Curiga

31 19 36
                                        

HI GUYS! KETEMU LAGI NIH

FOLLOW DULU YUK SEBELUM MEMBACA

JANGAN LUPA BERIKAN VOTE DAN KOMENTAR DI AKHIR YAH!!!


***

Saat itu Vara melewati Lapangan dan tak sengaja mendengar pembicaraan Arkan dan Ardi.

"Lebih baik berhutang sama Riana kan daripada sama Vara." Ujar Ardi sembari menarik tangan Arkan.

Vara pun terkekeh dan kembali melanjutkan perjalanannya.

***

"Ini Roni kan, Ayah?" tanya Riana pada pria terkurung itu.

Pria itu tak mengucapkan sepatah kata pun, matanya terbuka lebar menatap Riana, beranjak perlahan dari duduknya. Berjalan tertatih mendekati pagar besi yang tinggi itu.

"Ana paham Ayah," seringai Riana.

Dengan begitu Riana meninggalkan Pria tua itu sembari melemparkan roti pada Pria itu. Pria itu pun terjatuh dan seluruh tubuhnya gemetar, ia memegang kepalanya dan berteriak keras.

***

"Sudah lunas kan?" seringai Arkan menjulurkan tangannya yang memegang uang senilai 1.000.000 itu.

Plak...

Vara menampar tangan Arkan sehingga uangnya berserakan di jalan.

"Lebih baik berhutang dengan siapa?  Daripada gue?"

"Apa bedanya, sama aja, kan!" tegas Vara.

Sementara Arkan hanya terdiam menunduk, kedua tangannya mengepal dan bibirnya bergetar.

"Mau lu apa?" tanya Arkan dengan nada berat.

"Lu harus balikin uang gue pakai uang lu sendiri,  bukan uang orang lain." Ungkapnya.

***

Dua pria malang duduk termenung di pinggir lapangan. Mengadah ke langit dengan wajah yang lusuh, Arkan menjatuhkan badannya berguling bolak balik. Geram kaki Arkan menendang Ardi yang duduk termenung itu dan mendapat balasan ketika duduk kembali.

Plak

Kepalan tangan Ardi tepat mengenai kepala Arkan.

"Gilak lu!" sorak Ardi.

Tubuhnya jatuh tersungkur dan wajahnya ditekuk murung.

***

Riana keluar dengan stelan jas nya, melajukan mobilnya hingga ia berada di depan perusahaan milik ayahnya. Saat ia memasuki kantor semua karyawan berdiri dan memberikan sapaan, Riana tak lupa memberi semangat pada karyawanya yang tengah berduka.

"Enjoy your job guys, polisi bakal tanganin kasus ini dengan baik." Ujarnya

"Tapi Pak Edi gak bakal balik juga,  apa gunanya," dengus Vania salah satu karyawan yang akrab dengan Pak Edi.

"Setidaknya ada keadilan!" seru Riana

"Kembali bekerja! Kalian harus profesional dalam bekerja! Jangan buat perasaan mengganggu kinerja kalian!" tegas Riana.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 09, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Enemy PartnerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang