12-- Cantik

3.9K 319 7
                                        

"Tuhan menciptakan wanita untuk dijaga jiwa dan raganya"

-Afan Sayang Devi-

🤍🤍

Saat ini Afan dan Devi berada di kamar milik bayi mungil -- Afan. Devi yang sibuk menggendong bocah itu berusaha menidurkannya.

Sementara Afan, dia sibuk memperhatikan gadis itu dan memotretnya secara diam diam.

Laki laki itu tersenyum "Lucu banget sihh, memang kamu cocok jadi istri aku aja kayaknya atau aku ajak kawin lari aja apa ya??" Ucap Afan sembari memegangi kepalanya dan tersenyum... yaa anehh.

"Ih masa kawin lari" gadis itu mengerutkan alisnya sambil menggoyang Aca ditangannya.

"Iya, habisnya kamu bikin aku ngebet kawin. Mana cosplay jadi ibu lagi." Afan berjalan mendekati arah mereka berdua.

Devi hanya terkekeh pelan mendengar perkataan Afan. "Sini" panggil gadis itu, dia menepuk sofa disebelahnya.

Afan menurutinya, dia duduk disebelah gadis yang tengah menggendong Aca yang masih terbangun. Bocah itu tersenyum pada Devi.

"Lucu kaliii" gumam gadis itu.

"Kayak kamu kan"

Gadis itu tersenyum salting, Afan meletakkan kepalanya dipundak gadis itu dan memeluk pinggangnya.

"Ihh, AFAN!!" Sentak gadis itu, laki laki yang bersandar manis dibahunya hanya acuh tak mempedulikan perkataan Devi.

"Aku nyaman sayang"

Gadis itu hanya pasrah pada Afan. "Fan pegang, pegall" rengeknya. Afan langsung mengambil Aca dari tangan Devi, kini berbalik gadis itu yang bersandar dibahu tegak milik Afan.

"Utuuu, cape??" Devi mengangguk lemas. Dia melihat jam 19.05. Tapi dia sudah mengantuk.

"Tidur ajaa, nanti aku bangunin lagian kan kamu baru pulang dari RS, jadi butuh istirahat." Ucap Afan lembut.

"Oke sayangg, kayak gini aja gapapa kan??" Tanya Devi

"Bentar, bentar, kamu tunggu sini ya. Bentarr ajaa" laki laki itu keluar sambil membawa Aca di tangannya.

Devi meletakkan kepalanya pada sandaran sofa dan melelapkan matanya. Afan masuk dan menarik pelan badan gadis itu kearahnya.

Devi pun menyandarkan kepalanya di pundak Afan, dan melingkarkan tangannya dipinggang laki laki itu.

Afan mengusap pelan kepala gadis itu. "Manjanya melebihi Aca" Ejeknya

"Biarinn" Gadis itu menutup matanya perlahan. Lama kelamaan dia pun tertidur daann tangannya perlahan merenggang

Afan tersenyum melihat tingkah cewenya yang seperti anak kecil. "Makinn saayaangg lah aku sama kamu devv" laki laki itu mencium sekilas puncak kepala gadis yang tengah tidur itu.

"Wangi lagi, siapa yang enggak klepek klepek sama sayang aku ini??" Afan mengambil selimut yang kebetulan berada didekatnya, dan menyelimuti badan cewek itu.

Dia membaringkan badan gadis itu, sebelum keluar dia terlebih dahulu mengabadikan moment langka, canda langka.

"Tantikk naa bocill akuu" Afan mengelus puncak kepala Devi, Laki laki itu terkekeh melihat raut wajah Devi.

Alisnya mengerut dan bibirnya turun kebawah. "Mimpi apasih" gumamnya

"Aku tinggal bentar ya sayangg" Afan pergi keluar dari kamar milik Aca.

🤍 🤍 🤍

JASMINE, yahh gadis itu berada didalam kamarnya. Dia melihat postingan tweet milik Afan yang memamerkan gelang couplenya dan Devi.

Dia melempar handphonenya asal, toh juga bisa dibeli lagi ujarnya seperti itu. Gadis itu mengusap gusar mukanya.

"Apasihh mau lo Dev?!! Lo udah rebut Afan dari gue, daann..." dia mengeluarkan senyum smirk miliknya.

"Terima balasannya" dia tersenyum dan berjalan mendekati handphonnya yang sudah pecah.

Dia mengambil kartu yang berada didalam handphonenya itu, lalu membuang handphone yang berlogo Apple itu kedalam tempat sampah. Belagu bet yah😌

Dia turun kebawah dan menemui kedua orang tuanya yang tengah berbincang diruang keluarga.

"Mom, dad, aku mau beli handphone baru" ucap gadis itu enteng

"Oke, no problem. Nih kartunya" Nadya mengeluarkan satu kartu ATM berwarna biru dan memberikannya pada Jasmine

"Mai, pulangnya dad batasi, kamu pulang jam 9 malam mulai sekarang. Mau kemana pun itu, jangan seperti yang lalu pulang malam, mana ada gadis pulangnya malam malam" MAI adalah nama panggilan untuknya.

"Oke dad aman" dia pergi dan mengambil kunci mobilnya di laci khusus kunci kuncian.

🫡😌🫡

20.32

Devi membuka matanya dan beralih melihat jam di dinding. "Astagaa, kelamaan anjir gue disini" dia segera bangun dan melipat selimutnya.

Disaat dia berbalik ingin keluar pintu, "Haii cantik" Afan tiba tiba masuk kedalam kamar Aca.

"AFAAN ihh ngeselin" gadis itu memegang dadanya, jantungnya sudah berdegup kencang.

Laki laki itu tertawa pelan "Lucu banget sihh" Afan mencubit pipi gadis itu.

"Fan" panggilnya

"Apa sayang, Hmm??" Afan mengacak pelan rambut Devi dan dibalas cemberut olehnya.

"Apa??" Mata mereka masih saling lekat.

"Antarin, ya sayang"

"Iya lah, masa aku biarin kamu pulang sendirian. Emang aku cowo apaan"

"Okee, aku mau pamit sama mami kamu. Eh Aca mana??" Gadis itu melihat kearah box bayi yang berada tak jauh darinya.

"Tuh tidur" Devi mendekati arah box bayi tersebut dan melihat bayi itu sedang tertidur pulas.

"Lucu naa, besok besar jadi cantik kaya aku yaa"

"Iya, biar banyak yang klepek klepek yakan sayang"

Devi mengangguk dan menggandeng tangan Afan keluar dari sana.


🤍🤍🤍🤍

TBC

MAKASIH YANG UDAH STAY TUNEE

Mereka DeFan (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang