Happy Reading..
.
.
.
10 tahun kemudian...
.
.
Dunk kini tengah mengemas baju yang akan dia bawa ke negeri asalnya, Thailand.
Joong akhirnya memutuskan untuk kembali ke negara asal istrinya itu, setelah 17 tahun lebih tinggal di Turkey.
Tadinya mereka ingin pindah setelah ibu Joong meninggal. Tapi, perusahaan Aydin yang ada disini menjadi tak stabil karena beberapa pemilik saham mulai kacau memperebutkan siapa yang paling besar memiliki saham dan ingin menjadi CEO di perusahaan pusat.
Namun, semua itu hanya terjadi atas angan-angan mereka saja. Karena, pada saat itu Joong membawa surat pemegangan saham paling besar. Barulah mereka tak berani menunjukkan taring mereka lagi.
Joong'pun akhirnya menjadi pemilik sepenuhnya perusahaan Aydin setelah ia membeli beberapa saham menggunakan nama Dunk di pasar gelap. Sialnya, kenapa mereka menjual saham di pasar gelap sehingga membuat permasalahan baru disaat beberapa ketua mafia kecil mendatanginya. Tapi, lagi-lagi semua masalah itu terselesaikan dengan bantuan Pond.
.
"Fourth, kenapa kau masih belum membereskan bajumu! Kita akan pergi 2 jam lagi!" Teriak Dunk pada anak satu-satunya itu, yang masih berbaring diatas ranjang membaca buku.
"Papaa.. aku tak mau pindah, disini banyak teman yang tak ingin ku tinggalkan.." rengek Fourth pada sang papa.
"Baiklah kau tinggal disini sendiri, papa dan daddy akan tetap pindah ke Thailand." Marah Dunk.
"Huaaa.. papa jahat.." tangisan palsu Fourth membuat Dunk memutar matanya malas.
"Baiklah cukup! Kalau kau belum bersiap juga papa dan daddy akan benar-benar meninggalkanmu disini." Putus Dunk sebelum menutup pintu kamar anak satu-satunya itu.
Dunk tak mengerti, salah apa dia saat mengandung sehingga melahirkan anak nakal seperti Fourth. Nakal dan susah diatur, belum lagi sifat childish nya.
Benar-benar anak dari seorang Joong Archen Aydin.
.
.
.
Setelah melakukan penerbangan selama 12 jam, akhirnya Joong dan keluarga kecilnya sampai di Airport Thailand. Sudah ada Phuwin dan Pond disana menunggu mereka.
Fourth yang pertama melihat keluarga Phuwin dengan cepat berlari kearah mereka. Lalu, merentangkan tangannya seolah-olah ingin memeluk Phuwin. Hingga, disaat jarak mereka semakin dekat. Fourth berbelok dan memeluk seorang pemuda yang berada tepat disamping pamannya Pond.
Permuda itu adalah satu-satunya hal yang sangat menyenangkan di Thailand. Ya, Fourth selalu menggoda sepupunya yang menurutnya cupu ini.
Gemini Norawit Lertratkosum, sepupu culunnya.
Phuwin yang menerima perlakuan itu merasa tak terima dan mengadu pada Dunk.
"Phi Dunk anakmu benar-benar sangat baik." Ucap Phuwin sedikit sarkas.
"Haha.. dia memang baik, saking baiknya membuat aku gemas ingin meremasnya sendiri." Ucap Dunk tak kalah sarkas.
"Tapi, Fourth tumbuh sangat manis, sama sepertimu."
"Ya, dia memang manis. Tapi, orang akan berubah pikiran setelah mengenal sifat iblis kecil itu." Ucap Dunk sambil menggelengkan kepalanya pusing memikirkan kelakuan anaknya yang benar-benar ajaib.
KAMU SEDANG MEMBACA
CRIMINAL
FanficKalau cara lembut aku tak bisa memilikimu, maka aku akan menjadi seorang CRIMINAL untuk mendapatkan mu - Joong and Pond. Boy Love Joylada PodPhuwin JoongDunk
