Ruang Tekno [09]

2.8K 170 11
                                        

Ali : "Okelah, aku pergi dulu bye"


Iman & rizka : "Bye"

ପ૮๑ᵔ ᵕ ᵔ๑ აଓ ˚。 ⊹ ꒰ఎ ♡ ໒꒱ ⊹ 。˚




Ali pergi dari dapur, ia sempat mengajak rudy untuk pergi mengecek gadget nya di ruang tekno tapi rudy bilang nanti dia akan menyusul jika ia sudah selesai beristirahat.



Ali hanya menjawab 'oke' dan berlalu ke ruang tekno.




Rizka : "Habis ini kita ngapain?"



Iman : "Pergi bilik khai! Semua ejen ada kat situ"



Rizka : "Gabung dengan ali!"



Rizka menarik tangan iman untuk berlari mengejar ali yang memang jaraknya belum terlalu jauh dari dapur.



Ali : "Apesal kora lari-lari nih?"


Iman : "Entah, rizka yang tarik aku"


Rizka : "Gue sama iman ikut lo ya, sampe kamarnya khai doang kok"


Ali : "Okelah"



Ali, iman, rizka kemudian berjalan bersama ketujuan mereka masing-masing, ditengah mereka berpisah karena sudah sampai di bilik khai.



Rizka : "Makasih udah nemenin gue sama iman sampe sini li"


Ali : "Takde hal, aku lanjut pergi"


Iman : "Hati-hati!"



Iman dan rizka lalu masuk kedalam bilik khai sementara ali kembali berjalan, semua berjalan lancar sampai ali memdengar suara langkah kaki di belakang.


Ali mencoba positive thingking kalau itu hanya khayalan dia, tapi itu seperti nyata, suara langkah itu mendekat dan ada sesuatu yang menyentuh bahu ali.



Ali : "Ahk!"


Rudy : "Weyh, ini aku lah"


Ali : "Ish kau nih! Hampir lompat jantung aku tadi"


Rudy : "Tulah! Kalau kau takut baik kau tadi tunggu aku, boleh jalan bersama"


Ali : "Tak minat"


Rudy : "Cepat pergi ruang tekno, hari dah larut"



Rudy kemudian menarik tangan ali untuk berlari ke ruang tekno segera, ali yang sadar tangannya ditarik rudy pun sedikit kaget.


Terbukti cara itu efektif, tak lama mereka sampai disana lalu mereka masuk. Pas disana sedang ada ejen geetha dan ejen karya sedang berbincang.



E. Geetha : "Ali, rudy? Ape korang buat kat sini"


Ali : "Boleh bantu cek i.r.i.s atau yoyo saye tak? Esok nak berlatih takut ada masalah"


E. Geetha : "Boleh, bagi i.r.i.s dan yoyo kamu, biar saya bantu periksakan"



Ali lalu menyerahkan kedua benda yang diminta ejen geetha, ejen karya menyuruh mereka menunggu disini selagi ejen geetha mengecek gadget ali.



E. Karya : "Rudy pula, ape kau buat kat sini?"


Rudy : "Temankan ali"


Ali : "Aku tak minta kau temankan aku pun!"


Rudy : ''Tak payah kau minta aku dah siap sedia temankan kau"


Ali : "Apesal macam tu pulak?"


Rudy : "Entah, aku s-"


Ali : "Kau nih kenape?"


Rudy : "Sudah, baik kau tanya ejen geetha tenyang gadget kau tu"


E. Geetha : "Gadget kamu dalam kondisi sangat baik ali, takde apapun yang tak stabil"


Ali : "Terimakasih ejen geetha, saya dan rudy izin pamit"



Rudy berjalan lebih dulu meninggalkan ali, ali hanya cuek tapi ia sedikit terkejut karena ejen karya menyentuh bahunya.


Setelah mendengar kata ejen kerya, ali lalu bergegas perli menyusul rudy yang sudah jauh entah dimana.


Ali berlari mengejar rudy yang entah jalannya lebih cepat dari biasanya 'Rudy, tunggu aku lahh!' ali berkata sambil berlari, namun rudy tak kunjung berhenti apalagi memelankan kecepatan berjalannya.



'Rudyy!!'


'Aw!'



Rudy terkejut mendengar suara ali, ia menoleh kebelakang dan melihat ali yang terduduk di lantai, ia menghampiri ali.



Rudy : "Kau kenape?"


Ali : "KAU LAH KENAPE? AKU PANGGIL KAU TAPI KAU TAK JAWAB" Ali berkata dengan nada yang cukup tinggi dengan matanya yang berkaca-kaca tanda ingin menangis.


Rudy : "Sorry aku takkan buat macam tu lagi, kau kenape bisa jatuh ni?"



[Duh author susah make kata-kata nangis nya nih, karna emang ga berpengalaman buat karakter nangis, gamau hiks nanti jatohnya alay]



Ali : "A-aku tengah kejar kau, tak sadar tadi macam ade robot tabrak aku lepas aku tengok takde apepun"


Rudy : "Robot? Sebesar mane?"


Ali : "Kecil, macam... Kau tau robot khai?"


Rudy : "Mestilah"


Ali : "Sebesar tu"


Rudy : "Tak perlu kesah tentang tu, kau dapat jalan tak?"


Ali mencoba berdiri tapi sepertinya kakinya terlalu sakit dan lemas karena habis berlari lalu tertabrak tadi, akhirnya ali hanya menggelengkan kepalanya.



Rudy : "Huft- kau nak aku bantu jalan atau aku gendong kau?"


Ali : "Ehm"


Rudy : "Biar aku tentukan, meh aku gendong kau"



Rudy langsung mengendong ali yang memang posisinya masih terduduk di lantai [kalau gak bisa bayangin gimana gambarannya, jadi tuh kaya posisi gendong ala pengantin gitu loh, tauu kann??].



Ali yang belum siap tentu sangat terkejut bahkan sempat meminta diturunkan dari situ, tapi rudy acuh dan menyuruh ali diam. Kejadian ini membuat ali malu sendiri lalu menyembunyikan wajahnya pada dada rudy.



Rudy hanya melirik sekilas lalu melanjutkan perjalanan sampai ke kamar mereka berdua, ia menaruh ali di kasur. Ternyata ali tertidur selama di gendong olehnya, mungkin lelah sekali. Rudy pun ikut menyusul ali ke alam mimpi.




ପ૮๑ᵔ ᵕ ᵔ๑ აଓ ˚。 ⊹ ꒰ఎ ♡ ໒꒱ ⊹ 。˚


Sistem kebut 4 jam, jadinya cuma dikit karna udah ngantuk, kan besok udh uprak jadi aku gak janji bisa update.

Ini aja aku berpikir keras buat nyelesain ini, padahal aku harus tidur awal karna aku juga lagi kurang sehat. Semoga kalian disana selalu diberi kesehatan ya!

Seperti biasa, vote yaa kiwipies. G'night.

Kalau pendek maaf ya, aku lagi gaada ide bangett selama bbrp hari ini, apalagi kalau ada typo atau kata yang kurang bisa di pahami. Karna jujur aku baru nulis malam ini dan baru jadi malam ini juga jadi maaf kalau ngawur, kalau ada waktu nanti aku revisi.

Segini aja, kepala aku udah pusing banget. Byeeee!

See u in the next chap

-With love, ion.

Hate To Love | RuLi Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang