32

944 78 5
                                        

Happy reading🚬🍓





Sudah 1 bulan sejak kepulangannya ke negara asalnya ini, dan entah sudah berapa kali taehyung memergoki jungkook mengalami mimisan. Selain mimisan, banyak juga hal-hal yang janggal seperti jungkook yang sekarang mudah sekali kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan lain-lain.

Seperti sekarang ini, lagi-lagi taehyung memergoki jungkook mengalami mimisan. Tentunya ia dengan telaten membantu jungkook menghentikan mimisannya dan membersihkan darahnya.

Taehyung berkali-kali mengajak jungkook ke rumah sakit, namun jungkook seolah-olah tidak ingin ke rumah sakit jika ditemani oleh taehyung. Ia lebih memilih ke rumah sakit sendirian secara diam-diam dan ketika taehyung bertanya tentangnya, ia pasti akan menjawab dengan jawaban templatenya, yang tidak lain dan tidak bukan adalah "gapapa, kata dokter cuma kecapean, ini udah diresepin obatnya kok." Namun walaupun begitu, taehyung masih terus mengajak jungkook ke rumah sakit, ia belum puas sebelum mendengar penjelasan dari dokter dengan telinganya sendiri.

"Taehyung, tolong ambilin obat aku" ucap jungkook.

Taehyung dengan cepat meraih obat yang ada di laci lalu menyerahkannya ke jungkook dengan segelas air putih, jungkook pun dengan cepat meminum obat itu lalu menghela nafasnya.

"Jungkook, kita ke rumah sakit ya?"

Lagi dan lagi, ia hanya mendapatkan gelengan pelan dari jungkook.

"Aku khawatir, tolong nurut sekali ini aja, please?" Tidak putus asa, taehyung terus membujuk cintanya itu.

Jungkook mengisyaratkan taehyung untuk duduk di ranjang, tepatnya di sebelahnya. Kemudian ia menggenggam tangan taehyung, disatukannya jemari mereka satu persatu hingga tangan mereka saling menggenggam erat. Jungkook menyenderkan kepalanya di bahu taehyung lalu memejamkan matanya sejenak. Tidak ada percakapan di antara mereka kala itu, keduanya sama-sama disibukkan dengan pikiran mereka masing-masing.

"Taehyung"

"Hm?"

"Dokter bilang aku kena leukimia"

Taehyung terdiam, rasanya seperti ada sesuatu yang menghantam dadanya, otaknya seolah tidak berfungsi untuk sejenak, dan tangannya pun gemetar tanpa ia sadari. Jungkook yang menyadari itu pun semakin mempererat genggaman tangan keduanya, walaupun tangannya sendiri pun sama gemetarnya. Mereka seolah-olah saling menguatkan melalui genggaman tangan itu.

"Dokternya pasti salah diagnosa, kita coba cek ke dokter lain" ucap taehyung dengan nada yang bergetar sembari bersiap untuk berdiri, dan tentunya jungkook langsung menahannya.

Keduanya saling menatap, terpancar kesedihan yang mendalam dari tatapan keduanya itu. Setelah beberapa detik keduanya bertatapan, taehyung menarik jungkook ke pelukannya, dan disitulah jungkook mulai menangis.

"Aku takut..." Ucap jungkook disela-sela tangisnya.

Taehyung semakin mempererat pelukannya, diusapnya punggung serta kepala jungkook dengan lembut, dan sesekali mengecup kepala itu.

"Aku disini, selalu disini untuk kamu"

Setelah taehyung mengucapkan kata-kata itu, keduanya sama-sama diam, hanya suara tangisan jungkook yang terdengar dan taehyung terus memeluk jungkook hingga ia tenang dan tangisnya mereda.

Barulah ketika dirasa jungkook sudah mulai tenang, taehyung melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah jungkook. Diperhatikannya wajah jungkook lamat-lamat sembari menyeka air matanya.

"Kita cari cara biar kamu sembuh ya? Apapun itu, yang penting kamu bisa sembuh, oke?" Ucap taehyung, namun sayangnya hal itu dibalas dengan gelengan kepala oleh jungkook.

Baby [kth + jjk]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang