KUBU

76 45 29
                                        

HI GUYS! KETEMU LAGI NIH

FOLLOW DULU YUK SEBELUM MEMBACA

JANGAN LUPA BERIKAN VOTE DAN KOMENTAR DI AKHIR YAH!!!


Setelah Farhan dan Iyan mengintrogasi kedua pelaku yang melakukan aksi begal pada malam hari itu, terdapatlah informasi bahwa kedua oelaku ialah anggota geng UKS.

Pelaku yang diikat dan matanya yang di tutupi itu meraung ingin di bebaskan, Farhan melepaskan ikatan kain di mata salah satu pelaku, lalu melihatkan rekaman kamera pengawas dari ponsel Iyan.

"Lu kenal dia?" tanya Farhan.

Sementara itu, pelaku yang satu lagi meronta-ronta ingin di lepaskan.

"Kurang tau... Tapi mungkin dia bagian dari UKS." Jawab si pelaku.

Farhan memperhatikan mereka dengan seksama, ia penasaran mengapa mereka yang satu kelompok tak saling mengenal para rekannya.

"Mungkin," ucap Farhan.

"UKS itu anggotanya banyak, bahkan terbagi beberapa kelompok lagi," ucap pelaku yang matanya masih tertutup kain.

Iyan menarik penutup mata dari pelaku tersebut,

"Beneran lu?"

"Serius gua!" ucap pelaku sedikit terkejut.

***

Saat tengah duduk di meja kerja masing-masing, Farhan dan Iyan merenung dan tampak mereka memikirkan hal yang sama hingga kedua mata mereka bertemu.

"Kita butuh bantuan mereka lagi!" ucap keduanya serentak.

***

Riana yang sedang berada di ruang kerjanya tiba-tiba bersin tampak ada seseorang yang membicarakannya.

"Gatel tiba-tiba," gumamnya.

***

Waktu menunjukkan saatnya istirahat untuk makan siang, seperti biasa Riana dan Efan makan siang bersama di restoran terdekat dari perusahaannya.

Farhan dan Iyan kini ingin mencoba makan siang di restoran yang jarang mereka kunjungi, tak disangka mereka mengunjungi restoran yang biasa di kunjungi oleh Riana dan Efan.

Di saat bersamaan, kedua belah pihak saling bertemu dengan cara merebutkan meja. Farhan dan Riana secara bersamaan menarik kursi yang berbeda namun di meja yang sama.

"Ini tempat kita!" tegas Farhan.

"Gua duluan! Minggir!!!"

"Gak!"

"Gua bilang minggir!"

"Yah gua gak mau, kan gua dah ambil meja ini duluan."

Efan dan Iyan tercengang melihat temannya yang merebutkan hal sepele, padahal mereka dapat duduk bersama.

Sut..

"Hahahaha... Sana lu!" usir Farhan yang menang batu, gunting, kertas dengan tangannya yang mengeluarkan gunting dan Riana mengeluarkan kertas.

Tatapan Riana mulai tajam pada Farhan sembari mengajak Efan untuk mencari tempat lain, sentak Farhan menahan Riana  yang akan pergi itu.

Enemy PartnerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang