Happy Reading..
.
.
.
.
.
Joong dan Pond beberapa kali pernah bertemu diacara penghargaan ataupun diacara pemegangan saham perusahaan. Kadang mereka juga bertukar sapaan, walaupun tak dekat. Joong cukup tau siapa Pond yang selalu berdiri disamping Tuan Lertratkosum, anak satu-satunya dan pewaris perusahaan Lertratkosum.
Bila Joong adalah pemilik perusahaan Aydin yang besar di Eropa maka Perusahaan Lertratkosum adalah perusahaan besar di seluruh Asia. Lebih tepatnya Lertratkosum adalah perusahaan No.1 di asia, yang kini tengah melakukan kerja sama dengan perusahaan Pusat keluarga Aydin yang berada di Eropa. Joong di Thailand hanya mengurus salah satu cabang perusahaan Aydin saja. Sedangkan perusahaan pusat di Eropa sana, tentu saja dipegang oleh sang Ayah, Earth Aydin.
Bisa dikatakan Joong dan Pond memiliki kekuasaan yang cukup dan seimbang. Maka dari itu Joong, sangat membenci keberadaan Pond yang mendapat keramahan dan senyuman Dunk.
Tak berbeda jauh dari Joong, ia juga tak senang saat melihat Phuwin mudah tersenyum pada Joong. Karena, dia saja sangat susah mendapatkan senyuman itu.
.
.
Setelah semalam Dunk menyapu bersih keberadaan Pond dan Joong. Pagi menjelang, ia harus menyiapkan sarapan untuknya dan Phuwin, lalu pergi bekerja.
Phuwin yang merasa sudah agak mendingan pun memutuskan untuk pergi kuliah, sedangkan untuk bekerja ia meminta cuti satu hari lagi pada Phi Gun-nya.
"Phuwin, ayo bangun dan sarapan kita bisa berangkat bersama." Ucap Dunk, sambil membangunkan Phuwin yang kini tengah berbaring diatas ranjangnya.
"Lima menit lagi phi." Malas Phuwin.
"Kalau kau malas aku akan menghabiskan spaghetti carbonara, yang ku masak untuk sarapan kita pagi ini." Ancam Dunk, membuat Phuwin membuka salah satu matanya dan bangun.
"Baiklah." Ucap Phuwin yang mulai bergerak dan berjalan dengan sesekali meringis.
"Apa kakimu masih sakit?" Tanya Dunk.
'bukan kaki yang sakit, tapi lubangku yang masih sakit. Pond sialan itu memperkosaku lagi kemarin.' -batin Phuwin kesal.
"Sudah agak mendingan, tapi masih terasa nyeri." Jawab Phuwin.
"Apa perlu diperiksa lagi?"
"Tidak perlu Phi, ini akan sembuh dalam beberapa hari kata dokter." Sanggah Phuwin, bisa mati si sialan Naravit kalau dia di periksa lagi oleh dokter bersama kakaknya. Tunggu, untuk apa dia khawatir kalau Pond akan mati. Itu hal yang Phuwin nantikan, hidup tanpa gangguan Pond yg sudah mati.
'Tidak tidak..' -batin Phuwin menggelengkan kepalanya.
"Lebih baik kau istirahat jangan kekampus kalau begitu." Ucap Dunk, kembali khawatir, melihat keanehan sang adik yang menggelengkan kepalanya dan sesekali memukul kepalanya, walaupun pelan.
"Tidak-tidak hari ini ada Question dari dosen pembimbing."
"Baiklah, kalau ada apa-apa kau bisa menghubungi phi."
"Emm.." angguk Phuwin.
Dunk'pun pergi dari kamar Phuwin.
Dunk kembali kemeja makan menunggu Phuwin.
Ding
Ding
Bunyi pesan diponsel Dunk, mengalihkan perhatiannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
CRIMINAL
FanfictionKalau cara lembut aku tak bisa memilikimu, maka aku akan menjadi seorang CRIMINAL untuk mendapatkan mu - Joong and Pond. Boy Love Joylada PodPhuwin JoongDunk
