5|| confess misel

59 0 0
                                        

"Kakk!!" panggil Misel.

"Siapa ya?" tanya Hanzo.

"Ini Misel, kak bantuin aku dong"
"Plsss yaaa, yaaa!!"

"Bantuin apaan?" tanya Hanzo.

"Ajak ketemuan kak Alden, plss aku pengen ngomong sesuatu. Aku ga punya nomer dia."
"Misel minta tolong ya kak" ujarnya.

"Ya, entar gua bilangin. Lo mau ketemu dimana??" tanya Hanzo.

"Di taman aja." jawabnya, dan langsung pergi meninggalkan Hanzo tanpa berpamitan.

𝗦𝘂𝗮𝘀𝗮𝗻𝗮 𝗺𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗱𝗶𝗽𝗲𝗻𝘂𝗵𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗯𝘂𝗻𝗴𝗮 𝘁𝘂𝗹𝗶𝗽, 𝗹𝗮𝗺𝗽𝘂 𝘁𝗮𝗺𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗴𝗮𝗻𝘁𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗶𝘁𝗶𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗺𝗽𝘂 𝗽𝘂𝘀𝗮𝘁 𝘁𝗮𝗺𝗮𝗻, 𝘀𝗲𝘀𝗲𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗮𝘁𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗻𝗲𝗺𝘂𝗶 𝘀𝗲𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘄𝗮𝗻𝗶𝘁𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗲𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗱𝘂𝗱𝘂𝗸 𝗱𝗶 𝘁𝗮𝗺𝗮𝗻.

"Heii kamu uda lama?"

"Belum"

"Btw ada urusan apa ya? Kata Hanzo kamu ngajak ketemu an disini!" ujarnya.

"Kak aku mau ngasih hadiah" jawab Misel.

"Hadiah apa Sel?" tanya Alden.

"Ini itu hadiah, kalau aku suka sama kak Alden."
"Misel suka sama kakak." jawab Misel seperti berharap lebih ke Alden.

"Maaf ya Misel sebelumnya, kamu kan orang cantik, baik, terus juara kelas ya, Abis itu berprestasi, so kenapa kamu milih aku?? Aku minta maaf Misel" jawabnya.

"Minta maaf soal apa kak?" tanya Misel.

"Gapapa minta maaf aja, sorry ya Sel. Aku ga bisa nerima ungkapan kamu." jawab Alden.

"Ih dongo banget gua, ngapain si gua harus confess" ucap monolog Misel sambil mendengar Alden menjawab, dan berkaca-kaca matanya.

"Sell?? Misel" tanya Alden.

"Umm" jawab Misel.

"Jangan nangis ya" jawab Alden sembari memeluk Misel.

"Kamu kan cantik, jangan cengeng ya kasian wajahmu. Entar cantiknya ilang, jangan sedih ya cantik. Kamu harus senyum apapun yang terjadi, sesakit apapun itu harus kuat, boleh ko nangis tapi harus senyum ya." Alden menenangkan Misel yang menangis dalam dekapannya sangat terisak-isak.

"Makasii kak" jawab Misel sembari melepas pelukannya Alden.

"Iya, Misel mau balik dulu ya"

"Iya cantik, Hati-hati ya" ujar Alden sembari melambaikan tangan.

𝗔𝗿𝗲𝗻𝗮 𝘀𝗲𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶 𝗰𝗮𝗳𝗲, 𝗻𝗮𝗺𝘂𝗻 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗰𝗮𝗳𝗲, 𝘁𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁𝗻𝘆𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗹𝘂𝗮𝘀 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗺𝗶𝗸𝗮𝘁 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗸𝗲 𝗶𝗻𝗱𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗯𝗮𝘁𝘂 𝗸𝗲𝗰𝗶𝗹 𝗯𝗲𝗿 𝗰𝗮𝘁 𝗯𝗲𝗿𝘄𝗮𝗿𝗻𝗮 𝗯𝗶𝗿𝘂.

"Al elo tadi diajak ketemuan si Misel bahas apaan si??" tanya Hanzo.

"Ouu dia mau pindah sekolah." jawabnya.

"Emang harus banget pamitan ditaman ya?" ujar Ganjar yang sedari tadi sudah diceritakan oleh Hanzo.

"Ya ga si, dia tu tadi nembak gua." ucap Alden sembari cerita.

"Terus-terus?" jawab Ganjar.

"Ya gua tolak, kan gua dari kecil udah suka sama si Lora" serngit Alden.

"Tapi misalnya tau ga!? Kalo elo suka Ellora?" tanya Cakra.

"Ya gua ga ngasih tau si, tapi kalo dia tau dari yang lain, ya gua ga tau juga." jawab Alden.

"Ya udah, gua mau bahas geng motor yang ngerusakin taman buana cempaka siapa ?" tanya Hanzo.

"Ya kita harus selidiki si, soalnya korbannya tuh sampai masuk IGD. Ya kabarnya si kena pecahan kaca di daerah bidang dadanya." ujar Hanzo.

"Kasian banget, entar kita jenguk deh siapa tau tu korban, baik-baik aja." jawab Ganjar.

"Eh elo tadi bahas geng motor?"
"Elo serius kalo itu perbuatan geng motor?" tanya Alden.

"Emang geng montor beneran, yang pasti bukan anak Xander." jawab Hanzo.

"Eh gua cabut dulu ya, gua mau pulang" ujar Alden.

"Gua juga soalnya nyokap nyuruh gua balik" jawab Cakra.

"Gua ga pulang si keknya, mo ngerjain tugas kan dirumah kagak ada wifi, kalo disini ada jadi numpang wifi disini." ujar Ganjar.

"Ah elah serah lo" jawab Cakra.

"Kita cabut dulu ya" ucap Alden yang mewakili temen-temennya berbicara, sembari ingin pergi.

ALDEN ALDEBARAN Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang