21- Kembalinya Adryan dan Alipeh

3.6K 264 17
                                        

Hyy gess
Kalian pasti heran kan, kenapa alifa ada dua?? Ya memang, gueh sengaja bikin orangnya ada dua

Yang satu baik yang satu jahat. Tapi berbeda orangg

🦋🦋🦋

Malam ini, Devi Afan dan yang lainnya berada di restoran milik keluarga Adryan. Karena, Adryan sudah balik dari Paris.

"Gimana disana bro?? Enak ngikutin bokap??" Rakha dengan hoodie coklat yang membaluti tubuhnya.

"Emm, yaaa bisa dibilang lumayan lah. Alifa kapan baliknya??" Tanya Adryan

"Lah, gimana sih lo?? Lo kan cowonya jirr" Afan yang sedang menyandarkan tubuhnya dikursi, dan disampingnya terlihat Devi dengan es krim ditangannya.

"Dia ga aktif brayy, dari tadi gue telponin kaga diangkat angkat" jelasnya.

Tak lama seorang gadis dengan dress hitam masuk dengan koper ditangannya.

"Haii guyss, alipeh kembalii" ucapnya sambil berlari kecil kearah mereka.

Hal itu disambut oleh ketiga sahabatnya. "Aaa lipehh" teriak mereka dan pelukan bersama.

"gue kangen sama lo lipehh" ucap vio menarik rambut gadis itu gemas.

"Heh, rambut gue anjir" protesnya dan vio hanya menunjukkan jejeran giginya.

Alifa beralih ke dryan yang duduk disana, merela melepas kerinduan dengan pelukan. "Tomm guee, yaampunn gimana di Paris seru??" Tanya Lifa dan duduk disamping laki laki itu.

"Ya enak enak aja sih, Jerry gimana?? Enak ga di Amerika??"

"Ya enak sih"

"Yee kalian, dulu berantem mulu kalau ketemu. Lah sekarang BUCIN lo" sindir Afan

Alifa dan Didi menatapnya tajam "ee kayak lo berdua kaga aja, yang dulu lo ngejar ngejar Devi sekarang BUCIN lo" ujar Alifa dengan penekanan katanya.

Mereka pun tertawa mendengar pertengkaran kecil itu. "Lo tau Alifa kelas sebelah ga?? Circlenya Jasmine" tanya Mala pada mereka berdua.

"Idih, namanya ngikutin nama gue"

"Iya sih, tapi sifatnya ga kayak sifat lo. Mereka berdua ni yah, Mai sama Alifa itu kemarin ngerundung Devi njir parah sumpah, sampe sampe tu liat tangan kanannya luka" jelas Vio membuat mereka terkejut.

"Eh, gapapa lo Dev??" Tanya dryan

"Ga, santai menn"

"Gilak, brutal amat mainnya. Tuh sekarang gimana??" Alifa mengambil gelas jus jeruk punya Dryan dan meminumnya.

"Ya gitu, mereka di skors selama seminggu kalau ga salah, yakan bang??"

Rakha berdehem menandakan iya.

"Btw kalian nanggung banget baliknya kesini, senin besok aja udah ujian, kenapa ga pas kenaikan kelas aja baliknya??" Kini giliran Eby berdialog.

"Ya, gapapa sih, gue bosan disana, gue rindu kalian" ucap Dryan.

"Cuiihh, rindu alay lo" Afan memukul pelan lengan Adryan.

Mereka DeFan (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang