Happy Reading..
.
.
.
Bruk
Suara itu terdengar nyaring dipendengaran Joong yang kini menatap kosong pada sosok yang tak dapat menopang tubuhnya, yang entah karena lemah atau karena rasa sakit yang baru saja ia peroleh.
Dunk, ia terduduk lemas saat melihat dua sosok didepannya saling merangkul untuk berciuman.
.
Beberapa saat lalu Dunk terbangun, dalam keadaan tubuhnya benar-benar sakit dan pegal. Tapi, Dunk tetap mencoba untuk bangun dan mencari Joong di saat mengetahui Joong tak berada disampingnya.
'Kau meninggalkan lagi, Joong. Kenapa? Apa setelah dipakai kau bisa mencampakkanku begitu saja.' -batin Dunk miris.
Berbagai pikiran buruk bermunculan dibenaknya. Hal seperti ini pernah Joong lakukan dulu, saat Joong berkata bahwa Nine membutuhkan pertolongannya. Pada saat itu jugalah Joong meninggalkannya.
"Apakah sekarang juga sama, kau meninggalkanku karenanya." Gumam Dunk yang entah pada siapa.
Dunk menguatkan tubuhnya yang bisa roboh kapan saja untuk bangun dan mengambil beberapa baju yang berceceran dilantai.
Dunk'pun memakai bajunya kembali dan menatap pada sebuah buku yang menjadi kunci ruangan pribadi Joong.
Dalam sekali tarikan pada buku, lemari itu tergeser dan menampakkan dua orang pria yang kini tengah berciuman.
Nine yang mengalungkan tangannya di leher Joong, sedangkan Joong memegang pinggang Nine.
Dunk yang melihat hal itu, tiba-tiba tak bisa menahan beban berat tubuhnya. Dunk terjatuh dengan kedua mata yang menatap miris keduanya.
'Ternyata benar, kau meninggalkanku lagi demi dia.' -batin Dunk sendu.
Joong yang melihat itu dengan cepat mendorong Nine dan menghampiri Dunk.
"Dunk! Dengarkan aku, ini tidak seperti yang kau pikirkan." Ucap Joong yang kini berada dihadapan Dunk. Membantunya untuk berdiri, tapi Dunk dengan cepat menepis tangan Joong, lalu menopang tubuhnya pada lemari yang ada disampingnya.
Dunk menggelengkan kepalanya dan menutup telingannya, menghindari tangan Joong yang mencoba meraihnya.
"Tidak! Aku tak ingin mendengarnya lagi hiks.." tangis Dunk, dengan tertatih dia berjalan mengindari Joong.
"Dunk.. sayang, aku mohon dengarkan penjelasan ku."
"Cukup hiks .. sudah cukup.." Isak Dunk, lalu keluar dari ruangan Joong dalam keadaan tertatih-tatih.
"Dunk! Dunk dengarkan aku, Dunk!" Joong terus memanggil nama Dunk dan mencoba meraihnya.
Sialan! Kenapa hal seperti ini terjadi pikir Joong, ia ingin menyelesaikan masalahnya dengan cepat. Tapi, malah membuat masalahnya semakin runyam.
Joong ingin cepat mengejar Dunk, sebelum itu dia harus mengurus masalahnya dulu sampai akar.
Joong menatap Nine yang kini terdiam menikamati drama dihadapannya, terlalu mudah menyingkirkan Dunk bagi Nine. Ternyata ia tak perlu bersusah-susah membujuk Dunk untuk meninggalkan Joong. Karena, hal ini ternyata lebih efektif dari pada pura-pura baik untuk menyingkirkan Dunk.
"Hancurkan jaringan sponsor untuk Nine, aku ingin dia jatuh tanpa pendukung. Jangan biarkan Nine merangkak lagi didunia Entertainment." Ucap Joong pada seseorang disebrang telepon sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
CRIMINAL
FanfictionKalau cara lembut aku tak bisa memilikimu, maka aku akan menjadi seorang CRIMINAL untuk mendapatkan mu - Joong and Pond. Boy Love Joylada PodPhuwin JoongDunk
