Aku hendak berbalik secepat aku melihat Kaigan berjalan ke arahku. Hidupku berada dalam kesialan setiap kali berada di dekatnya. Kali ini entah mengapa ia terlepas dari kumpulanya, tampak berantakan, tapi juga tetap terlihat keren.
Bukankah itu yang paling mengerikan? Kaigan berkeliaran seperti kriminal, tetapi ia memiliki wajah tampan untuk disandingkan dengan model atau artis. Tetap saja aku lebih menyukai bagaimana wajah Hugo dipahat dengan senyum yang gampang merekah, dibandingkan Kaigan yang hampir terlihat cemberut sepanjang hari meskipun pada kenyataannya itu hanya soal otot wajahnya yang terlalu kaku.
"Lepaskan!" Aku berteriak secepat Kaigan menangkap tanganku.
"Aku bilang lepaskan!
"Oh, kau ingin aku melepaskan pakaianmu di sini, Richard?"
"Tutup mulutmu!"
"Kau mulai berani rupanya."
"Apa yang kau inginkan?" Aku masih berteriak, membiarkan mahasiswa lain memperhatikan kami.
"Katakan pada Mr.Thomas jika aku bersamamu malam itu."
Aku tersenyum miring. "Apa kau takut tertangkap polisi, karena mengedarkan narkoba, Wilson?"
"Jika kau tidak melakukannya, aku akan memperkosamu."
"Kau bilang kau jijik padaku, tapi kau mengatakannya secabul ini. Apakah kau juga munafik, Wilson?"
"Aku benar-benar jijik mendengar tingkat kepercayaan dirimu. Apakah kau sungguh berharap malam itu aku melakukannya?"
"Kau memang melakukannya!"
"Kau yang memohon. Kau menyukainya."
"Tidak! Kau menjebakku, jika tidak—sudahlah! Lepaskan aku."
"Katakan seperti itu kepada Mr.Thomas."
"Apa untungnya bagiku menyelamatkanmu?"
Kaigan menyeretku. Bahkan tanpa tenaga yang cukup besar, kekuatannya telah melumpuhkan pergerakanku. Ia seolah difasilitasi untuk menghancurkan orang lain.
"Aku tidak akan mengatakannya."
"Kau akan mengatakannya." Kaigan mendorongku masuk.
Mr.Thomas mengangkat wajahnya dari setumpuk kertas. "Apa lagi pembelaanmu kali ini, Mr.Wilson?"
"Aku bersamanya malam itu. Dia bisa meyakinkan."
"Jadi, kau berpacaran lagi dengan seorang Asia? Aku pikir kau memiliki semacam trauma."
"Dia tidak memiliki trauma, Mr.Thomas. Dia malah senang bercinta dengan gadis-gadis Asia itu," timpal Mrs.Cloe.
"Astaga, betapa malangnya gadis-gadis itu."
"Katakan padanya!"
Aku menghela. Bagiamanapun juga malam itu kami memang bersama. Lagipula seperti yang aku katakan. Aku tidak mau mencari masalah dengannya.
"Saya memang bersama Kaigan malam itu, Sir."
"Tetap saja sebelumnya kalian mengunjungi pesta Beatrice, bukan?"
"Dia menjemputku. Hanya itu," ujar Kaigan.
"Aku tidak yakin. Apa kau memiliki bukti lainnya?"
"Dasar keparat! Kau banyak bicara seolah tahu segalanya!" amuk Kaigan.
"Suruh saja Tuan Wilson kemari. Atur sejumlah uang dan selesai. Mengapa sekarang kau sedikit payah, Kaigan?"
"Tutup mulutmu, Sialan!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Desire |18+ END
RomanceJoana Richard seharusnya tidak jatuh cinta kepada Kaigan Wilson. Pria itu tidak segan menenggelamkan kepala Joana di kloset toilet yang kotor, karena tidak menyukai kehadirannya. Kaigan adalah laki-laki yang selalu mendapat apapun yang ia inginkan...
