Kini mereka menikmati es creamnya masing masing. Es devi telah habis duluan.
Dia ingin ke toilet sebentar kini alam telah menantinya
"Fan, gue ke wc bentar yak" ucapnya lalu pergi tanpa mau mendengar pertanyaan maupun pengiyaan afan.
"Yaelah main nyelonong"
•
•
●
Seorang gadis menatap pantualan dirinya sendiri di cermin sambil memparbaiki rambutnya
Lalu ia keluar dan tanpa sadar dia meninggalkan jepitan kesayangannya yang berwarna biru.
Dia kembali duduk dan memainkan hpnya sambil menunggu afan selesai makan.
5 menit kemudian afan menyadari ada sesuatu yang hilang dari rambutnya devi
"Eh bocil, jepitan lo yang biru kemana??" Tanya afan
Devi pun dengan cepat meletakkan tangannya di rambutnya dan meraba area rambut yang dijepitkannya.
"Jepitan gue hilang" dia langsung berdiri dan berlari menuju toilet tadi.
Sejujurnya jepitan itu bisa dia beli lagi kalaupun hilang, tapi itu pemberian dari alm neneknya yang harus dijaganya baik baik.
Gadis itu membuka pintu toilet dan melihat kearah wastafel tempat ia meletakkan jepitnya
Tak ada
Itu yang dilihat dimata devi. Dia berusahaa menahan tangisnya. Ia mengecek mulai dari bilik yang sempat ia masuki tadi sampai ke bawah bawah, namun ia tak menemukan jepitannya itu
"Hiks, ilangg, nenek maafin Devi ga bisa jaga barang dari nenek" lirihnya lalu kembali kearah tempat duduknya
"Gimana??" Tanya afan dia belum melihat bahwa gadis itu menangis
"Ga ada fan hiks"
"Lo lo lo kok m-malah nangis?? Heyy" afan gelagapan dan berusaha menenangkan kunti bogel satu ini
"Itu kesayangan guee hiks" devi menghapus air matanya
"Kan bisa di beli lagii"
"Gaa itu kesayangan guee fan, emmhhh hiks"
Afan pun membawa devi kedalam pelukannya "nanti gue beliin yang banyak buat lo" modus ae lo playboy
"Nga mau gue ga suka"
Saatnya afan mengeluarkan jurus playboy cap kataknya "Sayangg, gausah nangiiss, nanti gue beliin yahh, yaa" bujuknya lagi
Dna benar saja Devi mengangguk " gausah dibeliin gue ga mau lo banyak ngeluarin duit buat gue" tolaknya
"Okeyy, kamu mau pulang hm??"
Devi memangut mangut, lalu dia melepaskan pelukan mereka. Dan afan membayar semua yang mereka makan tadi
.
.
Disinilah Devi, didalam kamar menatap nanar kearah langit langit kamarnya yang dihiasi dengan bintang dan bulan.
"Nek maafin Devi ya, udah ngilangin hadiah dari nenek" gumamnya
Kemudian ia pergi menuju kamar Rakha, niatnya dia ingin menceritakan kejadian hilangnya jepitannya.
Tok tok
Devi mengetuk pintu berwarna putih itu. Terdengar suara laki laki yang memperbolehkannya masuk.
"Dek, ngapa lo?? Mata lo kok merah?? Atau gra gara Afan ya?? Diapain kamu sama dia??" Tanya Rakha beruntun
Devi duduk ditepi kasur Rakha, hal itu disambut dengannya yang ikut juga duduk disamping Adiknya dan merangkul sebelah badan devi dengan satu tangannya
KAMU SEDANG MEMBACA
Mereka DeFan (End)
Jugendliteratur(FOLLOW SEBELUM MEMBACA) Afan, cowok playboy cap sendal jepit. Dimana mana pasti ia mempunyai cewek. Seperti yang ia bilang dia ingin mengoleksi cewe agar tidak bosan. Dari semua cewe yang dia pacari ada satu yang menarik perhatiannya yaitu lisa dan...
