Jangan lupa berikan vote dan komentar di setiap baris kalimat🤍
Happy Reading!😍
-------------------------------------------------------------
Aku bersyukur bisa memilikimu. Sebab, kamu adalah anugerah terindah yang Allah takdirkan untukku.
— Shabira Deiren Umzey —
🕊🕊🕊
Acara akad nikah berlangsung di Masjid At-Taqwa, masjid kompleks perumahan tempat tinggalku dan Papa. Setelah beberapa sambutan, aku terkejut saat MC menyebutkan bahwa Bang Al akan membacakan ayat suci Al-Quran dari Surah An-Nisa ayat 1 dan Ar-Rum ayat 21. Suaranya yang merdu membuatku terharu, mataku berkaca-kaca.
Usai membaca Al-Quran, ketegangan semakin terasa saat aku melihat Bang Al menggenggam tangan Papa lewat televisi yang telah di setting di dalam ruangan masjid ini. Aku terus berdoa dalam hati, berharap semuanya lancar. Tanganku menggenggam tangan Amanda yang duduk di sebelah kanan, sementara Kiran merangkul pundakku, berusaha menenangkan.
Saat suara Papa terdengar, aku semakin tegang. Papa mulai berbicara,“Bismillahirrahmanirrahim, ananda Alvaro Danendra Pratama bin Muhammad Arvin Pratama saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri kandung saya Shabira Deiren Umzey binti Andre Pandu Winata dengan mas kawin logam mulia seberat 500 gram dan uang tunai sebesar 500 juta rupiah beserta seperangkat alat salat dibayar tunai!”
"Saya terima nikah dan kawinnya Shabira Deiren Umzey binti Andre Pandu Winata dengan mas kawin logam mulia seberat 500 gram dan uang tunai sebesar 500 juta rupiah serta seperangkat alat salat dibayar tunai!"
"Bagaimana para saksi, sah?"
"SAH!"
Air mataku jatuh begitu saja melihat Bang Al dengan tegas mengucapkan ijab qabul. Impianku akhirnya menjadi kenyataan. Aku langsung memeluk Amanda dan Kiran.
"Udah Sha, jangan nangis terus, make-up lo bakal luntur!" omel Kiran.
"Biarin, aku bahagia banget bisa nikah sama crush aku," jawabku sambil menyeka air mata.
"Aku juga ikut bahagia, Sha," Amanda menambahkan.
Setelah make-up diperbaiki, kami keluar ruangan dan berjalan menuju Bang Al yang kini sah menjadi suamiku. Semua tamu menatap kami dengan senyum, tapi pandanganku hanya tertuju padanya. Dengan jas putih yang tampak gagah, dia menatapku dengan ekspresi terkejut dan terpukau. Apakah aku terlihat cantik di matanya?
Setibanya di sana, aku duduk di sampingnya. Setelah itu, penghulu meminta kami untuk menandatangani buku nikah. Tiba-tiba MC meminta aku untuk mencium tangan Bang Al. Aku pun merasa gugup, mengingat Bang Al tidak pernah menyentuh tangan perempuan selain mahramnya. Ketika aku hendak meraih tangannya, dia malah menyembunyikannya. Beberapa kali, kami saling mengulurkan tangan, tapi dia terus menariknya.
"Bang Al, kamu gerogi?" ucapku spontan.
"Eng-enggak," jawabnya, tampak kikuk.
Gemas dengan tingkahnya, aku langsung menarik tangannya dan mencium punggung tangannya. Para tamu bersorak, sementara Bang Al hanya bisa menatap Bayu yang terus meledek.
Bang Al kemudian memegang ubun-ubun kepalaku, berdoa, dan aku mengamininya. Setelah itu, dia mengecup keningku singkat. Aku terkejut, hatiku pun berbunga-bunga.
"Mas, boleh cium kening istrinya lagi? Buat album pernikahan," ujar fotografer.
Bang Al berdeham sebentar, kemudian dia menatap fotografer tersebut. "Sekali saja ya, Mas?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Pelabuhan Hati [SUDAH TERBIT]
SpiritualTersedia di Gramedia | Spin-off Takdirku Kamu 1 & 2 | Romance - Islami Shabira Deiren Umzey berhasil menikahi pria yang selama ini ia cintai-meski lewat perjodohan. Baginya, pernikahan itu adalah anugerah. Tapi tidak bagi Alvaro Danendra Pratama. Di...
![Pelabuhan Hati [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/351029258-64-k533016.jpg)