Nineteen

14 2 0
                                        


Davi tengah sibuk menonton film kesukaannya, Doraemon. Ditemani beberapa cemilan dan minuman kaleng yang tertata diatas meja

Ting

Pandangannya teralihkan dengan suara notifikasi pesan yang terpampang dilayar hp nya, ia tidak berminat untuk melihat siapa pengirim pesan tersebut dan lanjut menonton

Ting Ting Ting Ting Ting

"Aaarrghhh iyaiyaa gw lihat!" Geramnya saat notifikasi tersebut kian berisik berbunyi

"Hah? Jean? Tumben ni anak nyepam" ia pun membuka pesan yang dikirimkan oleh Jean

Jean anak bawang

DAVI URGENT!!

Woy

URGENT INI COK!!

PLIS JAWAB ANAK ANJ-

DAVI GOBLOK!

GW DIKEJAR AMA
KENRICK ANJING TOLONG!!

BUKA PINTU APARTEMENT LO
SEKARANG!!

"Buset anjir" Davi segera berlari menghampiri pintu utama dan segera membuka nya dan benar saja beberapa detik kemudian Jean memasuki apartement nya dengan brutal dan membanting pintu tidak lupa ia menguncinya dengan sapu juga kursi

"Lo kenapa cok? Dikejar setan?" Tanya Davi keheranan

Jean berusaha mengatur nafasnya yang terengah-engah, ia mengambil minuman kaleng diatas meja segera, satu tegukan menghabiskan air dikaleng tak bersisa

Jean menyeka air dimulutnya segera mengguncang Davi dengan brutal "Anjing cok ini gila GILAA!!!"

Davi menepis tangan Jean menghentikan tindakan Jean "Apasih? Apa yang gila? Lo gila? Udah tau gw dari kecil lo emang udah abnormal-"

"BAGAS ANJING BAGASSSS!!" teriak Jean

Davi semakin kebingungan, apalagi sekarang? Bagas? temen tian yang dari jerman? kenapa emangnya?

"Lo tau kan Bagas itu matre abis kalau dibayar dia mau lakuin apapun selagi itu nominalnya tinggi" lanjut Jean masih keliatan panik

Davi tau itu, Bagas itu bisa dibilang kaya orang bayaran kalau dibayar dia mau ngelakuin apapun kecuali bunuh orang katanya itu keluar dari prinsipnya, tapi masalahnya ada apa dengan hal itu?

"Trus masalahnya?" Davi mencoba langsung ke inti percakapan

"BAGAS DIBAYAR SAMA R'SCHWARZE!!"

"APA!?!!" teriak Davi, sekarang dia ikutan panik

"Anjiiiinng kenapa bisaa?? Mampus mana tu orang tau banyak informasi soal kita dan Lavonte gak.. Lebih parah dari itu smua dia tau terlalu banyak soal kita duh gimana ini... Tunggu lo udah kasih tau Castian?"

Jean menggeleng "Belum tau sih tapi kalau dia tau pasti-"

Drrtt Drrtt

[Castian Calling]

Hem mampus sekarang pak ketua nya nelfon, Jean memperlihatkan layar handphonenya ke arah Davi dan ekspresi Davi tak jauh beda dari dia

"Angkat?"

"Angkat aja tapi speaker in"

Jean mengangkat telfon Castian dengan ragu, ia menaikkan volume handphonenya agar Davi bisa ikutan dengar

"Halo?"

"Dimana?"

"Di tempat Davi.."

"Oh yaudah"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 12 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

M'LavonteTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang