Jisoo turun dari ojek yang tadi ia pesan. Perasaannya agak tercekat, melihat presensi Jaehyun yang sudah duduk bersedekap di kursi depan kontrakannya. Mana wajah sang pacar galak begitu, Jisoo jadinya agak gerogi.
"Kamu ganteng banget, udah enakan badannya ya? Hehehe."
Memicing galak, Jaehyun lalu berdiri dari posisi duduknya. "Dari tadi aku telponin nggak ada yang masuk! Sekarang pulangnya juga lebih telat. Abis dari mana lagi kamu? Seenggaknya hubungin aku dulu kalau mau pulang telat. Kamu paling bisa bikin aku khawatir tahu nggak?!"
Baru juga datang, udah dikasih ceramah. Jisoo menunduk sambil cemberut. "Iyaaa, maaf. Tadi aku nggak sengaja ditabrak sama orang, sampai HP nya jadi jatuh dan rusak. Makanya ke konter dulu buat servis HP nya, jadi pulang agak telat. Aku minta maaf."
Mendengar kata-kata ditabrak, Jaehyun langsung merinci tubuh Jisoo dari atas hingga bawah. "Ditabrak siapa? Terus kamu nggak apa-apa? Ada yang luka nggak?"
Jisoo menggeleng. "HP nya aja yang jatuh, dan ini udah bener lagi. Orang yang nabrak mau bertanggung jawab, kok, emm..." ia berpikir entah melupakan sesuatu, "aku nggak tahu nama orangnya." Bener, dia lupa nanya dan cowok itu juga enggak ngasih tahu tadi.
Syukurlah, Jaehyun dapat menarik napas lega sekarang. Soalnya sejak tadi dia uring-uringan sambil menunggu dan mencoba menelpon Jisoo, namun tak kunjung bisa. Ia sempat menelpon teman-teman Jisoo juga, namun mereka bilang Jisoo sudah pulang dari kampus.
"Aku khawatir tahu nggak?"
Mau meleleh. Bukannya mau menikmati rasa khawatir yang Jaehyun sampaikan, namun Jisoo suka saat pacarnya tersebut seperhatian ini. Tanpa ragu, tanpa bimbang, tanpa malu, ia pun menjatuhkan pelukan pada tubuh pemuda itu.
"Maaf ya, Ganteng."
"Kenapa setiap enggak sama aku, kamu pasti selalu kena masalah? Pokoknya besok-besok, kamu perginya harus selalu sama aku, biar sampai rumah lagi enggak ada kejadian yang aneh-aneh."
Terjebak hujan lah, ditabrak lah, ada-ada aja yang terjadi. Jaehyun juga bingung sendiri. Tangannya mengelus kepala hingga punggung gadis itu penuh dengan kasih sayang.
[[👠]]
"Cantik sih, tapi aneh. Mana gitu berisik terus ngerepotin pula. Kenapa ya Jaehyun mau?"
"Digodain sampai diajak ngamar kali? We dont know, soalnya setiap hari kayaknya selalu berangkat bareng."
"Really? Jangan-jangan udah serumah karena tiap malam dipake."
"Hust, jangan kenceng-kenceng, ntar orangnya denger."
"Bagus dong kalau denger, biar sekalian sadar kalau dia itu nggak ada cocok-cocoknya sama Jaehyun."
Idih, begini ya rasanya punya haters? Jisoo kadang suka penasaran bagaimana rasanya hidup sebagai artis yang punya banyak komentar kebencian di lapak sosial medianya. Berasa ada lucu dan nyelekit ternyata.
Padahal Jisoo tidak pernah mengusik mereka, tetapi tetap saja menjadi bahan omongan. Jisoo pikir pakaiannya juga sopan-sopan saja kok, dan ia juga tidak ingat bahwa tingkahnya pernah menyusahkan para gadis yang saat ini sedang berbicara buruk tentang dirinya. Memang pada dasarnya, yang iri akan terus menggonggong:)
Begitu terpaksa, Jisoo duduk dan menunggu di sini. Karena sejak awal, ia tak pernah mendapat tatapan bersahabat dari penghuni FEB—khususnya yang cewek. Maka dari itu, biasanya Jisoo lebih suka menunggu Jaehyun di kantin atau di taman. Tapi hari ini, lelaki itu sendiri yang memaksa agar ia menunggu tepat di depan kelas yang Jaehyun gunakan untuk kuliah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cindereog
Novela JuvenilKetika Jisoo si cewek prik pacaran sama Jaehyun yang kalem dan cool abis. Tapi meski begitu, Jaehyun ini tipikal orang yang bucin banget. Nggak percaya? Baca sendiri
