Afan dan Devi pun sampai kesekolah, dengan tautan tangan yang tak pernah dilepas. Mereka berjalan melewati lorong lorong sepi disekolah.
Afan menatap benda yang melingkar cantik ditangan gadis itu, kemudian melihat kembali cincin yang ia punya.
"Lucu ya, kita pakai cincin" ucap Afan mengayun tangan Devi.
Gadis itu terkekeh "iya kan, gimana besok kalau kita udah nikah" balas gadis itu.
"Trus anak kita ada lima, pasti lucu" ucap Afan tanpa memikirkan beban.
Devipun memukul lengan Afan dan membuatnya meringis "awss sakit sayang" keluhnya manja.
"Ya kamu sih, ada ada aja lima anak. Yang ada gempor gue jagainnya" omel gadis itu
"Kan ada aku sayaangg" Devi menarik bibir sampingnya keatas. "Yang ada kamu asik push rank" ujar Devi.
"Ga lah, namanya udah jadi bapak. Hello kids this is your dad and this is your mom"ucap Afan terkekeh begitupun dengan Devi. Kalian juga ga?? Gaasik lah kalo engga.
"Apasih Afaann" ujar gadis itu dan mereka pun sampai didalam kelas, dengan seluruh penghuni kelas menatap mereka yang asik tertawa.
"Yang lain ngontraakk" seru agus yang tengah memakan donatnya.
"Aduu aduu seru amat kayaknya" giliran Vio yang bersuara.
"Yeee sewot lu pada" Devi ikutan bersorak dan meletakkan tasnya di kursi miliknya.
Tok tok
Suara ketukan datang dari arah pintu, refleks seluruh penghuni kelas melihat kearah pintu kelas.
"Jasmine??" Gumam mereka pelan
Yak, gadis dengan bandana putih itu mengetuk pintu dengan senyumannya. "Mau apa lo kesini??" Ucap Afan
"Gue mau bicara sama Devi" mohonnya
"Untuk apa?? Lo mau nyakitin dia lagi?? Ga" tegas Afan.
"Afan, bentar aja ya. Nanti kalau kamu takut aku kenapa napa, liat dari belakang aja ya, ikutin" ucap Devi pelan.
"Tapi dev--"
"Gapapa" ucap gadis itu, lalu dia pergi mendekati Jasmine yang menunggu Devi disana.
"Mau ngomong apa??" Tanya Devi
"Ikut gue ke taman ya, bentar aja. Pliiss" bujuk Jasmine dan diangguki oleh gadis itu.
Mereka pun berjalan menuju taman sekolah, sesampainya disana Jasmine mengajak Devi untuk duduk.
Sementara disudut tembok, terdapat Afan yang mengikuti Devi, sebeb apa?? Dia takut gadis itu kenapa napa.
"Ck, apasih yang mau diomongin?" Heran Afan, karena dia tidak dapat mendengar dengan jelas pembicaraan mereka.
"Too the point" ujar gadis itu
"Sebelumnya gue mau minta maaf dev, karena perlakuan gue selama ini sama lo. Gue udah kasar baanget sama lo. Gue nyesel. Lo mau kan maafin gue??" Ujar Jasmine.
Tunggu tunggu?? Kenapa?? Ada apa dengan gadis itu?? Kesambet apaan dia??
Tapi, gadis itu bisa melihat tatapan tulus dari Mai. Devi membuang napasnya gusar "gimana ya?? Sebenarnya gue gedek sama sikap lo, sampai sampai lo nyakar tangan gue, teman lo nerantukin kepala gue. Sakit anjir, lo pikir kata maaf cukup??"
Helaian rambut gadis itu terbang terbawa angin, sepoi yang menghantamnya.
"Tapi gue minta maaf dev, ya gue salah, itu semua karena obsesinya gue sama Afan. Gue ga tau kenapa gue bisa kek kemarin. Maaf dev" lirih gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mereka DeFan (End)
Teen Fiction(FOLLOW SEBELUM MEMBACA) Afan, cowok playboy cap sendal jepit. Dimana mana pasti ia mempunyai cewek. Seperti yang ia bilang dia ingin mengoleksi cewe agar tidak bosan. Dari semua cewe yang dia pacari ada satu yang menarik perhatiannya yaitu lisa dan...
