LOVE DID 6

2K 280 15
                                        

On Going

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

On Going


Naruto terlahir sebagai vampir berdarah campuran dan untuk bertahan hidup, dirinya harus meminum darah murni. Namun darah yang di simpan sang ayah untuknya perlahan mulai menipis, dan sangat sulit mendapatkan darah murni apalagi dirinya adalah buronan 3 ras, manusia, vampire dan werewolf. Hidupnya semakin sulit dan pertemuannya dengan Sasuke hampir membuat Naruto menampakan taring dan air liurnya menetes. Pemuda tampan dan dingin itu adalah calon Alpha yang memiliki darah murni dan sialnya mereka adalah karyawan dan atasan.

"Aku tahu aku tampan, hentikan air liurmu. Kamu terlihat menjijikan!"

"Eh?" Naruto mengusap sudut bibirnya dan benar saja, "Aku hanya kelaparan temee!"

.

.

.

.

.

.

Jika tadi pagi rambutnya di kuncir dua, maka malam ini Naruto mengubahnya menjadi di kuncir setengah dan pita merah sebagai hiasan. Ia sudah mencuci mukanya bersih, menyikat gigi lalu mengenakan make up natural. Sekarang wajahnya terlihat segar, tidak lupa sedikit parfum beraroma cherry yang menjadi favoritenya.

Tersenyum lebar, ia keluar dari ruang ganti. Semua rekan kerjanya memberikan semangat untuknya membuat rasa gugupnya sedikit berkurang. Naruto keluar dari cafe, bertepatan dengan Toneri yang baru saja tiba. Pria itu juga terlihat lebih segar dan rapi dengan celana jeans dan kaos hitam yang di balut mantel coklat.

"Kita pergi?"

"Hm!" Naruto mengangguk malu, keduanya berjalan bersama menuju kereta bawah tanah.

"Mau kemana?" tanya Toneri.

"Bagaimana jika kita pergi ke distrik Konoha?"

"Distrik Konoha?" gumam Toneri. Tempat yang bagus untuk kencan, "Ayo!" ia mengangguk setuju.

Keduanya berjalan menuju stasiun dan membeli tiket untuk masing-masing yang akan membawa mereka menuju distrik Konoha. Detak jantung Naruto semakin menguat karena mereka berdiri berdampingan saat ini.

"Ayo!"

Naruto tersentak dari lamunannya dan ternyata kereta sudah tiba. Toneri menarik tangannya untuk masuk ke dalam kereta dan mereka harus berdiri karena kereta yang cukup penuh. Toneri melepaskan tangan Naruto karena melihat kedua manik biru Naruto, ia menjadi gugup seketika. Penumpang yang naik semakin banyak dan mereka adalah remaja laki-laki senior high school dan pria-pria pekerja kantoran.

Naruto yang tidak nyaman berusaha menyingkir dari mereka, apalagi ada seorang pria dewasa ingin menyentuh pundaknya tapi Toneri dengan cepat merangkul Naruto, mengurung gadis itu di antara dirinya dengan pintu kereta untuk menghalangi setiap laki-laki yang hendak mendesak Naruto. Naruto lantas mendongak melihat Toneri yang melindunginya, kedua pipinya merona karena wajahnya yang menempel di dada Toneri.

Love DID [TERSEDIA PDF]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang