22 - Glimpse Of Us

447 23 4
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
.

"Eonnie?!!"

Jisoo yang tengah menyantap ramen terkejut mendengar teriakan lantang Lisaa. Dirinya berbalik dan mendapati gadis itu tengah menatapnya dengan sengit.

"waee?" Jisoo bertanya dengan sedikit takut, seperti melihat tanduk merah pada kepala dongsaeng nya.

Lisaa berjalan dengan gusar, menghampiri Jisoo dengan sebuah kotak kosong, "yak! Eonnie, apa yang kau lakukan dengan permen-permen ku?! kenapa hanya tersisa kotaknya saja huaaaaaa" Lisaa meraung menunjuk Jisoo.

Sang pelaku hanya mampu terkekeh pelan, memberikan gesture meminta maaf pada Lisaa, "mian, aku awalnya hanya ingin mencicipinya saja tapi ternyata sangat enak sampai aku ketagihan dan mengahabisinya, hehe" jelasnya diakhiri kekehan yang membuat Lisaa semakin jengkel.

Cukup lama Lisaa mereog di ruang tengah, dengan Jisoo yang tak henti-hentinya meminta maaf dan berjanji akan menggantinya dengan yang baru dan lebih banyak. Hingga Jennie dan Rose yang baru saja kembali dari pekerjaan masing-masing pun dibuat heran dengan apa yang terjadi di dorm mereka.

"30 menit? apakah dia tidak dehidrasi, eonnie?" Rose bertanya pada Jisoo sembari menyerahkan sekantung buah pada Jisoo.

Jisoo menggeleng pelan pada Rose, " entah, aku sudah memesankannya yang baru tapi dia tidak mau berhenti menangis. Aku bingung, aku merasa sangat bersalah"

Dapat Rose lihat wajah member tertuanya itu sedikit masam, tapi dirinya juga tidak tahu dan tidak mengerti cara agar Lisaa berhenti menangis.

Jennie menghampiri Lisaa dan Jisoo, gadis itu meraih Lisaa yang sedari tadi di peluk Jisoo agar menatapnya. Wajah gadis itu benar-benar sembab, cairan hidungnya bahkan merembes kemana-mana, ew.

"Lisaa-ah, Jisoo eonnie sudah meminta maaf dan menggantinya dengan yang baru. Kenapa kau tidak berhenti menangis dan membuat Jisoo eonnie merasa buruk seperti ini? kau ada masalah, kan? ceritakan pada kami, jangan bersikap kekanakan dengan menjadikan orang lain sebagai alasan kau menangis! aku yakin ada hal lain yang mengganggumu"

Mendengar ucapan Jennie, entah kenapa Lisaa mulai memelankan suara dan tangisnya. Gadis itu sesegukan menetralkan nafasnya, dibantu Rose dan Jisoo yang mengelus punggungnya.

Lisaa menatap Jisoo, lalu memeluk eonnienya dengan erat, "mian, aku tidak bermaksud membuat eonnie merasa buruk. Aku hanya mengalihkan pikiranku, eomma ku sedang sakit eonnie aku harus bagaimana? aku ingin pulang, tapi tidak bisa. Aku terikat segalanya disini, eonnie aku harus bagaimana?"

Ketiga member BP yang lain terdiam, bingung harus merespon seperti apa.

-🕊️-

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 09, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SECRET IDOL'S S2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang