Happy Reading..
.
.
.
.
.
Ahh.. hah..ahh ahh
Kedua tangan yang bertumpu pada sofa dengan bagian belakang yang menungging terus digempur oleh Joong, membuat Dunk sedikit kewalah.
Entah ini percintaan mereka yang keberapa kali, yang jelas Dunk sudah sangat lemas dan tak memiliki tenaga ekstra lagi untuk menangani nafsu Joong.
Anghhhh..
Akhhh..
Desahan itu menjadi penanda berakhirnya sesipercintaan mereka dengan Joong mengeluarkan cairannya didalam tubuh Dunk, serta cairan Dunk yang kini membasahi sofa.
Dengan lemas Dunk melepaskan tumpuannya pada sofa, dia berbaring tengkurap memunggungi Joong yang kini tengah memasang celananya kembali.
Percintaan mereka selalu luar biasa seperti biasanya.
Joong menggendong Dunk bride style, lalu membawanya kekamar, membaringkan tubuh Dunk dan tubuhnya diatas ranjang tanpa repot2 membersihkan kekacauan yg mereka buat diruang tengah tadi.
Ya, saat ini Dunk sedang berada di apartment Joong, menikmati kebersamaan mereka.
Sebelum keesokan harinya Dunk dan Joong datang keacara pernikahan Pond dan Phuwin yang diselenggarakan dengan sangat mewah diikuti beberapa infotainment yang datang meliput pernikàhan Pond dan Phuwin.
Phuwin memasuki ruangan, berjalan diantara para tamu dengan Dunk yang berada di sampingnya. Perbedaan tinggi mereka terlihat seperti seorang ayah mengantarkan putrinya. Dengan jas yg berlawanan antara putih dan hitam, membuat semua orang yang datang memandang mereka dengan penuh pesona. Layaknya malaikat penuh memikat, itulah yang para undangan pikirkan.
Diawali dengan membaca doa, lalu sumpah sehidup semati, dilanjutkan dengan bertukar cincin dan diakhiri dengan berciuman dibibir. Semua itu dilakukan dengan lancar, walaupun di akhir phuwin berusaha menghindar. Tapi, Pond yang tau akan hal itu dengan cepat memegang pinggang Phuwin dan menciumnya dengan rakus. Menunjukan pada seluruh dunia bahwa Phuwin sekarang adalah miliknya.
Tepuk tangan semua orang terdengar sangat meriah ditelinga Dunk. Dia tersenyum dan menyandarkan kepalanya pada Joong.
"Aku harap Phuwin bahagia." Ucap Dunk tulus.
Joong yang mendengar perkataan Dunk'pun tersenyum dan mengusap pipi Dunk lembut.
"Mereka pasti bahagia."
.
.
.
Dunk menatap luar balkon hotel dengan tatapan datar, segelas wine merah ditangannya, menambah keanggunan padanya. Aura dingin tak tersentuhnya membuat orang segan menyapanya. Tapi, tidak dengan sosok manis yang kini mendatanginya.
Nine, sosok yang juga diundang oleh keluarga Pond. Ya, Nine bekerja dalam mempromosikan produk perusahaan Pond beberapa bulan lalu. Maka dari itu ia juga mendapatkan undangan dari perusahaan Pond untuk menghadiri pernikahan Pond dan Phuwin.
Sosok itu mendatangi Dunk dengan gelas wine lain ditangannya.
"Ternyata adikmu juga sangat pintar untuk menggoda seorang pewaris terkenal perusahaan besar." Sarkas Nine. Ia tak susah-susah menyembunyikan wajahnya lagi dihadapan Dunk, setelah ia menerima Flashdisk dimalam itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
CRIMINAL
Fiksi PenggemarKalau cara lembut aku tak bisa memilikimu, maka aku akan menjadi seorang CRIMINAL untuk mendapatkan mu - Joong and Pond. Boy Love Joylada PodPhuwin JoongDunk
