05.Past and present

890 92 1
                                        

"Sunghoon ah..."

Sunghoon menoleh kearah suara yang menyebut namanya itu.

"Kenapa kau berada di sini?" Sunghoon terlihat kesal. Dengan acuh ia berjalan menuju mobilnya.

"Sunghoon, kita sudah bertunangan! Kenapa kau masih tak mau mengerti?!" seseorang yang ada di sana sedikit meneteskan air mata.

"Hey apakah kau tak ingat? Itu sudah 3 tahun yang lalu bodoh. Kita sudah tak ada hubungan apa apa lagi!" Sunghoon sangat kesal, bahkan sampai meninggikan suaranya.

Seseorang yang tadi meneteskan air mata saat ini sedang berusaha menyingkirkan air mata itu.

Lalu Sunghoon menelepon seseorang.

"Hey Jake, jangan pernah ganggu aku lagi". Setelah mengatakan hal itu Sunghoon langsung pergi tanpa melihat Jake sedikitpun.

Jake yang hendak mengejar Sunghoon tiba tiba di tahan oleh beberapa orang lalu dibawa ke suatu tempat.

Sunghoon mengendarai mobilnya menuju sebuah rumah di daerah yang cukup terpencil dan tak banyak orang tau.

Rumah itu terlihat sangat tua tetapi bangunan itu terlihat kokoh dan mewah. Tetapi rumah itu tak berpenghuni bahkan tak terdaftar di manapun sehingga tak ada yang misa melacak bahkan menemukan rumah itu.

Sunghoon memarkirkan mobilnya di dekat rumah itu lalu segera turun dan memasuki rumah.

Dengan cepat Sunghoon membuka pintu lalu menutupnya kembali setelah masuk kedalam.

"Kau melakukan tugas dengan benar, Sunghoon" mendengar suara itu Sunghoon tersenyum.

"Tetapi, apakah kau setega itu dengan mantan tunanganmu?" baru saja tersenyum, raut wajah Sunghoon kembali datar. Ah tidak, lebih tepatnya kesal.

"Dia bukan mantan tunanganku. Kita bahkan tak sempat tunangan" Sunghoon terlihat meredam emosinya. Ia tak mau berbuat masalah di sini.

"Baiklah baiklah maaf, aku juga tahu hal itu"

"Untuk Sunoo, kau sudah tahu perintah sang Dewi kan?" mendengar kalimat itu Sunghoon terdiam, membuat raut wajah datar.

"Maafkan aku jika aku tak bisa memenuhinya" ucap Sunghoon datar.

"Kenapa begitu?"

"Karena aku mencintai Sunoo, dan akan terus begitu" Sunghoon terlihat sedikit kesal.

"Lagipula, mengapa Dewi memintaku melakukan hal itu? Padahal aku sudah 1000 tahun hidup-mati-terlahir kembali dan aku hanya menemukan jodoh di kehidupan ini" Sunghoon bertanya dengan sungguh sungguh.

"Karena aku dan Dewi akan tau bagaimana kau akan memilih sesuatu yang tepat kali ini. Dan kau harus tetap membunuh jodohmu itu dengan tanganmu sendiri".

Dengan kesal dan amarah yang membludak, Sunghoon langsung pergi dari rumah itu tanpa mengatakan apapun lagi.

Ia mengendarai mobilnya dan pergi jauh dari rumah itu.

"Yang benar saja, apakah aku harus melakukan hal itu? Eish aku tak akan melakukannya!" Sunghoon mengoceh sendiri di dalam mobilnya.

"Kim Sunoo, aku ingin kita tinggal bersama dengan bahagia sampai ajal menjemput. Aku tak mau terlahir kembali dengan ingatan yang masih jelas membekas di dunia yang rumit ini".

Sunghoon menambah kecepatan mobilnya di tempat yang sangat sepi itu.

Tiba tiba saja handphone Sunghoon berdering, menandakan ada yang menelepon nya.

Ia mengurangi kecepatan mobilnya dan mengambil handphonenya.

Sunghoon tersenyum saat melihat siapa yang meneleponnya malam malam begini.

GOOD CHOICE [SUNSUN]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang