41

699 34 11
                                        

"Aku membenci wajahku."

Hugo meletakkan jasnya di nakas, lalu melepaskan dasinya. Kupandangi cat kukuku yang pudar.

"Mengapa istriku membenci wajahnya yang cantik ini?" Hugo mencium pipiku.

"Aku mirip Kim Hana. Itu sebabnya aku seperti ini. Jika aku tidak mirip Kim Hana. Jika aku tidak pergi ke Los Angeles. Jika aku tidak berada di Lympus atau mungkin saja jika aku tidak pernah lahir, semuanya akan baik-baik saja."

"Jangan berbicara seperti itu."

"Tidak, Hugo. Aku sudah memikirkannya. Semua ini dimulai dari wajahku."

"Kalian tidak begitu mirip, meskipun, ya, beberapa mengatakan itu benar. Kalian berbeda."

"Seharusnya aku memiliki wajah yang lain. Jika tidak seharusnya aku tidak ada."

"Anak-anak pulang hari ini. Aku akan meminta Bibi Marie untuk memasak makanan lezat. Kau mau apa?"

"Aku hanya ingin tidur." Aku membaringkan tubuh. Sudah tiga hari aku tidur saja. Kami tidak pergi ke California. Aku tidak mau menemui Kaigan. Tidak akan.

Aku sempat tertidur sebelum akhirnya Joshua dan Jasmine masuk. Kulit Jasmine putih, sementara Joshua lebih gelap akibat terlalu sering bermain di bawah panas matahari. Sisanya mereka mirip. Warna mata, bentuk alis, ekspresi serius. Tidak ada yang ceria. Keduanya seperti Kaigan.

"Dad bilang Mom sakit." Joshua meletakkan paperbag di dekatku. "Aku membelikan Mom oleh-oleh."

"Pergilah makan malam bersama Dad di bawah."

"Aku minta maaf. Aku seenaknya menadatangani surat Jasmine, tapi aku menjaganya dengan baik."

"Ayah kalian menjaga kalian dengan baik." Aku mengoreksi. "Apa menyenangkan bertemu dengannya?" Aku berusaha tidak marah, tapi aku paham jika suaraku sekarang terdengar demikian.

"Kami pergi ke Dinseyland," ujar Jasmine. "Hanya itu. Dad baik."

"Tentu saja."

"Aku tidak bisa memberitahu Mom kalau Dad sering menemui kami tiga tahun yang lalu. Mom tidak pernah mengatakan apa-apa, jadi aku menyembunyikannya." Jasmine menjelaskan lebih lanjut.

"Apa dia mengajak kalian tinggal di sana?"

"Tidak, Mom." Joshua menggeleng. Kulihat matanya melirik Jasmine. Aku tahu kalau Kaigan tidak akan puas sebelum dia mendapatkan semuanya.

"Kalian bisa tinggal bersamanya jika kalian mau."

"Aku akan tinggal bersamamu." Joshua menatapku. "Aku tidak akan meninggalkan Mom."

"Kalian sudah cukup besar untuk melakukan apapun yang kalian inginkan. Aku tidak bisa melarang. Terserah kalian mau tinggal di sini atau bersama Ayah kalian."

Kami tidak berbicara lagi setelahnya. Aku berada di tempat tidur lebih banyak. Hampir sepanjang hari, kecuali jika aku memiliki pemotretan. Sisanya aku hanya berada di kamar. Aku membaca majalah di ranjang, tetapi karena aku lebih sering bersedih, aku memilih tidur. Itu sajalah yang membuat perasaanku lebih baik.

***

"Dad, aku pikir Mom sangat marah pada kami. Kami sudah minta maaf dan benar-benar menyesal, tapi Mom tetap tidak mau bicara. Padahal kami hanya bertemu dengan Ayah kandung kami."

Aku menahan langkah. Biar aku lihat bagaimana Hugo menangani anak-anak ini sekarang.

"Apa yang laki-laki itu katakan pada kalian?"

"Dia sangat mencintai Mom. Namun dia masih muda dan bermain dengan banyak perempuan, jadi Mom meninggalkannya. Mom kemudian menikah dengan Dad hanya agar kami tetap memiliki Ayah."

Desire |18+ ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang