Pastikan untuk selalu vote dan komen di setiap baris kalimat. Makasih🤍
Happy Reading🤍
------------------------------------------------------------
Apapun yang menjadi takdirmu, akan mencari jalannya menemukanmu.
— Ali bin Abi Thalib —
🕊🕊🕊
Sudah lebih dari satu jam aku di studio pemotretan produk Fatimah Abaya, salah satu koleksi terbaru FA Clothing. Kali ini, aku datang bersama Mbak Tania tanpa Tante Widya. Di sini, tiga selebgram—Fanny, Amelia, dan Yasmin—sedang mempromosikan koleksi ini dengan berbagai gaya yang diatur fotografer kami. Saat istirahat, aku pun mendekati mereka.
"Abaya-nya memang bagus banget, Mbak. Nggak heran kemarin langsung sold out," ucap Fanny dengan antusias.
"Alhamdulillah, semua ini berkat kerja sama kalian juga," balasku.
Aku tersenyum mendengar pujian mereka. Dulu, aku jarang memakai abaya, tapi sejak menjadi owner FA Clothing, aku mulai terbiasa. Walaupun hijabku belum sempurna, setidaknya ada perubahan kecil dalam cara berpakaianku.
Saat kami selesai berbincang, Mbak Tania menghampiriku. "Bu Shabira, Ibu Mega sedang menuju restoran Akira Back," katanya.
Aku langsung mengangguk. "Baik, kita ke sana sekarang."
Perjalanan menuju restoran berlangsung tenang. Aku fokus menyetir, sampai Mbak Tania tiba-tiba membuka pembicaraan.
"Saya kagum, Bu Shabira. Calon pengantin biasanya sudah cuti, tapi Ibu masih bekerja seperti biasa. Bahkan ikut lembur akhir-akhir ini," ucapnya.
Aku tersenyum tipis. "Terima kasih, Mbak. Saya cuma ingin menyibukkan diri, itu saja."
Aku tidak menjelaskan alasannya—tentang Bang Al, tentang hatiku yang masih berat dengan perkataannya minggu lalu.
"Saya ingat dulu waktu menikah, Ibu Feli kasih saya cuti seminggu penuh. Kalau Ibu Shabira, mau cuti berapa hari?" tanyanya lagi.
"Mungkin tiga hari saja," jawabku santai.
Mbak Tania terkekeh. "Wah, dikit amat, Bu. Kan buat honeymoon juga."
Aku tersenyum miris. Hingga sekarang, aku bahkan tidak tahu apakah Bang Al mengambil cuti atau merencanakan apapun untuk kami. Rasanya terlalu berat berharap lebih. Setibanya di restoran, kami langsung menuju tempat yang sudah di reservasi untuk meeting dengan Ibu Mega.
"Saya lebih suka desain gamis bridesmaid yang ketiga ini, Bu Shabira. Bisa langsung jadi bulan depan?" tanya Ibu Mega, sambil menunjukkan gambar desain gamis melalui iPad.
Aku mengamati desain tersebut, yang terlihat simpel namun elegan. "Saya juga suka, Bu. Desainnya pas untuk bridesmaid. Kami akan usahakan secepatnya."
"Saya minta kabari kalau sudah ada yang jadi, ya," katanya.
"Pastinya, Bu. Desainer kami akan menghubungi Ibu untuk detail bahan dan lainnya," jawabku.
Setelah selesai, Ibu Mega pamit. Kami lanjut menghabiskan makanan yang tersisa, karena sayang jika dibuang.
Tak lama, Mbak Tania meminta izin ke toilet, dan aku duduk sendiri sambil menikmati makanan. Tiba-tiba, seorang waiter datang membawa chocolate lava cake with ice cream.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pelabuhan Hati [SUDAH TERBIT]
SpiritualTersedia di Gramedia | Spin-off Takdirku Kamu 1 & 2 | Romance - Islami Shabira Deiren Umzey berhasil menikahi pria yang selama ini ia cintai-meski lewat perjodohan. Baginya, pernikahan itu adalah anugerah. Tapi tidak bagi Alvaro Danendra Pratama. Di...
![Pelabuhan Hati [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/351029258-64-k533016.jpg)