyung Warning⚠️ Taekook/Vkook BxB Homo Ingat...
![Baby [kth + jjk]](https://img.wattpad.com/cover/241319761-64-k985959.jpg)