Kertas berbalik, sudah masuk dua bulan terlewat semenjak Loka memasuki Raga Lova.
Sekarang masuk bulan baru, awal bulan dan sekarang adalah waktu dirinya pulang ke rumah pemilik raga atau keluarga barunya?
Selama sebulan kegiatan yang ia lakukan selama di rumah sakit adalah terapi, melatih tubuhnya yang kaku karena koma selama bertahun tahun. Selain itu hal lainnya yang ia lakukan adalah memanjakan dua serigala besar.
Mungkin seharusnya kartu keluarga harus berubah, memindahkan namanya menjadi putra sulung dari keluarga Welguo. Nyatanya baik sulung maupun anak tengah keluarga itu bersifat layaknya balita kepadanya. Tidak hanya Loka yang geleng geleng kepala, Gela dan Hazel bahkan tidak tahan melihat tingkah manja Anak anak mereka kepadanya. Gela dan Hazel saja risih melihatnya, bagaimana dengan Loka sendiri yang mengalami?
Dan selama itu pula, hubungannya dengan keluarga kecil itu semakin dekat yang selalu menimbulkan hangatnya keluarga utuh.
Di dalam hangatnya keluarga itu, tubuh yang Loka tempati di berikan makanan bergizi. Wajahnya yang semula begitu tirus dan jelek sekarang terjadi dengan pipi yang sedikit berisi. Tubuh kurus ringkihnya juga sedikit tumbuh. Tidak hanya tulang, tapi daging juga ikut melekat.
Singkatnya, remaja jelek itu sekarang berubah menjadi remaja laki laki yang tampan, cantik dan imut secara bersamaan.
Loka duduk di atas ranjang dengan pakaian kasualnya. Ia menatap keluarganya yang mengemasi barang. Barangnya sudah terkemas, dengan kemandiriannya sendiri.
"Sudah?" Tanya Gela.
Loka mengangguk dan turun dari kasur secara perlahan. Gerakan jalannya masih belum stabil, terkadang ia akan terjatuh ketika kakinya merasakan lemas tiba tiba.
"Aku bisa langsung sekolah kan?"
Semuanya menggeleng. "Bisakah sedikit bersabar? Setidaknya orang orang yang ingin kamu beri ajaran tidak akan bisa kabur."
"Kenapa? Kalian sudah berjanji untuk—"
"Kau saja masih jatuh sesekali ketika berjalan, tidak usah keras kepala." Ucap Kevan. Ia memotong ucapan Loka agar tidak mengatakan janji janji mereka bulan lalu.
"Kalian sudah berjanji."
"Itu kan hanya perjanjian tanpa kesepakatan secara tertulis." Balas Meva.
Loka mengangguk benar tapi janji tetaplah janji. "Hah, kenapa harus selalu ancaman yang harus aku keluarkan? Aku ingin sekolah besok, atau tidak aku bertindak nekat untuk kabur."
Semuanya terdiam, mereka saling lirik.
"Oke, kamu bisa pergi sekolah besok tapi, tolong jangan memaksakan diri. Jika kamu kembali terjatuh ketika berjalan mama harap kamu langsung beristirahat." Loka tersenyum puas dia mengangguk pasti.
Tentang rencananya yang akan membalas remaja remaja yang bertindak kurang ajar kepada pemilik tubuh telah ia ungkapkan kepada Semuanya. Baik Meva, Gela maupun Hazel.
Mereka setuju dan berterima kasih kepada Loka. Sebenarnya Meva ingin membantu tapi di larang Loka. Ia mengatakan ingin membalas bajingan bajingan itu dengan raga Lova sendiri.
Dan tentang perkataan Loka yang menyerahkan kepintarannya untuk mengembangkan perusahaan benar adanya. Ia membantu perusahaan Hazel hingga perusahaan pria itu menjadi lebih terkenal lagi, menjadi lebih kuat, menjadi lebih berkembang.
"Perlu aku gendong?"
Tawar Meva, ketika berjalan menuju parkiran beberapa kali Loka sempat terjatuh. Untung ada Meva dan Kevan yang siap sedia di belakang dan sampingnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
/Loka, Transmigrasi?\
Teen FictionBUKAN BL 🚫 BUKAN BL ↑ BUKAN BL ↑ BUKAAANNNNNN!!!!!!!!! "brengsek!" desis Loka. tubuhnya yang berada di ranjang rumah sakit juga adanya infus di tangan kanannya membuatnya sakit kepala memikirkan nasibnya. Loka Glaniard Vuble, pria duda dengan iden...
