Afan menyelemuti badan gadis itu. "Lagian nih anak, pake baju beginian" ujarnya, Afan menduduki selimut itu.
"Tadi minta spoiled, eh malah tidurr"
Dia mengelus pipi gadis itu "cantikk nyaa, tunangan siapa sihh inii" ucapnya
Gadis itu gelisah, satu decakan berhasil keluar dari mulutnya. Perlahan matanya terbuka.
"Apann" panggilnya seraya mengucek matanya.
Afan berdehem iya. Dia mengelus kepala gadis itu lembut "lanjut tidur aja" usul Afan
Devi menggeleng "enggaa," Devi menatap Afan lembut.
Pasti ada maunya pikir Afan, "apa?? Peluk??" Tanya Afan menebak.
Gadis itu mengangguk cepat, dia duduk dan bersandar disandaran kasur.
"Yang. Kenapa pakai baju beginian?? Ga dingin??" Tanya Afan ikutan duduk disamping gadis itu.
Devi menggeleng "engga" ucapnya.
Afan membawa gadis itu kedalam rengkuhannya. Mengelus pelan punggung gadis itu. "Eemmm, lagi kenapa ini?? Kok tumben??" Afan mengecup pelan puncak kepala Devi.
"Gapapa"
Tinggg...
Satu notif betasal dari handphone afan. Laki laki itu pun membuka handphonenya.
"Siapa yang?" Tanya Devi melihat kearah handphone tersebut.
Afan membelakkan matanya melihat nama siapa yang muncul disana.
"Can?" Gumamnya
Devi menautkan alisnya "can?? Siapa dia??" Tanya Devi menatap laya ponsel Afan
0813××××××
Hai fan, masih inget aku ga?? Cantikaaa
Aku balikk lagii. Aku rindu kamu, kita ketemuan yuk di cafe Falentino.
Aku kangen kamu Fan
Satu notif itu dibaca oleh Devi. "Siapa fan?" Tanya gadis itu penuh.
Afan terdiam menatap gadis itu "C-cantika, dia dulu pacar aku" ujar Afan terbata bata.
Memang dulu gadis itu pacar Afan, dan mereka dipisahkan oleh pekerjaan orang tua mereka. Disaat itu mereka masih saling cinta, tapi sekarang??
Dan mereka belum sempat mengatakan putus pada saat itu, karena handphonenya cantika hilang.
Devi tak mengerti sekarang "maksudnya?? Dia pacar kamu?? Kan udah putus kan. Yakan sayang??"
Afan menggeleng dan membawa gadis itu kedalam dekapannya. "Maaf, kami b-belum putus, karena kemarin.."
"Ha?? Belum putus?? Gimana fan?? Jelasin"ucap Devi didalam sana.
"Aku jelasin. Jadi dulu kita pernah pacaran, setelah itu kami dipisahkan karena pekerjaan orang tua. Setelah itu kami makin berjarak, aku mau minta putus dan ternyata handphonenya Cantika itu hilang. Jadi sampai sekarang kita belum ada kata putus" jelass Afan menarik napas.
"Nanti, aku bilang sama dia. Aku udah punya kamu. Nanti kamu ikut yah?" Tawar Afan
Dia menatap gadis yang tengah didalam pelukannya itu. Afan mengangkat dagu Devi hingga menghadap kearah dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mereka DeFan (End)
Fiksi Remaja(FOLLOW SEBELUM MEMBACA) Afan, cowok playboy cap sendal jepit. Dimana mana pasti ia mempunyai cewek. Seperti yang ia bilang dia ingin mengoleksi cewe agar tidak bosan. Dari semua cewe yang dia pacari ada satu yang menarik perhatiannya yaitu lisa dan...
