Sesampainya di rumah Naruto yang merupakan rumah jepang tradisonal. Ryosuke semakin takjub dan juga senang bisa melihat rumah-rumah di pedesan yang kebanyakan masih tradisional.
“Ternyata putriku tidak datang sendiri.” Kushina tersenyum cerah melihat dua pria tampan berdiri disisi kanan dan kiri putrinya. Ia sudah mendengar cerita dari Minato yang tadi menelponnya ketika dalam perjalanan ke rumah.
“Hallo perkenalkan saya Otsutsuki Toneri. Saya bekerja di rumah sakit K center. Saya bisa kenal dengan Naruto karena dia adik tingkat saya dan kami bertemu ketika moment perkenalan kampus dan saya panitia saat itu. Saya datang kesini untuk menemani Naruto sekaligus liburan singkat.
‘Satunya dokter satunya CEO bukankah putriku sangat cantik mempesona? Ah siapa dulu ibunya.’ batin Kushina bangga.
“Ayo nak masuk! Ibu sudah masak banyak makanan untuk kalian semua.” ujarnya riang.
“Ayo masuk senpai! Sasuke!” ajak Naruto dan keduanya mengangguk cepat.
Kushina segera menghidangkan banyak makanan yang sudah dia masak di atas meja makan.
“Ayo kita makan masakan ibunya Naruto. Tapi masakan kami ini masakan khas pedesaan, kami berdua tidak tahu apakah kalian akan menyukainya.” ujar Minato.
“Masakan pedesaan selalu memiliki ciri khasnya sendiri dan masakan khas pedesaan jauh lebih lezat dari pada yang di kota, paman.” ujar Toneri memuji.
“Itadakimashu!” ujar Ryosuke dan segera mencicipi makanan di depannya. Tanpa menunggu yang lain untuk makan bersama.
Naruto tersenyum geli, Toneri menatap aneh sedangkan Minato dan Kushina tertawa pelan.
“Waaah ini sangat enak bibi! Bagaimana bibi memasaknya? Tolong ajari aku!” seru Ryosuke dengan mulut penuh.
“Oh kamu suka memasak rupanya? Baiklah bibi akan mengajarimu dengan senang hati.” Kushina tentu akan sangat senang bisa mengajari seorang CEO memasak. Ini kebanggannya.
“Terima kasih bibi!” Ryosuke tersenyum lebar dan makan dengan lahap, “Bibi ini enak, ini juga enak, oh ini sangat lezat!” ujarnya dengan mulut penuh makanan.
“Oh cicip daging ini.” Kushina meletakan sepotong daging di atas mangkuk nasi Sasuke dan Ryosuke segera melahapnya.
“Hmmm ... Ini lezat bi!”
“Masakan bibi luar biasa.” puji Toneri kalem.
“Terima kasih, cobalah juga.” Kushina meletakan sepotong daging dan sayuran di atas mangkuk nasi Toneri.
“Terima kasih bibi.” Toneri ikut makan dengan lahap.
Naruto makan dengan santai, ia senang karena ibunya memasakan makanan favoritenya. Ia melirik Toneri dan Ryosuke lalu terdiam karena melihat keduanya seperti orang kelaparan yang sedang lomba makan siapa yang paling banyak.
Kushina hanya bisa tersenyum geli. Dia senang karena masakannya terus di puji dan di makan dengan lahap. Suaminya juga tampak senang dengan Toneri dan Sasuke yang datang bertamu bersama putrinya.
“Terima kasih banyak atas makanannya yang sangat lezat bibi.” Ryosuke meletakan sumpitnya dan minum dengan banyak lalu bersendawa cukup keras.
“Tidak sopan!” tegur Naruto tapi Ryosuke tidak peduli.
“Bibi biar aku bantu membereskan dan mencucinya sebagai bayaran terima kasihku!” Ryosuke segera bangkit membantu membereskan meja makan.
“Bibi aku juga akan membantu!” Toneri ikut berdiri dan Kushina dengan senang hati mempersilahkan lalu melirik putrinya seraya tersenyum geli.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love DID [TERSEDIA PDF]
FanfictionUchiha Sasuke seorang CEO muda yang memiliki kepribadian ganda yang suatu hari tersesat dan di bawah oleh Naruto yang merasa kasihan tanpa tahu jika pria yang dia selamatkan adalah CEO tempat ia di terima kerja.
![Love DID [TERSEDIA PDF]](https://img.wattpad.com/cover/273181699-64-k194298.jpg)