Chapter 12

26 6 1
                                        

Happy reading~
.

.
.

Esok harinya, Min Hyuk berangkat ke sekolah sendiri. Yoo Seok memaksa agar Min Hyuk pergi bersamanya, namun Min Hyuk bersikeras menolak. Sesampainya di sekolah, Min Hyuk tidak pergi ke kelas, melainkan pergi ke rooftop sekolah. Helaan nafas lolos dari mulutnya, ia masih shock atas kejadian kemarin.  Min Hyuk menyesal kenapa dulu dia malah setuju ikut bersama Yoo Seok, andai saja ia menolaknya waktu itu. Min Hyuk sudah menganggap Yoo Seok seperti ayah kandungnya, ia percaya sepenuhnya pada Yoo Seok. Tapi, ternyata Yoo Seok malah memberinya luka. Siapa lagi yang harus ia percaya sekarang? 

"Kau disini ternyata" Ucap Tae Kwon.

Min Hyuk menghela nafas, lalu berbalik. Tae Kwon tersenyum sinis melihat wajah datar Min Hyuk "Mau apa kau?" Tanya Min Hyuk. Tae Kwon menaikkan sebelah alisnya, ia sedikit terkejut dengan nada bicara Min Hyuk. Tae Kwon mendekat sembari menaruh kedua tangannya di saku celananya. Kini Tae Kwon berdiri tepat di depan Min Hyuk. 

"Dari nada bicaramu, kau seperti menantangku-" Kata Tae Kwon.

Tae Kwon melihat sekitarnya "---Rooftop? Apa yang akan kau lakukan? Melompat? Mau kubantu?" Cemooh Tae Kwon.

Min Hyuk mengepalkan tangannya, kemudian memukul Tae Kwon. Tae Kwon terkejut dengan serangan mendadak yang dilakukan Min Hyuk. Tae Kwon coba membalas, namun Min Hyuk dengan sigap segera menghindar dan kembali memukul Tae Kwon hingga tersungkur. Min Hyuk mendekat, Tae Kwon segera mundur. Tae Kwon kini terpojok, diam-diam tangannya meraba sekitar untuk mengambil benda apapun yang bisa ia ambil. Tae Kwon berhasil meraih botol kaca, ia menyembunyikan botol itu di balik tubuhnya. Saat Min Hyuk meraih kerah seragamnya, Tae Kwon segera memukul kepala Min Hyuk dengan botol itu. Min Hyuk mematung seketika, ia merasa cairan mulai turun ke wajahnya. Tae Kwon menendang Min Hyuk hingga tersungkur.

FLASHBACK ON

Min Hyuk baru saja pulang sekolah, ia dengan bangga memamerkan hasil ujiannya "Eomma! Lihat, aku mendapat nilai bagus!" Seru Min Hyuk. Sang ibu tersenyum, lalu mensejajarkan tubuhnya dengan sang putra. Di elusnya wajah sang putra, kemudian dikecup dahi sang putra "Yeoksi! Putra Eomma hebat!" Puji Hye Min.

Tuan Jung keluar dari kamarnya dengan dua botol s*ju yang ada dalam genggamannya, Min Hyuk menghampirinya dengan mata berbinar "Appa, lihat!" Seru Min Hyuk. Tuan Jung mengambil kertas hasil ujian Min Hyuk.

Plak!

Bukannya mendapat pujian, Min Hyuk malah mendapat tamparan keras dari sang ayah. Tuan Jung segera menarik tangan Min Hyuk dan membawanya ke gudang. Hye Min mencoba menghalangi, namun Tuan Jung malah menguncinya di dalam kamar.

"Kau bangga karena ini?! Angka apa ini huh?! Kau sebut 85 adalah nilai yang sempurna?!" Bentak Tuan Jung.

Min Hyuk memejamkan matanya ketakutan.

Prank!

Tuan Jung melemparkan satu botol s*ju tepat mengenai kaki Min Hyuk. Min Hyuk seketika meringis, merasakan perih di kakinya.

"Sampai kapan kau akan terus bodoh seperti ini?!-" Bentak Tuan Jung.

"---Awas saja kalau saat kau masuk SMP dan SMA kau tidak naik ke S Class!" Sambungnya.

Prank!

Sebuah botol berhasil beradu dengan kepala Min Hyuk, membuat cairan merah mengalir dari kepalanya. Tuan Jung segera mematikan lampu, kemudian mengunci Min Hyuk di dalam.

Brak
Brak
Brak

"Aku mohon buka pintunya!!!"

"Appa!!!"

"Appa!!!"

FLASHBACK OFF

Tae Kwon mencengkeram kerah seragam Min Hyuk, kemudian ia melayangkan beberapa pukulan pada wajah Min Hyuk. Min Hyuk terkulai lemas, bahkan untuk bernafas pun rasanya sulit.

"Beraninya kau memukulku!" Ketus Tae Kwon.

Tae Kwon mengibaskan almamaternya, kemudian mencengkeram kerah seragam Min Hyuk yang terkulai lemas. Tubuh Min Hyuk berada di ujung rooftop, Tae Kwon mendorong tubuh Min Hyuk.

Bruk!

"AAAA! ADA ORANG JATUH DARI ROOFTOP!"

Tae Kwon terbelalak, kemudian ia segera melarikan diri.

Mendengar itu, Eun Ji segera menghampiri ke sumber suara teriakan. Tubuh Eun Ji seketika lemas, melihat siapa orang yang terbaring tak sadarkan diri di atas tanah dengan darah yang mengalir dari kepalanya.

💉💉💉

Yoo Seok segera berlari ke UGD setelah mendengar kabar kalau Min Hyuk jatuh dari rooftop sekolah.

Yoo Seok membelalakkan matanya terkejut melihat Min Hyuk yang terbaring dengan berlumuran darah di wajahnya. Perawat dengan telaten membersihkan darah di wajah Min Hyuk, Yoo Seok tak sanggup melihat kondisi Min Hyuk saat ini.

Karena kondisinya semakin buruk, akhirnya Min Hyuk dibawa ke ruang operasi. Dokter bedah yang menangani Min Hyuk adalah Yoo Seok sendiri. Meski sudah diperingatkan, Yoo Seok tetap bersikeras meminta untuk melakukan operasi terhadap Min Hyuk.

Selama operasi berlangsung, lengan Yoo Seok terus gemetar. Melihat risiko besar mungkin saja terjadi, Tuan Kim segera mengambil alih dan menyelesaikan proses operasi. Operasi berjalan dengan lancar dan Min Hyuk dipindahkan ke ruang rawat.

Di ruang rawat, Yoo Seok menatap wajah damai putranya yang tengah terbaring tak sadarkan diri dengan perban yang menutupi kepalanya. Tak lama Nyonya Han datang, ia langsung meraih lengan dingin Min Hyuk sembari terisak.

Yoo Seok memalingkan wajahnya tak kuasa melihat pemandangan di hadapannya. Sebuah pemandangan yang tak ingin ia lihat.

Nyonya Han mengelus wajah Min Hyuk, dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya "Min Hyuk-a, bangun. Jae Hoon akan sangat sedih jika melihatmu seperti ini" Monolog Nyonya Han.

"Min Hyuk-a...Han Min Hyuk, bangun" Nyonya Han semakin erat menggenggam tangan Min Hyuk.

"Biarkan dia istirahat" Kata Yoo Seok.

"Tidak! Dia harus bangun!" Timpal Nyonya Han.

"Dia akan bangun, bersabarlah" Kata Yoo Seok.

Meski kecil kemungkinan Min Hyuk bisa siuman, namun Yoo Seok yakin putranya itu akan siuman. Ia yakin Min Hyuk pasti bisa melewati masa kritisnya. Yoo Seok akan melakukan yang terbaik agar Min Hyuk bisa segera melewati masa kritisnya dan siuman.

Nyonya Han tak berhenti menangis, hal itu membuat Yoo Seok semakin terpukul. Ia sudah menduga buruk akan terjadi setelah Min Hyuk mengetahui kebenarannya. Tapi, ia tak menyangka kalau Min Hyuk nekat melompat dari rooftop sekolah. Ia tahu, Min Hyuk bukan tipe orang yang dengan mudah berani melakukan hal berbahaya seperti itu.

Yoo Seok mendekap Nyonya Han, mencoba untuk menenangkan sang istri yang terus menangis. Nyonya Han tak berhenti menyebut nama Min Hyuk, berharap sang empu mendengarnya dan kemudian membuka matanya.

Hai hai! I'm back huhuuuu

Thanks for reading~
See you in next chapter~
Bye bye~

A Secret HiddenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang